{"id":300755,"date":"2024-11-04T16:44:28","date_gmt":"2024-11-04T09:44:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=300755"},"modified":"2024-11-04T16:44:28","modified_gmt":"2024-11-04T09:44:28","slug":"5-hal-yang-harusnya-diperhatikan-orang-luar-kota-solo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-yang-harusnya-diperhatikan-orang-luar-kota-solo\/","title":{"rendered":"5 Hal yang Seharusnya Jadi Perhatian bagi Orang dari Luar Kota Solo, Jangan Cuma Ngomongin Harga Makanan Murah doang!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Solo selalu menjadi perhatian yang menarik bagi orang dari berbagai daerah. Terutama dari kota-kota metropolitan seperti Jabodetabek. Ritme kerja yang super keras dan biaya hidup mahal sudah menjadi bagian kehidupan mereka. Tidak heran ketika sudah menginjakkan kaki di kotanya Pak Jokowi ini mereka akan latah terhadap suasana kota yang nyaman, ramah, dan harga makanannya murah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin saya membaca artikel dari Abdullah Bulkhoir dengan judul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-yang-bikin-orang-bekasi-culture-shock-saat-merantau-ke-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">5 Hal yang Bikin Orang Bekasi Culture Shock Saat Merantau ke Solo<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebuah narasi makanannya murah sudah biasa didengar oleh orang-orang Solo, termasuk saya. Tentu saya setuju dengan apa yang ditulis dalam artikel tersebut. Sayangnya, tidak ada yang sempurna di dunia ini, setiap kota pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa sisi lain dari kota ini yang perlu diketahui juga. Saya yakin kalian bakal culture shock tiga kali lipat setelah mengetahuinya.<\/span><\/p>\n<h2><b>UMK yang sangat rendah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang perlu kalian tahu, Kota Solo memiliki <a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2024\/01\/07\/065250126\/lengkap-umr-solo-raya-2024-surakarta-sragen-klaten-dan-lainnya?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMK yang rendah<\/a>, di kisaran Rp2.269.070. Angka ini naik dari tahun 2023 lalu yang di angka Rp2.174.169. Artinya hanya naik Rp94.901, seratus ribu aja nggak sampai. Sekarang sa tanya, bagaimana mengatur keuangan dengan besaran gaji segitu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harga makanan murah, tetapi UMK juga rendah, terasa tidak ada untungnya. Mau nabung aja ngos-ngosan. Kalau sudah tahu besaran gaji rata-rata segitu, apakah masih ada keinginan bekerja di Solo? Oh ya, kadang masih ada lho gaji di bawah segitu. Ngenes, Bos!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang sudah mengeluhkan mengenai UMK yang rendah ini. Namun, hingga saat ini belum ada jalan keluar yang memuaskan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harga barang sama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kalian membandingkan harga barang di Solo dengan daerah lain, harganya tidak jauh berbeda. Lihat saja harga rokok, smartphone, pulsa, token listrik, dan barang lainnya. Ini terasa tidak adil tapi memang begitulah kenyataannya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warga Solo sebenarnya bingung apa yang harus dipangkas dari anggaran belanja mereka. Belum lagi jika tiba-tiba motor perlu diservice, keluar duit lagi hadeh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kemacetan Kota Solo semakin tidak ngotak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin banyaknya mobil dan motor yang berlalu lalang, artinya kemacetan akan makin sering terjadi. Dan jelas, Kota Solo tidak luput dari hal ini. Di titik daerah tertentu sudah dijamin kalian akan menemui kemacetan. Seperti di Pasar Kleco, Kota Barat, dan Pasar Kembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Solo sudah sering sambat terhadap fenomena ini. Ditambah lagi, kota ini berada di urutan pertama tahun 2024 untuk menghabiskan masa pensiun. Makin banyak yang ingin pindah ke sini, tapi luas kota tetap segini-segini aja. Banyak yang sudah ogah malam mingguan dan lebih memilih tidur di rumah karena saking malasnya ketemu kemacetan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Orang Solo sering bersyukur, tapi pusing mikirin hidup<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersyukur adalah sifat yang paling menonjol dari orang Solo. Jika kalian sambat gaji UMK sedikit di media sosial, siap-siap dihujat. Dianggap tidak tahu nikmat dan kurang bersyukur. Kondisi seperti ini mirip viralnya ungkapan nerimo ing pandum bagi warga Jogja. Tinggal nunggu ngadopsi \u201cKTP endi su\u201d aja sih ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mohon maaf bapak dan ibu terhormat, bukannya tidak bersyukur. Tetapi, kami pusing kepala karena biaya hidup yang semakin mahal. Hidup tidak melulu hanya makan dan tidur. Ada istri yang perlu dinafkahi, lalu ada juga anak yang butuh biaya sekolah. Belum lagi jika terjadi hal-hal di luar dugaan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Program rumah subsidi terasa percuma<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Program rumah subsidi dijalankan untuk meminimalisir orang-orang yang tidak bisa membeli rumah. Saya pernah membaca angsuran hanya sembilan ratus ribu saja. Lagi-lagi dengan UMK Solo yang rendah, membeli rumah subsidi juga terasa mimpi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang bila gaji yang dua jutaan itu dipotong angsuran rumah subsidi yang hampir setengahnya, berarti uang yang tersisa tinggal satu jutaan. Itu kalau sudah berkeluarga dan punya anak, uang tersebut bisa untuk apa coba?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Solo yang dianggap makanannya murah memang selalu menjadi perbincangan hangat. Tapi ingat lima hal tadi bisa membuat kalian lebih kaget dan justru harusnya jadi perhatian utama. Bahkan bagi warga kota ini juga kaget dengan kondisi seperti ini. Namun, tidak apa-apa yang penting tetap bersyukur atas nikmat yang diberikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh, kalian nanya KTP saya mana? Tuh, di dompet.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Nafiuddin Fadly<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/joki-tugas-kuliah-tugas-nggak-kelar-malah-kena-tipu-dan-diteror\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengalaman Pahit Pakai Joki Tugas Kuliah: Tugas Nggak Kelar, Malah Kena Tipu hingga Diteror Terus-menerus\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang luar Kota Solo selalu ngomongin tentang makanan murah. Padahal ada 5 hal lain yang lebih penting untuk dibicarakan.<\/p>\n","protected":false},"author":1186,"featured_media":275738,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[26576,26577,14262,26575],"class_list":["post-300755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gaji-kota-solo","tag-harga-rumah-solo","tag-kota-solo","tag-umk-kota-solo"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1186"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=300755"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300755\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/275738"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=300755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=300755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=300755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}