{"id":305037,"date":"2024-11-20T08:53:30","date_gmt":"2024-11-20T01:53:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=305037"},"modified":"2024-11-20T08:53:30","modified_gmt":"2024-11-20T01:53:30","slug":"tempat-wisata-dikira-di-ciwidey-bandung-padahal-bukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tempat-wisata-dikira-di-ciwidey-bandung-padahal-bukan\/","title":{"rendered":"4 Tempat Wisata Populer yang Sering Dikira Berada di Ciwidey Bandung, padahal Bukan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciwidey sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Bandung yang terkenal akan destinasi wisatanya. Bahkan, kecamatan yang berada di sisi selatan Kota Bandung ini kerap menjadi alternatif ketika<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-bandung-ogah-berwisata-ke-ciwidey\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> orang-orang malas berwisata ke Lembang<\/a>. Katanya, Ciwidey relatif lebih sepi daripada Lembang sehingga plesir ke sana terasa lebih nyaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, sebagai seseorang yang cukup mengenal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-bandung-dan-kabupaten-bandung-serupa-tapi-nggak-sama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandung Raya<\/a>, saya ingin mengungkapkan fakta unik. Beberapa daerah wisata populer yang disangka wisatawan berada di Kecamatan Ciwidey sebenarnya berada di Kecamatan Rancabali. Sebuah kecamatan yang terus berkembang karena geliat wisatanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Di balik kesalahpahaman wisatawan terhadap Ciwidey Bandung<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bisa memahami kesalahan orang-orang dalam mengidentifikasi beberapa lokasi wisata itu. Sebab, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kecamatan Rancabali merupakan pemekaran dari Kecamatan Ciwidey. Dahulu, Ciwidey Bandung memang memiliki wilayah luas, bahkan sampai ke perbatasan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/susahnya-jadi-pekerja-kreatif-di-cianjur-gajinya-nggak-nyampe-umr\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cianjur<\/a>. Itu mengapa sebagian besar objek wisata populer di Bandung Selatan tercatat berada di wilayahnya. Namun, setelah pemekaran dan muncul Kecamaran Rancabali, Ciwidey kini hanya berperan sebagai penghubung dan penunjang wisata menuju Rancabali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau kini hanya berperan sebagai penghubung dan penunjang, wisatawan lokal dan luar Bandung terlanjur mengenal beberapa tempat wisata bagian dari Ciwidey. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahpahaman ini diperpanjang dengan peran media yang kerap kali salah dalam menginformasikan. Di bawah ini beberapa tempat wisata populer yang sering dikira berada di Ciwidey Bandung, padahal berada di Rancabali.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Kawah Putih<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kawah Putih adalah sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha pada abad ke-10. Daya tarik kawah yang berada di ketinggian 2.194 mdpl itu adalah tanah yang bercampur dengan belerang di sekitar kawah ini berwarna putih. Selain itu, warna air yang berada di kawah ini juga berwarna putih kehijauan. Keunikan lainnya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">air kawah bisa berubah warna sesuai dengan kandungan kadar belerang di dalamnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain danau, Kawah Putih dikelilingi oleh hutan yang sangat eksotis yang menambah keindahan wisata ini. Di tempat wisata ini banyak spot foto yang Instagramable abis, seperti dermaga kayu yang menjorok ke danau. Ada juga jembatan bambu yang bernama Skywalk Cantigi. Keindahan Kawah Putih menjadikan tempat itu sebagai spot foto preweding, lokasi syuting film dan video clip artis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun dekat dan melewati Ciwidey, namun wisata kawah putih bukan berada di Kecamatan Ciwidey. Lebih tepatnya berada di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Ranca Upas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ranca Upas atau Kampung Cai Ranca Upas merupakan salah satu destinasi alam terbaik untuk refreshing dari sesaknya suasana perkotaan. Tempat wisata yang berada di ketinggian 1.700 mdpl itu terkenal dengan bumi perkemahannya yang memiliki luas sekitar 215 hektar. Selain sebagai bumi perkemahan, Ranca Upas juga terkenal dengan penangkaran rusanya, serta spot-spot foto yang sangat Instagramable.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang suka aktivitas petualangan, kalian bisa menjelajahi jalur trekking lintas hutan, motor ATV, aktivitas berkuda, paintball (war games), dan panahan. Setelah puas dengan aktivitas ini, kalian bisa memanjakan diri dengan berendam air panas alami, belanja dan memetik buah strawberry, serta mengikuti program healing forest (camp). Disini juga kita bisa berinteraksi dan memberi makan rusa\u00a0 secara langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wisata Ranca Upas juga bukan berada di Kecamatan Ciwidey ya. Tapi, berada di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-bandung-dan-kabupaten-bandung-serupa-tapi-nggak-sama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Bandung<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Situ Patenggang atau Situ Patengan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situ Patenggang atau Situ Patengan adalah objek wisata alam berbentuk danau yang berada di ketinggian 1.600 mdpl. Daya tarik danau ini memiliki pemandangan yang sangat eksotik dan asri karena yang dikelilingi oleh kebun teh. Terkadang sesekali muncul kabut dikala cuaca sedang dingin-dinginnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Fasilitas kawasan wisata ini cukup lengkap. Kalian dapat dengan mudah menemukan spot foto yang menarik,\u00a0 restoran, hingga penginapan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon, Danau ini diyakini sebagai simbol cinta antara Dewi Rengganis dan Ki Santang. Dua sejoli ini hidup di dunia yang berbeda. Itu mengapa Dewi Rengganis meminta Ki Santang untuk dibuatkan danau yang lengkap dengan perahunya. Jadi, saat Dewi Rengganis turun ke bumi, ia bisa bertemu di danau tersebut dengan Ki Santang. Nama dari danau ini, patenggang dari kata pateangan-teangan yang berarti saling mencari, menggambarkan hubungan mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan namanya situ Patenggang atau Situ Patengan berada di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali. Bukan berada di Kecamatan Ciwidey.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Kawah Rengganis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dahulu, nama tempat wisata ini adalah Kawah Cibuni. Namun, pihak pengelola mengubah namanya menjadi Kawah Rngganis supaya lebih hits dan kekinian. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kawah Rengganis merupakan objek wisata yang terbentuk dari\u00a0 letusan Gunung Sunda Purba yang terjadi jutaan tahun lalu. Kawah ini memiliki kandungan belerang yang sangat tinggi. Pengunjung dapat menikmati air panas alami dari sumber airnya langsung dan dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama penyakit kulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kawah Rengganis yang semula dikenal sebagai tempat pemandian air panas alami, kini semakin populer dengan kehadiran Jembatan Gantung atau <a href=\"https:\/\/wonderfulimages.kemenparekraf.go.id\/read\/1372\/menikmati-panorama-kawah-rengganis-dari-suspension-bridge-terpanjang-di-asia-tenggara\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rengganis Suspension Bridge<\/a>. Jembatan gantung yang dibuka pada tahun 2022 ini memiliki pajang 370 meter dan dibangun di atas kawasan Gunung Patuha. Rengganis Suspension Bridge merupakan jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kawah Rengganis ini tidak berada di Kecamatan Ciwidey walaupun dekat dengan Ciwidey. Tapi berada di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 4 tempat wisata populer yang sering disalahpahami berada di Ciwidey Bandung, padahal berada di Kecamatan Rancabali.\u00a0 Kalau keempat tempat wisata populer itu masih disebut berada di Ciwidey, kasihan atuh Kecamatan Rancabali. Kecamatan ini juga punya hak untuk dikenal dan terkenal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Acep Saepulloh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tempat-wisata-yang-sering-dikira-di-lembang-padahal-bukan\/\">8 Tempat Wisata yang Sering Dikira Berada di Lembang, padahal Bukan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa tempat wisata populer yang sering dikira berada di Ciwidey Bandung, padahal di Rancabali. Salah satunya, Kawah Putih.<\/p>\n","protected":false},"author":2577,"featured_media":305164,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[141,26692,26691,24350],"class_list":["post-305037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bandung","tag-ciwidey","tag-ciwidey-bandung","tag-wisata-bandung"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/305037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2577"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=305037"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/305037\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/305164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=305037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=305037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=305037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}