{"id":30628,"date":"2020-03-19T14:35:33","date_gmt":"2020-03-19T07:35:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=30628"},"modified":"2020-03-20T16:23:49","modified_gmt":"2020-03-20T09:23:49","slug":"mempertanyakan-polisi-di-film-india-yang-hobi-telat-saat-tangkap-penjahat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mempertanyakan-polisi-di-film-india-yang-hobi-telat-saat-tangkap-penjahat\/","title":{"rendered":"Mempertanyakan Polisi di Film India yang Hobi Telat Saat Tangkap Penjahat"},"content":{"rendered":"<p>Dulu, saat saya masih di pesantren, saya begitu sering menonton film India. Film India merupakan film yang saya gemari selain Dragon Ball, Doraemon, dan Wiro Sableng. Bukti kecintaan saya pada film ini saya buktikan dengan selalu menyempatkan diri untuk menyaksikannya saat istirahat sekolah tiba bersama dengan kawan-kawan santri lainnya.<\/p>\n<p>Alasan saya tertarik pada film India karena begitu <em>kepincut<\/em> dengan adegan pertempuran yang hampir tidak pernah absen dalam film-film India yang saya tonton. Memang, ada juga sih cerita yang dibumbui drama percintaan, atau bahkan murni kisah cinta-cintaan. Jika sudah demikian, biasanya saya abaikan, sebab yang saya tunggu-tunggu hanyalah adegan peperangan yang begitu seru dan menghipnotis.<\/p>\n<p>Menonton kisah pertempuran dalam film India merupakan momen istimewa untuk mengisi waktu <em>santuy<\/em> sambil mempelajari siasat bertarung, pelajaran maha penting bagi saya untuk modal bermain perang-perangan bersama <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bagaimana-rasanya-jadi-santri-yang-pondoknya-dekat-dengan-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kawan santri<\/a> nanti ketika sudah berada di pondok. Kami selalu menambahkan pukulan tinju kami dengan <em>sound<\/em> mulut bak suara perkusi drum, \u2018desshh, desshh, debh.\u2019 Begitu dahsyatnya tinju kami. Persis seperti efek <em>backsound<\/em> tinju dalam film India yang kami tonton.<\/p>\n<p>Ketika menonton film India ada beberapa kisah yang selalu mengganggu saya, sehingga jalan ceritanya saya anggap menjadi kurang menarik.<\/p>\n<p><em><strong>Pertama, <\/strong><\/em>saat pemeran utama dihujani fitnah oleh pemeran antagonis. Sehingga ia masuk dalam bui sebagai pesakitan tanpa kesalahan apa-apa. Sungguh tuduhan yang begitu keji dan tak berdasar. Begitu bodohnya pula orang yang memercayainya! Namun, biasanya hal ini masih dapat saya toleransi sebab <em>ending-<\/em>nya tokoh utama akan keluar dari <em>jail<\/em> dan berkesempatan untuk membalas dendam pada orang yang menjebloskannya ke penjara. Perkara masuk bui lagi nantinya, itu soal belakangan, yang penting hajaaarrr dulu!<\/p>\n<p><em><strong>Kedua, <\/strong><\/em>hal\u00a0yang paling saya tidak sukai dari film India adalah peristiwa polisi film India yang hobi datang terlambat saat menangkap penjahat. Selalu saja kita disuguhi adegan, sehabis pemeran utama puas menghajar penjahat hingga babak belur, baru kemudian polisi datang. <em>Walhasil<\/em>\u00a0dengan mudahnya mereka memborgoli penjahat itu satu per satu. Entah itu karena alasan mereka sedang menyiapkan berkas penangkapan atau macet di tengah jalan. Alasan mereka sungguh <em>ramashoook<\/em>.<\/p>\n<p>Kekonyolan polisi film India tidak hanya dapat kita temukan dalam film dewasa, ia juga hadir pada tayangan film anak-anak, Shiva. Di serial kartun ini kita disuguhi sosok bernama Inspektur Ladu Shing yang selalu berkelakar di depan warganya, \u201c50 mil dari sini begitu nama Ladu Shing disebut penjahat pasti akan lari terbirit-birit.\u201d Namun gantian penjahatnya muncul, ia selalu ciut nyali, bertindak bodoh, dan merengek pertolongan pada Shiva.<\/p>\n<p>Sejak kehadiran Inspektur Ladu Shing saya menjadi terhibur oleh <em>kelakuan<\/em> polisi-polisi <em>koplak<\/em> macam dia. Cerita polisi dalam film-film India yang sering berbuat konyol lantas menggiring angan-angan saya pada pertanyaan, &#8220;Apakah memang sudah sewajarnya polisi selalu bersikap konyol seperti yang pak Ladu Shing lakukan?&#8221; Itu kan di film India. Saya tidak tahu realitasnya sebab tidak pernah meneliti.<\/p>\n<p>Kehadiran polisi film India yang selalu terlambat di TKP pun juga membersitkan pertanyaan dalam benak saya: Apakah itu wujud <em>satire<\/em> untuk para penegak hukum di negeri mereka dalam kemasan sebuah film? Atau ada pesan yang ditujukan kepada siapa saja, \u201cHendaknya kalian jangan sampai terlambat berbuat kebaikan, jika tidak ingin bernasib konyol seperti polisi dalam film kami.\u201d<\/p>\n<p>Setiap penyakit pasti ada penawarnya. Demikian juga untuk kekonyolan polisi dalam film India. Mereka masih bisa bergembira sebab masih punya polisi teladan macam Inspektur Vijay, sosok polisi gagah berani yang biasa diperankan oleh Amitabh Bachchan dan Akshay Kumar. Mereka adalah karakter polisi yang begitu digdaya dalam imajinasi saya. Bahkan gegara melihat keperkasaan mereka, saya pernah berambisi untuk menjadi seorang polisi.<\/p>\n<p>Bukti kehebatan Inspektur Vijay adalah keberaniannya menghajar kumpulan penjahat dengan sedirian. Ia lebih jago dari para <a href=\"https:\/\/tirto.id\/buffalo-boys-gado-gado-western-dan-epos-jawa-yang-membingungkan-cPyL\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cowboy Amerika<\/a> yang menggantungkan hidup mati mereka pada pucuk senapan. Kemampuan tempurnya yang luar biasa hebat ketika memegang senjata maupun bertangan kosong mungkin hanya dapat ditandingi oleh pendekar sekelas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/wha\/esai\/merindukan-wiro-sableng-dan-kapaknya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Wiro Sableng<\/a> dalam versi kolosal.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, Inspektur Vijay adalah figur penegak keadilan yang berani beraksi sendiri. Tidak perlu main keroyokan, sebab ia sudah begitu digdaya. Kekuatan dan idealismenya dalam menegakkan keadilan tak terbeli oleh materialisme yang ia anggap bagai debu di ujung helai kumisnya. Barangkali itu lah rahasia kedigdayaan polisi <em>adhi luhung<\/em> itu, berani memincingkan mata pada materialisme dunia.<\/p>\n<p>Kalau Anda lebih suka yang mana?<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/melihat-bagaimana-diskriminasi-melahirkan-konflik-muslim-dan-hindu-di-india\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Melihat Bagaimana Diskriminasi Melahirkan Konflik Muslim dan Hindu di India<\/a><\/strong> <strong>atau tulisan Muhammad Adib Mawardi\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kekonyolan polisi film India tidak hanya dapat kita temukan dalam film dewasa, ia juga hadir pada tayangan film anak-anak, Shiva.<\/p>\n","protected":false},"author":595,"featured_media":30736,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[2358,5729,2504,5728],"class_list":["post-30628","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-film-india","tag-inspektur-vijay","tag-polisi","tag-shiva"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/595"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30628"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30628\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30736"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}