{"id":30688,"date":"2020-03-21T08:25:08","date_gmt":"2020-03-21T01:25:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=30688"},"modified":"2020-03-22T09:22:43","modified_gmt":"2020-03-22T02:22:43","slug":"risiko-punya-nama-adit-dikira-fakboi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/risiko-punya-nama-adit-dikira-fakboi\/","title":{"rendered":"Risiko Punya Nama Adit: Dikira Fakboi"},"content":{"rendered":"<p>Entah apa doa orangtua saya memberi nama Adit sebagai selipan di belakang nama utama dan di depan nama keluarga. Yang jelas, doa mereka pastinya bukan berharap saya kelak menjadi <a href=\"https:\/\/www.brilio.net\/kepribadian\/ini-beda-fckboy-vanilla-boy-playboy-bad-boy-cewek-wajib-waspada-180801y.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>fakboi<\/em> <\/a>atau <a href=\"https:\/\/lifestyle.kompas.com\/read\/2011\/08\/08\/1548431\/7.tipe.pria.quotwomanizerquot\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>womanizer<\/em><\/a>. Ketika saya tanya dapat nama Aditya dari mana, dengan entengnya blio menjawab ketika baca koran, ada toko bernama \u201cAditya\u201d sedang mencari tenaga kerja. Dan ketika saya tanya <em>doanya apa?<\/em> Blio kembali menjawab dengan <em>loss<\/em>-nya; ya, biar gedenya nanti punya toko klontong.<\/p>\n<p>Semua tenang-tenang saja, angin tetap sepoi-sepoi, laut berdebur menghantam karang dan <a href=\"https:\/\/www.goodreads.com\/work\/quotes\/1012080-sepotong-senja-untuk-pacarku\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sukab masih berkelumit dengan sepotong senjanya<\/a>. Sampai ada suatu babak, nama Adit jadi punya ekpetasi yang tinggi oleh kaum hawa. Penyebabnya perpaduan sempurna antara sifat dan paras Samuel Rizal melalui film Eiffel I&#8217;m in Love. Nama Adit kemudian di strir ke sifat cuek, galak dan baik. Buruk, bukan? Namun menjadi pengecualian kerena ganteng.<\/p>\n<p>Nama Adit pernah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menjadi-dilan-hari-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">menjadi Dilan<\/a> pada masanya. Di mana pengharapan para wanita begitu tinggi jika mengetahui seorang pria bernama Adit. Bukan, bukan, bukan tentang berharep ganteng atau menarik. Tapi berkaitan dengan peran yang dimainkan oleh Samuel Rizal yang memainkan tokoh bernama Adit yang begitu ikonik. Cilakanya, kebanyakan anak penyandang nama Adit, gagal mengembankan tugas berat yang diberikan oleh <a href=\"https:\/\/www.imdb.com\/title\/tt0395524\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">film Eiffel I&#8217;m in Love<\/a>. Dan saya salah satunya.<\/p>\n<p><em>\u201cNama Adit biasanya cuek, kok kamu cerewet?\u201d<\/em> kata seperti itulah yang biasanya saya dapatkan. Atau, <em>\u201cnama Adit harusnya cool kan, ya? Kok kamu nggak ada cool cool-nya?\u201d <\/em>Maha berat penyandang nama Adit. Apa lagi sudah ada patokan standar yang sangat tinggi. Kala itu, doa dan nyebut satu-satunya yang bisa diandalkan.<\/p>\n<p>Jaman terus bergerak, komoditas nama Adit meredup ketika nama-nama barat seperti Toni, Rio dan Dicky menghegemoni nama-nama \u2018maskulin\u2019 yang dipercaya asli Indonesia seperti Adit, Dimas dan Arif. Ketika nama-nama kebarat-baratan hadir, penyandang nama Adit ini sibuk menjalin kisah cinta dengan lawan jenisnya.<\/p>\n<p>Masa-masa tenang ini, malah membawa ke sebuah babak baru di mana penyandang nama Adit yang gagal dengan kisah cintanya, berdampak buruk pada citra nama Adit itu sendiri. Bagaimana tidak, ini pengalaman riil yang saya alami ketika membeli kopi. Mbaknya bertanya atas nama siapa, saya menjawab Adit dengan mudahnya. Si mbak ini langsung bilang, <em>\u201cealah, Adit, Adit, nggak lelah, Dit, mainin cewek terus?\u201d<\/em><\/p>\n<p>Saya yang ngobrol sama cewek aja gemeteran, sangat kaget sekaligus penasaran dengan kisah masa lalu mbaknya dengan penyandang nama Adit yang telah memberi memori tersendiri kepada mbaknya ini. Sebenarnya, apa sih yang sudah dilakukan penyandang nama Adit di luar sana?<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">ini gmna gan <a href=\"https:\/\/t.co\/mdWOm5tnK4\">pic.twitter.com\/mdWOm5tnK4<\/a><\/p>\n<p>\u2014 \u2014 ?????; (@sindesinner) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/sindesinner\/status\/1238835253621358592?ref_src=twsrc%5Etfw\">March 14, 2020<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Stigma bahwa penyandang nama Adit dengan hal-hal negatif seperti <em>fakboi<\/em> dan <em>womanizer<\/em> pun bersliweran di lini masa. Seperti <em>\u201cjangan sama yang namanya Adit, semua fakboi\u201d<\/em> atau <em>\u201cnama Adit mah ditinggal ngedrakor sebentar aja udah selingkuh, sist!\u201d<\/em> Susah betul menjadi penyandang nama Adit. Setelah disandingkan dengan sosok film yang tidak terlupakan, sekarang di hadapkan oleh penyandang nama Adit yang <em>bwajeng!<\/em><\/p>\n<p>Lalu ada komentar, <em>\u201csemua yang namanya Adit pasti begitu kah?\u201d<\/em> atau <em>\u201cplis y jangan percaya manusia yang bernama Adit, makasih\u201d.<\/em> Sini tak kasih tahu, mau namanya Purnomo atau Tejo juga kalau tabiat dasarnya tukang nyeleweng juga bakal nyeleweng. Dan kebetulan, dari sekian banyak nama, kebanyakan nama Adit adalah menempati daftar teratas.<\/p>\n<p>Belum lagi guyonan Adit Sopo Jarwo yang ngeselin banget. Awalnya sih lucu, tapi jika semua teman di kontak WhatsApp memanggil \u201cAdit?\u201d lalu saya jawab dengan sopan \u201cIya?\u201d dan dibales \u201cBang Jarwo makin deket!\u201d. Terus kenapaaaa? Mau makin deket, mau makin jauh atau <em>long-distance relationship<\/em> pun saya nggak peduli. Siapa tahu kan maksud Bang Jarwo deketin saya itu mau ngajak ngopi.<\/p>\n<p>Saya malah pingin menyandang nama Agus, jika kebetulan Mas Agusmul nggak mau menyandang namanya itu. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/agm\/ulasan\/pojokan\/beratnya-menyandang-nama-agus-yang-sering-dipakai-untuk-keperluan-gimmick\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dalam tulisannya Mas Agusmul<\/a>, yang menyebut nama Agus lebih dekat dengan hal-hal minor seperti kriminil, pencari gratisan, dan seseorang yang suka meninggalkan kawannya yang waria. Serius, Mas, lebih baik mendapat stigma seperti itu ketimbang stigma <em>fakboi<\/em> yang super <em>nggateli<\/em>.<\/p>\n<p>Terlepas dari permasalahan nama Adit, tapi mempermasalahkan stigma-stigma di baliknya. Maksud saya, bukan mempermasalahkan nama <em>fakboi<\/em> dan lainnya. Tapi, penggunaan istilah <em>fakboi<\/em> dan urgensi di tiap daerah itu berbeda. Begini, istilah <em>fakboi<\/em> di Bandung dan Jakarta itu cowok yang gemar merayu, memiliki jurus untuk memikat lawan jenis. Tapi, di daerah asal saya, Bantul, tipikal cowok seperti itu namanya bukan <em>fakboi<\/em>, tapi <em>gondyess<\/em>. Masa saya harus pakai KLX, celana pendek dan pakai baju tulisan <em>\u2018ora gelem muntir sebelum mampir\u2019<\/em>.<\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<\/b><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hanya-karena-nama-terkesan-feminin-saya-sering-disangka-perempuan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Hanya karena Nama Terkesan Feminin, Saya Sering Disangka Perempuan<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cJangan sama yang namanya Adit, semua fakboi\u201d atau \u201cnama Adit mah ditinggal ngedrakor sebentar aja udah selingkuh, sist!\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":30966,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[5745,5747,5748,5746],"class_list":["post-30688","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-fakboi","tag-nama-fakboi","tag-stereotip-nama","tag-womanizer"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30688"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30688\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30966"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}