{"id":301550,"date":"2024-11-10T11:05:55","date_gmt":"2024-11-10T04:05:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=301550"},"modified":"2024-11-10T11:05:55","modified_gmt":"2024-11-10T04:05:55","slug":"lpdp-fokus-saintek-yang-soshum-nggak-usah-protes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lpdp-fokus-saintek-yang-soshum-nggak-usah-protes\/","title":{"rendered":"Kalau LPDP Cuma Fokus Ke Rumpun Saintek, Orang Soshum Sebaiknya Nggak Usah Protes"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang anggota DPR yang cukup terkenal di dunia kesejarahan, <a href=\"https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/2024\/11\/08\/14535641\/soal-lpdp-akan-difokuskan-ke-sains-anggota-dpr-jangan-anggap-sosial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bonnie Triyana<\/a>, mengkritik Mendikti Saintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro. Satryo Soemantri adalah orang yang merencanakan fokus beasiswa LPDP kepada rumpun ilmu saintek.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, sebagai seorang sejarawan lulusan rumpun ilmu humaniora, Bonnie tidak setuju. Menurut Bonnie, semua ilmu setara. Termasuk rumpun ilmu sosial humaniora.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kamu setuju dengan pendapat Bonnie?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, bagi orang humaniora, pernyataan Bonnie mungkin akan mendapatkan dukungan 100%. Kita pasti sepakat bahwa sosial-humaniora itu bermanfaat bagi pembangunan peradaban manusia. Dan kita semua tahu bahwa Soshum adalah ilmu soal manusia. Jadi dalam hal ini, soshum adalah rumpun ilmu yang mempelajari tujuan dari pembangunan itu sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perdebatan yang terjadi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum membahas LPDP, sebelumnya kita juga harus memahami pola pikir kebanyakan masyarakat terkait <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jurusan-kuliah-antimainstream-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">saintek<\/a> dan soshum. Misalnya:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang menilai kemajuan sebuah negara lewat teknologi canggih dan infrastruktur besar yang ada. Sebaliknya, hanya sedikit orang yang melihat negara maju karena rakyatnya hidup aman, damai, dan sejahtera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat pertama, kemampuan menciptakan teknologi dan infrastruktur merupakan bidang utama orang saintek. Sementara itu, kalimat kedua, merupakan bidang analisis orang-orang Soshum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin, Mendikti Saintek bilang bahwa untuk swasembada pangan dan energi, kita membutuhkan saintek. Lho, ini kan soal kesejahteraan, bukannya masuk ranah soshum juga, ya? Itulah dia, sebenarnya, keduanya beririsan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelolaan energi dan pangan boleh bidangnya saintek. Sementara itu, soshum bisa mengurus penilaian dan evaluasi terkait dampak kebijakan terhadap masyarakat. Aman aja, lah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kalau LPDP buat saintek, soshum nggak usah protes<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, dalam beberapa hari ke depan, LPDP hanya untuk saintek, orang soshum nggak usah protes. Saran saya sih gitu. Kenapa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya ini malah bisa jadi tantangan buat orang soshum. Terutama untuk membuktikan manfaatnya pada program-program pemerintah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi, kita harus berani menunjukkan bahwa rumpun ilmu soshum benar-benar berguna dan mahasiswanya layak mendapat LPDP. Tentu saja, kegunaan-kegunaan tersebut bukan hanya berwujud tulisan, tapi juga tindakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa begitu? Karena selama ini saya sadar masih banyak orang belum memahami manfaat ilmu soshum. Sudah begitu, orang soshum tidak jarang menerima tuduhan \u201ccuma bisa teori\u201d.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak memahami manfaat ilmu soshum<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sangat heran, ketika pada 2016 yang lalu, rencana sertifikasi sejarawan malah menuai kontroversi. Protes bermunculan. Sertifikasi sejarawan dinilai akan membuat sejarawan kehilangan objektivitasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang membuat saya heran adalah mengapa protes kebanyakan hanya menyoroti kekhawatiran hilangnya obyektivitas dalam menulis sejarah? Kalau cuma nulis-nulis peristiwa sejarah, orang tidak kuliah di jurusan sejarah juga bisa.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa jarang sekali yang menyoroti metode dan metodologi sejarah? Padahal, sertifikasi sejarawan itu pintu gerbang agar banyak orang tahu kalau sejarah itu ilmu penting.<\/span><\/p>\n<h2><b>Evaluasi internal supaya tidak tersingkir dari target LPDP<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, saya hanya menekankan bahwa soshum harus melakukan evaluasi internal. Utamanya menjawab mengapa ilmu soshum seolah tersingkirkan dari target beasiswa LPDP.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, saya yakin, suatu hari nanti LPDP akan fokus ke rumpun <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-pgsd-belajar-filsafat-dianggap-sesat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ilmu soshum<\/a> juga. Ya setelah program-program pemerintah terwujud, bisa jadi evaluasi-evaluasi terhadap tanggapan masyarakat atau dampaknya bagi masyarakat diperlukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">So, nggak usah terlalu minder atau berpikir pesimis bahwa LPDP kali ini diprioritaskan untuk saintek. Tugas orang-orang soshum sekarang cuma menjawab ini: \u201cMengapa ilmu soshum saat ini tidak dipandang strategis saintek?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yogaswara Fajar Buwana<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-kesalahan-yang-sering-dilakukan-orang-sehingga-gagal-tembus-beasiswa-lpdp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang sehingga Gagal Tembus Beasiswa LPDP<\/a><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang soshum nggak usah protes kalau LPDP cuma buat orang saintek aja. Mending fokus evalusi internal kenapa kini tidak dianggap penting.<\/p>\n","protected":false},"author":2113,"featured_media":301558,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[8386,26625,26626,26627],"class_list":["post-301550","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-lpdp","tag-lpdp-saintek","tag-soshum","tag-syarat-lpdp"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2113"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=301550"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301550\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/301558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=301550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=301550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=301550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}