{"id":306423,"date":"2024-12-02T11:28:53","date_gmt":"2024-12-02T04:28:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=306423"},"modified":"2024-12-02T19:11:02","modified_gmt":"2024-12-02T12:11:02","slug":"oleh-oleh-purbalingga-yang-tidak-boleh-dilewatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/oleh-oleh-purbalingga-yang-tidak-boleh-dilewatkan\/","title":{"rendered":"7 Oleh-Oleh Purbalingga yang Tidak Boleh Dilewatkan"},"content":{"rendered":"<p><em>Kurang afdal rasanya kalau ke Purbalingga, tapi tidak membawa oleh-oleh ini.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Purbalingga, salah satu kota unik di Jawa Tengah, terkenal dengan suasana yang menenangkan. Letaknya yang bertetangga dengan Purwokerto membuat kota ini sering menjadi tujuan wisata para pelancong yang ingin melarikan diri dari hiruk-pikuk kota besar. Tak hanya tempat wisatanya yang menarik, Purbalingga juga punya segudang kuliner khas yang sayang jika dilewatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, setelah puas menjelajahi tempat-tempat wisata di Purbalingga, ada satu pertanyaan yang sering muncul: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMau bawa oleh-oleh apa ya dari sini?\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Jangan khawatir! Purbalingga punya banyak pilihan oleh-oleh khas yang menarik dan tentunya menggugah selera. Berikut adalah beberapa rekomendasi oleh-oleh khas Purbalingga yang wajib kamu bawa pulang:<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Sate Blater, oleh-oleh dengan cita rasa manis yang menggoda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sate Blater yang berasal dari Desa Blater, Purbalingga merupakan salah satu ikon kuliner di daerah ini. Sekilas, penampilan sate ini mirip dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-warung-sate-ayam-yang-membahayakan-konsumen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sate ayam<\/a> pada umumnya. Namun, keunikan Sate Blater terletak pada cara pengolahannya. Sebelum dibakar, daging terlebih dahulu direndam dalam bumbu rempah sehingga cita rasanya benar-benar meresap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat disajikan, Sate Blater dilengkapi dengan bumbu kacang yang manis. Bagi kamu yang menyukai rasa manis dan gurih, sate ini layak kalian coba. Selain lezat, sate ini cukup awet sehingga cocok untuk dijadikan bekal perjalanan atau oleh-oleh.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Gurih dan pedas buntil cocok untuk teman nasi\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buntil adalah makanan tradisional yang umum di Jawa dan cukup populer di Purbalingga. Hidangan ini terbuat dari parutan kelapa yang dicampur ikan teri dan bumbu-bumbu. Panganan itu lalu dibungkus dengan daun pepaya. Setelah itu, buntil dimasak bersama kuah santan yang kaya rempah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya? Gurih dengan sedikit pedas, sangat cocok disantap bersama nasi hangat. Kamu bisa menemukan buntil di pasar tradisional atau pedagang kaki lima di Purbalingga dengan harga yang sangat murah sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Salah satu penjual buntil terkenal adalah Bu Kasmini di Kutasari. Dijamin, buntilnya akan membuatmu ingin kembali ke Purbalingga!<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Permen Davos, permen legendaris asal Purbalingga yang semriwing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kamu yang ingin nostalgia, Permen Davos adalah pilihan unik untuk oleh-oleh. Permen yang sudah ada sejak 1931 ini menjadi salah satu ikon Purbalingga. Dengan bentuk bulat dan warna putih, permen ini memiliki rasa menthol yang khas dan sensasi semriwing di tenggorokan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Permen Davos tidak hanya enak dinikmati di perjalanan, tetapi juga pas untuk membangkitkan kenangan masa kecil. Kamu bisa menemukan permen ini di warung-warung sekitar Purbalingga dengan harga yang sangat terjangkau.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/oleh-oleh-purbalingga-yang-tidak-boleh-dilewatkan\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: #4 Kue Toso &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>#4 Kue Toso, oleh-oleh yang punya varian unik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kue Toso adalah camilan khas Purbalingga yang tidak boleh dilewatkan. Kue ini dibuat dari tepung beras dengan isian kacang hijau dan gula, menciptakan tekstur lembut dan rasa yang legit. Bentuknya unik, menyerupai kue terlipat dan mirip dengan mino atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nopia-camilan-banyumas-kembaran-bakpia-yang-kalah-pamor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nopia<\/a>, panganan\u00a0 khas Purbalingga lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembedanya, kue toso berukuran lebih besar. Selain itu ada variasi rasa bawang yang jarang ditemukan pada kue-kue lain. Karena cukup awet, Kue Toso sangat cocok dijadikan oleh-oleh untuk perjalanan jauh.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Mie Ganyong, oleh-oleh Purbalingga yang sehat dan lezat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mie Ganyong adalah salah satu kuliner khas Purbalingga yang unik dan cukup langka. Terbuat dari umbi ganyong, mi ini memiliki tekstur kenyal seperti sohun dengan tampilan hampir transparan. Umbi ganyong sendiri dikenal tinggi karbohidrat dan mengandung zat yang baik untuk kesehatan, seperti polifenol dan flavonoid.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mie ini bisa ditemukan di beberapa pasar tradisional atau warung makan tertentu di Purbalingga, walau keberadaannya mulai langka. Rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang tinggi menjadikannya oleh-oleh yang menarik sekaligus menyehatkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#6 Kopi asli Purbalingga kenikmatan dalam setiap seduhan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi para pecinta kopi, membawa pulang kopi khas Purbalingga adalah pilihan yang sempurna. Beberapa daerah di Purbalingga seperti Desa Jingkang, Danasari, dan Cendana menghasilkan biji kopi robusta berkualitas tinggi. Selain itu, ada juga kopi arabika dari Gunung Malang yang memiliki cita rasa unik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kopi ini cocok dijadikan oleh-oleh, terutama untuk teman-teman atau keluarga yang gemar menikmati kopi dengan rasa autentik dari daerah. Rasanya tidak kalah dengan kopi dari daerah lain di Indonesia, lho!<\/span><\/p>\n<h2><b>#7 Manco legitnya tak tertandingi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir ada <a href=\"https:\/\/www.purbalinggakab.go.id\/manco-memang-cocok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manco<\/a>, camilan tradisional khas Purbalingga yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga. Manco terbuat dari beras ketan yang digoreng hingga mengembang, kemudian diberi karamel gula merah sebagai pelapis. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Cita rasa manisnya yang pas membuat Manco digemari oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Kamu bisa menemukannya di pasar tradisional atau toko oleh-oleh di Purbalingga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Purbalingga bukan hanya menawarkan suasana yang tenang dan tempat wisata yang menarik, tetapi juga ragam kuliner khas yang sayang jika dilewatkan. Jadi, kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Purbalingga, jangan lupa siapkan ruang di koper untuk membawa pulang oleh-oleh ini. Selamat menikmati perjalananmu dan selamat berburu oleh-oleh khas Purbalingga!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Faradhea Safira<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-oleh-oleh-magelang-yang-sebaiknya-nggak-dibeli\/\"><b>3 Oleh-oleh Magelang yang Sebaiknya Nggak Dibeli, Nekat Beli Tanggung Sendiri Risikonya<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh-oleh Purbalingga yang tidak boleh dilewatkan ada sate blater, buntil, permen davos, kue toso, mie ganyong, kopi, dan manco.<\/p>\n","protected":false},"author":2807,"featured_media":306466,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[479,26797,13098,8290,21183],"class_list":["post-306423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-oleh-oleh","tag-oleh-oleh-purbalingga","tag-pilihan-redaksi","tag-purbalingga","tag-wisata-purbalingga"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/306423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2807"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=306423"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/306423\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/306466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=306423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=306423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=306423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}