{"id":304474,"date":"2024-11-13T15:21:27","date_gmt":"2024-11-13T08:21:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=304474"},"modified":"2024-11-13T15:21:27","modified_gmt":"2024-11-13T08:21:27","slug":"toefl-memang-syarat-melamar-kerja-yang-menyebalkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/toefl-memang-syarat-melamar-kerja-yang-menyebalkan\/","title":{"rendered":"TOEFL Memang Syarat Melamar Kerja yang Menyebalkan, tapi Tidak Lantas Harus Dihapuskan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada kabar menarik dari dunia loker dan CPNS yang muncul kemarin. Hanter Oriko Siregar melayangkan gugatan terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang ASN ke MK. Isi gugatannya adalah untuk menghapuskan syarat TOEFL untuk melamar kerja di Indonesia, baik untuk CPNS atau melamar ke perusahaan swasta. Intinya, hapuskan TOEFL, sebagai indikator kemampuan bahasa Inggris sebagai syarat melamar kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya menarik, dan memicu pertentangan batin dalam diri saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan Hanter Oriko Siregar, dilansir dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20241112154158-12-1165782\/warga-gugat-toefl-jadi-syarat-tes-cpns-dan-lamar-kerja-di-ri-ke-mk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">CNN Indonesia<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, menyebut bahwa pasal 35 ayat (1) UU 13\/2003 juncto pasal 37 UU Nomor 20 tahun 2023 membuka celah bagi perusahaan untuk menetapkan syarat yang sewenang-wenang. Selain itu, Hanter menganggap TOEFL ini semacam bisnis belaka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanter juga menyebutkan bahwa tak semua negara mewajibkan penggunaan bahasa Inggris. Negara yang dimaksud adalah Rusia, Cina, Turki, dan Jepang. Negara tersebut tidak mewajibkan TOEFL untuk orang yang ingin kuliah dan mencari beasiswa. Dia juga menyinggung bahwa tak hanya perusahaan, tapi kampus juga menerapkan angka TOEFL jadi syarat kelulusan mahasiswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak argumen yang dilontarkan oleh Hanter, tapi intinya, dia punya argumen valid kenapa TOEFL tak boleh jadi syarat. Tapi, argumen valid, tak berarti tak bisa di-counter.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>TOEFL tak seharusnya langsung ditolak dan ditiadakan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya paham dan cukup setuju dengan Hanter bahwa TOEFL tak jadi syarat cari kerja. Tapi meskipun saya paham dan setuju, tak lantas saya menolak TOEFL. Syarat ini tentu tak boleh dihapuskan jika pekerjaannya memang berhubungan dengan bahasa Inggris. Dan sayangnya, hampir semua pekerjaan membutuhkan pemahaman bahasa Inggris agar pekerjaannya lebih lancar. Sebagai contoh ya kayak pekerjaan saya ini, menulis untuk Mojok. Lho, kok bisa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak artikel dan buku berbahasa Inggris yang menurut saya wajib untuk dibaca oleh para calon penulis, sekalipun kamu menulis dengan bahasa Indonesia. Kenapa? Karena artikel bahasa Inggris menyajikan hal yang berbeda. Cara penulis luar menyajikan argumennya bisa jadi inspirasi di kala kita stuck.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pribadi berlangganan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Athletic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena banyak betul berita sepak bola yang ditulis dengan amat indah muncul di situ. Saya ingin \u201cmeniru\u201d bagaimana para penulis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Athletic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyajikan data dan narasi mereka yang begitu indah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ini baru satu profesi. Masih banyak lagi profesi yang butuh kemampuan bahasa Inggris. Dan beneran tidak ada salahnya menguasai itu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kemampuan bahasa Inggris yang memang parah<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kira persyaratan TOEFL ini muncul karena untuk memaksa para pekerja, atau SDM pada umumnya untuk menguasai bahasa Inggris. Data Indeks Kemahiran Bahasa Inggris EF (EF EPI) 2023 <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/3845247\/riset-sebut-kemampuan-bahasa-inggris-masyarakat-indonesia-masih-rendah#:~:text=Jakarta%20(ANTARA)%20%2D%20Data%20Indeks,peringkat%2079%20dari%20113%20negara.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menunjukkan<\/a> bahwa Indonesia menempati urutan ke-79 dari 113 negara. Mau dilihat dari mana pun, jelas nggak ada bagusnya itu ranking.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya ya parah betul mengingat sudah semaju ini zaman, tapi pemahaman terhadap bahasa Inggris benar-benar parah. Jadi kalau ada persyaratan seperti ini, sekalipun itu memberatkan, tapi saya lumayan paham logika di baliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahwa itu akhirnya jadi bisnis, lain soal. Saya tak mau banyak-banyak bicara tentang ini. Yang bisa saya komentari hanya, jika memang ingin meningkatkan SDM, jangan dipersulit aksesnya. TOEFL memang mahal, jika itu jadi syarat, wajar jika akhirnya ada yang keberatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuman jika menolak TOEFL karena nggak pernah lolos, nah itu saya yang nggak bisa terima. Standar hidup, secara natural, akan meningkat dengan sendirinya. Banyak pengetahuan yang hanya tersedia dalam bahasa Inggris, menerjemahkannya jadi persoalan tersendiri. Mau tak mau, ya harus kuasai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi pula, tak ada salahnya kan belajar bahasa asing meski itu hanya satu bahasa saja? Enak lho kalau baca dokumen nggak dikit-dikit pakai Google Translate.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memahami TOEFL ini memang jadi syarat yang menyebalkan, karena menambah beban. Tapi mengingat bahwa bahasa Inggris ini masih jadi barang asing bagi banyak pihak, sementara kita harus mengejar ketertinggalan, ya mau gimana lagi. Akhirnya ya, kita nggak punya opsi lain selain meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi pula, belajar bahasa Inggris bisa dari mana saja kok. Jangan terbiasa memaklumi kemalasan toh, nggak baik.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/toefl-itu-mudah-asal-kalian-tahu-strategi-menaklukannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Siasat Menaklukan TOEFL: Tidak Hanya Jago Bahasa Inggris, Strategi Tes Juga Diperlukan<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TOEFL susah, iya. Tapi masak mau terus-terusan nggak bisa bahasa Inggris?<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":164640,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12911],"tags":[361,2057,17825,4416],"class_list":["post-304474","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-bahasa-inggris","tag-lamaran-kerja","tag-syarat-kerja","tag-toefl"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/304474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=304474"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/304474\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=304474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=304474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=304474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}