{"id":301391,"date":"2024-11-09T11:51:45","date_gmt":"2024-11-09T04:51:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=301391"},"modified":"2024-11-09T11:51:45","modified_gmt":"2024-11-09T04:51:45","slug":"nilai-soal-twk-cpns-jeblok-bukan-berarti-bodoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nilai-soal-twk-cpns-jeblok-bukan-berarti-bodoh\/","title":{"rendered":"Nilai TWK CPNS Jeblok Bukan Berarti Bodoh, tapi Beda Pendapat Sama Pembuat Soal Saja!"},"content":{"rendered":"<p><em>Nilai soal TWK CPNS milikmu jeblok? Tenang, bukan berarti kalian bodoh kok, cuma beda pendapat aja sama pemilik soal!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa bulan terakhir, lini masa saya dipenuhi dengan postingan seputar CPNS. Mulai dari pendaftaran, iklan bimbel online, hingga meme lucu seputar orang yang lagi daftar CPNS. Ini baru bagi saya, soalnya memang baru pertama kali daftar. Maklum, first timer, alias fresh graduate yang lagi mencoba peruntungan sebagai pelayan publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu ketika masa-masa pendaftaran, sempat gaduh ketentuan pendaftaran yang mengharuskan peserta menggunakan <a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-7517903\/3-penyebab-pembubuhan-e-meterai-untuk-daftar-cpns-gagal\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">e-meterai<\/a> yang dibubuhkan pada surat pertanyaan. Masalahnya, web untuk beli e-meterai aja banyak yang error. Bisa beli, tetapi nggak bisa dibubuhkan ke dokumen yang dibutuhkan. Fenomena unik lain muncul: joki e-meterai. Kayaknya, semua hal di Indonesia itu bisa dijoki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berhenti sampai di situ, ketika Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dasar dimulai, muncul huru-hara lagi di berbagai platform media sosial. Mulai dari yang ngeluh kesulitan soal TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) yang di luar nalar, sampai ada yang nyumpahin pembuat soal karena dinilai nggak objektif dan terkesan suka-suka.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tes Wawasan Kebangsaan, tapi opsi jawaban sangat subjektif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu, membuat soal yang bagus itu memang nggak mudah. Apalagi sekelas soal TWK yang diujikan di CPNS, pasti bebannya dobel. Namun, sesulit-sulitnya bikin soal TWK, kalau tingkatannya \u201cevent nasional\u201d yang diadakan hampir setiap tahun, masa nggak dipersiapkan dengan matang, sih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari yang saya tahu, jenis soal yang diujikan itu sesuai latar pendidikan pendaftar. Misalnya, karena saya lulusan strata satu, maka saat mengerjakan soal SKD, maka di layar ada tulisan kecil S1-S3. Dari situ, saya asumsikan bahwa soal yang ada itu diujikan untuk lulusan S1-S3.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, dari kualitas soal yang ada, saya malah jadi bertanya-tanya. Ini yang buat soal siapa sih? Dengan latar pendidikan peserta yang tentunya beragam, kok bisa bikin soal yang jawabannya rancu? Dari 30 soal TWK yang ada, saya bisa bilang, kalau lebih dari setengahnya, opsi jawaban tiap soal sangat bisa diperdebatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang bilang kalau mau menjawab dengan benar, perlu mengamati setiap kata kunci yang ada dalam soal. Misalnya, pada tema bela negara, baik saat tes maupun try out, sering muncul kata globalisasi dan teknologi. Namun, ketika menjawab dengan opsi jawaban yang mengandung implementasi dari dua kata tersebut, bisa aja salah. Kayak\u2026 ini yang paling benar memang cuman perspektif dari pembuat soal ya?<\/span><\/p>\n<h2><strong>Ngerjain TWK aman, tapi begitu dinilai, zonk!<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, meskipun saya sudah terbiasa dengan bacaan dan merasa sudah menjadi warga negara yang baik di masyarakat, belum tentu bisa dapat nilai TWK maksimal. Buktinya, ketika mengerjakan soal TWK, saya merasa tidak ada kesulitan sama sekali. Namun, ketika jawaban di-submit, nilainya zonk!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin saya memang belum mempunyai wawasan kebangsaan yang baik. Tapi kok banyak yang merasakan hal sama ya? Ketika curhat ini di media sosial, banyak yang reply dengan balasan senada,<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTWK mostly penalaran, tapi entah nalar siapa yang dipake!\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKan\u2026 bukan aku aja yang ngerasa kan? Tatanan bahasanya tidak memenuhi kaidah bahasa yang baik dan benar wkwkwk\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSebagai lulusan ilmu hukum, saya juga pushinggg kak!\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<h2><b>Netizen sepakat, seharusnya sistem penilaian diubah, nggak cuma pakai TWK<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membaca puluhan jawaban dari netizen tentang sambatan perihal TWK, saya jadi ikut sepakat kalau sistem penilaiannya mending diubah kayak TKP (Tes Karakteristik Pribadi), yaitu dengan sistem nilai terendah sampai nilai tertinggi. Saya yakin, meskipun kualitas soal belum ada perubahan signifikan, penilaian ini lebih terasa fair.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian, masalah implementasi wawasan kebangsaan itu memang subjektif ya. Ketika membaca beberapa opsi soal yang ada, kadang saya membatin kalau jenis soal seperti itu malah terkesan memberi label bahwa tindakan A benar, tindakan B salah. Padahal, keduanya sama-sama benar. Masalahnya, dengan latar belakang pendidikan yang berbeda serta pemahaman konteks yang ada, bisa aja ada perspektif yang debatable.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi bagi saya seorang sarjana ilmu sosial. Wawasan kebangsaan paling benar menurut saya ya yang paling menguntungkan masyarakat. Namun, tidak jarang saya menemukan bahwa opsi jawaban yang dinilai benar oleh pembuat soal itu terlalu negara-sentris. Terlalu berpusat pada negara, bukan kepentingan masyarakat. Duh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pesan untuk yang Ikut CPNS Tahun Depan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak berharap lebih akan ada perubahan dari segi kualitas soal maupun sistem penilaian yang lebih fair bagi peserta. Namun, yang ingin saya katakan adalah kalau memang ingin lolos, posisikan diri sebagai pembuat soal yang berpihak pada negara. Runtuhkan idealisme yang menurutmu paling sesuai dan berpura-puralah menjadi aparatur negara yang maha benar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, itu tips kalau mau dapat nilai bagus dan bisa lolos, sih. Tapi yang jelas, kalau nilaimu nanti kurang bagus, jangan bersedih. Bukan kamu yang bodoh, tapi beda pendapat aja sama pembuat soal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan ini sebenarnya penghiburan buat diri sendiri juga. Entah memang masih denial karena dapat nilai TWK yang mepet passing grade, atau memang kualitas soalnya yang jelek dan terkesan suka-suka pembuat soal. Apa pun itu, buat yang masih percaya jimat bisa bikin nilai SKD jadi bagus, semoga nilai TWK-nya di bawah passing grade!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: David Aji Pangestu<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-mudah-lolos-tes-cpns-2024\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buat Kamu yang Lulusan SMA, Peluang Lolos Tes CPNS 2024 Menjadi Lebih Besar Setelah Tahu 6 Cara Mudah Ini<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nilai soal TWK CPNS milikmu jeblok? Tenang, bukan berarti kalian bodoh kok, cuma beda pendapat aja sama pemilik soal!<\/p>\n","protected":false},"author":2699,"featured_media":259747,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[4140,2420,26617,26616,5147],"class_list":["post-301391","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-cpns","tag-pns","tag-soal-twk","tag-tes-masuk-pns","tag-twk"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2699"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=301391"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301391\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259747"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=301391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=301391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=301391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}