{"id":304457,"date":"2024-11-14T10:30:26","date_gmt":"2024-11-14T03:30:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=304457"},"modified":"2024-11-14T10:11:33","modified_gmt":"2024-11-14T03:11:33","slug":"orang-lampung-selalu-kesal-menerima-pertanyaan-pertanyaan-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-lampung-selalu-kesal-menerima-pertanyaan-pertanyaan-ini\/","title":{"rendered":"4 Pertanyaan yang Bikin Kesal Orang Lampung"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mas dari Lampung ya, sudah pernah dibegal belum?<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin sudah ratusan kali pertanyaan di atas saya terima selama merantau di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-solo-memang-nyaman-tapi-umk-nya-memprihatinkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Solo<\/a>. Pertanyaan itu dilontarkan hampir tiap kali saya memperkenalkan asal saya dari Lampung. Awalnya saya pikir pertanyaan itu hanya untuk lucu-lucuan supaya situasi tidak canggung. Namun, lama-lama bosan dan kesal juga menerima pertanyaan retoris yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat merantau saya jadi bertanya-tanya, kenapa pikiran orang-orang soal Lampung hanya hal yang jelek-jelek saja ya? Padahal, provinsi yang berada di ujung selatan Pulau Sumatera ini punya banyak sisi positif juga. Apakah Lampung memang seburuk ini di mata orang luar Sumatera? Betapa saya tidak kepikiran soal citra kampung halaman saya kalau pertanyaan-pertanyaan semacam dibawah ini yang saya terima sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cItu tempatnya begal, kan? Aman nggak tinggal di sana?\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kurang tahu bagaimana asal muasal Lampung bisa begitu lejat dengan begal. Saya tidak memungkiri, daerah ini memang ada begal. Namun, itu bukan berarti begal selalu mengintai tiap kali saya keluar rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama puluhan tahun tinggal di Lampung, saya hanya pernah mendengar berita tentang begal sebanyak 5 kali. Jadi, saya kadang-kadang merasa kesal ketika orang bertanya dengan nada was-was tentang keamanan tempat tinggal saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, setiap kali ada orang yang bertanya soal Lampung dan begal, saya akan menjelaskan itu hanya stereotipe. Label yang melekat berkat banyak media selalu mengaitkan begal dengan Lampung. Padahal saya yakin, di daerah lain banyak juga tindak kriminal begal, hanay saja tidak begitu tersorot media.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><b>Jalannya memang beneran rusak ya? Jalannya sudah diperbaiki belum?\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan di atas sering saya jumpai setahun terakhir. Tepatnya, setelah kunjungan terakhir Jokowi ke Lampung tahun lalu. Ternyata banyak orang menyoroti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-rusak-tidak-melulu-salah-pemerintah-mending-kita-berkaca\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jalan rusak<\/a> yang dilalui Jokowi selama kunjungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang benar di daerah saya banyak jalan rusak, tapi bukan berarti semua jalannya rusak. Jalan yang bagus dan mulus di Lampung juga ada kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal jalan yang rusak itu sudah diperbaiki apa belum? Jujur saja saya kurang tahu pasti. Hanya saja, saya bisa jamin, proses perbaikan jalan-jalan rusak di provinsi akan lebih cepat setelah viralnya berita Jokowi itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, keluhan soal jalanan buruk di daerah dengan julukan Sai Bumi Ruwa Jurai ini memang\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tidak terhitung lagi. Namun, keluhan itu tidak kunjung ditanggapi oleh bapak dan ibu pejabat setempat. Semoga setelah viralnya kunjungan Jokowi, pejabat jadi lebih peka ya. Ayo dong bapak\/ibu, diperbaiki jalan-jalannya! Biar saya nggak ditanya hal ini terus sama orang-orang.<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cOrang Lampung itu sama kayak orang Palembang ya?\u201d <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><b>\u00a0\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan satu ini menurut saya yang paling mengganggu. Lampung dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kota_Palembang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Palembang<\/a> memang sama-sama berada di ujung selatan Pulau Sumatera, tapi bukan berarti 2 daerah ini sama. Bahkan, budaya dan bahasa kami berbeda. Kami juga punya kuliner yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang masih sering menanyakan hal ini, ayo dibuka lagi peta dan tingkatkan pengetahuan umumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cOrang Lampung itu banyak orang Jawanya ya?\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kampung orang-orang yang tinggal di Lampung, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bahasa-jawa-yang-baik-dan-benar-mulai-dilupakan-orang-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bahasa Jawa<\/a> bukanlah hal yang asing. Mayoritas penduduk lampung memang berasal dari Jawa, jadi bahasa dan tradisi menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Asal tahu saja, provinsi ini memang cukup heterogen. Di sana bermukim penduduk asli Lampung, transmigrasi dari Jawa, dan suku-suku lainnya. Walau beragam, kami semua hidup berdampingan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang Jawa di Lampung memang banyak, tapi bukan berarti kehadiran mereka mengubah orang Lampung asli. Orang asli tetap punya identitas dan budaya yang selalu dijaga secara turun temurun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu 4 pertanyaan kerap ditanyakan ke orang Lampung. Bagi kalian yang orang Lampung, ada pertanyaan mengesalkan lain nggak yang kerap orang tanyakan ke kalian?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ronaldo Suhadi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-pertanyaan-yang-dibenci-mahasiswa-untidar-magelang\/\">4 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Untidar Magelang<\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa pertanyaan yang selalu bikin jengkel orang Lampung. Salah satunya, pertanyaan terkait begal dan keamanan hidup di sana. <\/p>\n","protected":false},"author":2790,"featured_media":304475,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[623,6303,2894,26657],"class_list":["post-304457","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jawa","tag-lampung","tag-orang-jawa","tag-orang-lampung"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/304457","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2790"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=304457"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/304457\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/304475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=304457"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=304457"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=304457"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}