{"id":306497,"date":"2024-12-08T13:18:59","date_gmt":"2024-12-08T06:18:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=306497"},"modified":"2024-12-08T13:18:59","modified_gmt":"2024-12-08T06:18:59","slug":"bagi-saya-anime-aoashi-jauh-lebih-baik-dibanding-blue-lock","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bagi-saya-anime-aoashi-jauh-lebih-baik-dibanding-blue-lock\/","title":{"rendered":"Bagi Saya, Aoashi Jauh Lebih Baik Dibanding Blue Lock, Ceritanya Masuk Akal dan Tidak Berlebihan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara soal anime\/manga bertemakan sepak bola, nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pastinya langsung terlintas di pikiran kalian bukan? Anime\/manga yang memiliki premis mengenai mencari dan membentuk striker terbaik di dunia ini bisa dibilang menjadi top of mind-nya anime\/manga bertemakan sepak bola di era sekarang. Tapi, terdapat satu anime\/manga sepak bola yang rasanya punya cerita yang jauh lebih baik dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, namun kalah populer, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya kan, tidak begitu terdengar familiar bukan? Padahal, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki tahun perilisan anime yang sama dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu tahun 2022. Tapi, nama anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> justru kalah populer dibandingkan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sendiri sebenarnya punya jalan cerita yang sama dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu seorang pemuda yang sama-sama ingin mewujudkan mimpi menjadi pesepak bola profesional. Pun kedua karakter, yaitu Aoi Ashito dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Yoichi Isagi dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sama-sama mengawali karier sepak bolanya sebagai striker yang diandalkan oleh klub sepak bola sekolahnya masing-masing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, dari segi premis, latar belakang tokoh, dan tema besar keduanya sebenarnya sama.. Tapi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> justru memberikan cerita yang jauh lebih baik dibandingkan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mengapa?<\/span><\/p>\n<h2><b>Anime\/Manga Sepak Bola Sesungguhnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai anime\/manga yang bertemakan tentang sepak bola, baik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tentunya memasukkan segala unsur-unsur sepak bola. Mulai dari posisi pemain, teknik dribble, formasi, dan lain sebagainya. Tapi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> punya sesuatu yang enggak dimiliki dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu kedekatan dengan keadaan di dunia nyata. Sederhananya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memberikan gambaran mengenai sepak bola yang jauh lebih realistis dibandingkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki perspektif sepak bola yang lebih realistis dibandingkan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Di dalam cerita manga tersebut, kita akan disuguhkan dengan karier seorang pesepak bola yang benar-benar terjadi di dunia nyata. Dimulai dari Ashito yang di-scout oleh pelatih tim junior salah satu klub <a href=\"https:\/\/www.jleague.co\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">J-League<\/a>, Ashito yang akhirnya mengikuti trial seleksi untuk masuk ke tim junior tersebut, sampai Ashito yang harus dipindahkan posisinya dari penyerang menjadi bek. Hal-hal ini pada dasarnya terjadi dalam karier seorang pesepak bola di dunia nyata bukan?<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada dasarnya sukses menggambarkan karier seorang pesepakbola sejak level amatir, junior sampai profesional. Kita dapat menyaksikan perkembangan sosok Ashito dan karakter-karakter lainnya sebagai seorang pesepak bola amatir, menjadi pesepak bola di level junior, hingga menjadi pesepak bola profesional. Seperti Ashito yang berawal dari striker di level amatir, hingga menjadi full-back di level juniornya. Atau sosok Kuribayashi yang sukses menjadi pesepak bola profesional di usia mudanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Dibikin semirip mungkin dengan dunia nyata<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun sukses mengenalkan berbagai aspek dalam sepak bola dengan lebih nyata. Berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memiliki konsep training center yang futuristik. Fasilitas sepak bola di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> benar-benar dibuat sesuai dengan fasilitas sepak bola yang ada di dunia nyata. Atau sistem liga yang ada dibuat sesuai dengan hierarki sistem liga di sepak bola Jepang dan dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pergerakan karakter para pesepak bola di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun nggak berlebihan. Berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sering kali menampilkan gerakan-gerakan akrobatik yang berlebihan untuk cakupan sepak bola di level junior atau bahkan profesional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, segala sesuatu yang berhubungan dengan sepak bola di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sukses dikemas sesuai dengan sepak bola yang ada di dunia nyata.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Anime Aoashi punya cerita yang lebih kompleks<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada dasarnya merupakan anime\/manga yang fokus ceritanya hanya ada di sepak bola. Masalah yang dihadapi oleh Isagi pun selalu berkutat dengan masalah di dalam lapangan. Di sisi lain, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki cerita yang lebih kompleks.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik-konflik di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak hanya di dalam lapangan, melainkan di luar lapangan. Mulai dari Ashito yang lahir di keluarga yang struggling dari segi ekonomi, sampai ke konflik percintaan remaja. Dua contoh konflik ini tapi justru membentuk Ashito menjadi pesepak bola yang lebih baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari keadaan ekonominya yang sulit dan hubungannya dengan seorang yang dia suka, pada akhirnya membentuk tekadnya untuk menjadi pesepak bola profesional. Hal-hal seperti ini pun terjadi di dunia nyata bukan? Pesepak bola bertalenta yang gagal menjadi profesional karena kesulitan ekonomi atau pesepak bola yang gagal perform karena hubungannya dengan pasangannya yang sedang tidak baik-baik saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai konflik yang terjadi di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini lah yang akhirnya menjadi cerita di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jauh lebih kompleks dibandingkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Lock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang hanya terfokus di konflik-konflik di dalam lapangan. Di sisi lain, konflik-konflik di luar lapangan yang terjadi justru menjadi penggerak cerita yang membantu tokoh utamanya meraih mimpinya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aoashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada dasarnya merupakan anime\/manga sepak bola realistis yang penulis pernah nikmati. Sederhananya, apa yang terjadi di dalam cerita, pada dasarnya terjadi kepada para pesepak bola di dunia nyata. Hal itu, bikin saya makin mudah menikmati ceritanya, dan saya yakin kalian pun juga begitu.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: R Radhytia Rizal Yusuf<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/manga-blue-lock-parodi-jfa-yang-menyentil-pssi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manga Blue Lock: Parodi JFA yang Menyentil PSSI<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memiliki tahun perilisan anime yang sama dengan Blue Lock, tapi, anime Aoashi justru kalah populer dibandingkan dengan Blue Lock.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":2814,"featured_media":307161,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12908],"tags":[16105,7474,26842,711],"class_list":["post-306497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","tag-aoashi","tag-blue-lock","tag-j-league","tag-sepak-bola"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/306497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2814"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=306497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/306497\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/307161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=306497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=306497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=306497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}