{"id":301006,"date":"2024-11-05T14:10:12","date_gmt":"2024-11-05T07:10:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=301006"},"modified":"2024-11-05T14:12:01","modified_gmt":"2024-11-05T07:12:01","slug":"kenapa-jadwal-pertandingan-la-liga-tak-ramah-untuk-penonton-asia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenapa-jadwal-pertandingan-la-liga-tak-ramah-untuk-penonton-asia\/","title":{"rendered":"Kenapa Jadwal Pertandingan La Liga Tak Ramah untuk Penonton Asia?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngefans Real Madrid itu mudah, yang susah adalah nonton pertandingannya. Kenapa? Selain karena Carlo Ancelotti masih kekeuh memainkan pemain tak berguna bernama Ferland Mendy, jadwal La Liga tak pernah ramah untuk warga Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rata-rata pertandingan La Liga dimainkan di jam 9 malam waktu Spanyol, atau kira-kira jam 2-3 pagi di Indonesia. Jarang sekali saya lihat Real Madrid di bawah jam 12 malam. Jika itu pertandingan Liga Champions, bagi saya masih masuk akal. Tapi La Liga? Kita tahu sendiri Real Madrid begitu menyedihkan saat bertanding di liga sendiri. Dan saya harus begadang hanya untuk nonton Ferland Mendy backpass ke Courtois\/Rudiger.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kenapa jadwal La Liga tak ramah untuk penonton Asia? Itu semua karena gaya hidup orang Spanyol, dan televisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang Spanyol, <a href=\"https:\/\/www.nytimes.com\/athletic\/5790621\/2024\/09\/26\/spanish-football-la-liga-late-kick-offs\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jam 9 malam<\/a> itu masih sore. Banyak restoran buka sampai jam 1 pagi. Siaran radio tengah malam pun masih banyak banget peminatnya. Tak ada masalah bagi mereka jika harus menonton pertandingan jam 9 malam, terlebih pada hari Sabtu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi untuk hari Minggu, beda cerita.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>La Liga away pada hari Minggu adalah bencana<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak pemain dan penonton mengeluhkan ketika pertandingan harus berjalan pada jam 9 malam saat hari Minggu. Budaya away La Liga tak sekuat Premier League (nggak harus sama juga, kan?), jadi bagi mereka itu merepotkan. Tapi tentu saja itu tak jadi masalah, ada TV juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, televisi inilah yang menyebabkan banyak pertandingan akhirnya digelar pada jam 9 malam. Untuk Spanyol, justru jam 9 malam ini prime time. Akhirnya, pertandingan digelar pada jam segitu agar bisa meraup banyak keuntungan dan penonton. Tak salah, memang. After all, this is business, right?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski ya, pada akhirnya, ini menyebalkan untuk fans La Liga dari Asia yang harus kebagian remah-remah. Mau nonton ujungnya ketiduran, kalau nggak ketiduran, bangunnya bakal kesiangan. Kalau digelar Sabtu mah mending. Kalau Minggu? Bubar dunia persilatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh, Sabtu pun bermasalah ding. Kan banyak kerja bakti dilaksanakan di hari Minggu. Kalau nggak dateng didenda. Urip kok rasane uangel, suasu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi itulah suka duka fans Madrid, Barca, dan tim semenjana bernama Atletico Madrid. Mau nonton susah karena jadwale ko asu, nggak nonton kok eman-eman.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Terima saja<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi mau bagaimana lagi, jam kerja di Spanyol pun juga tak bersahabat. Kerja di Spanyol tak jarang yang selesai di jam 6-7 malam. Wajar jika pertandingan digelar di luar jam kerja. Mengingat La Liga tak meraup uang sebanyak Liga Ingris (bagian ini yang bodoh si Tebas sih), jadi ya harus menyesuaikan akamsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin saja akhirnya suatu saat nanti La Liga akan punya jam tayang yang bersahabat untuk Asia. Hanya saja itu mungkin agak sulit, mengingat pasar Asia sudah dikuasai Premier League. Jadi untuk fans La Liga, sabar. Mungkin memang ini takdir yang harus diterima. Berkuasa di Liga Champion, tapi nggak bisa nggak ngantuk pas nonton.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/real-madrid-juara-la-liga-terima-kenyataan-berdamai-dengan-keadaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Real Madrid Juara La Liga: Terima Kenyataan, Berdamai dengan Keadaan<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rata-rata pertandingan La Liga dimainkan di jam 9 malam waktu Spanyol, atau kira-kira jam 2-3 pagi di Indonesia. Kenapa?<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":275651,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12904],"tags":[26582,9159,1953,11930],"class_list":["post-301006","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","tag-jadwal-la-liga","tag-la-liga","tag-real-madrid","tag-spanyol"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301006","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=301006"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301006\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/275651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=301006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=301006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=301006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}