{"id":300575,"date":"2024-11-02T08:11:34","date_gmt":"2024-11-02T01:11:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=300575"},"modified":"2024-11-02T00:12:21","modified_gmt":"2024-11-01T17:12:21","slug":"3-pertanyaan-yang-berpotensi-membuat-guru-honorer-jengkel-dan-sakit-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-pertanyaan-yang-berpotensi-membuat-guru-honorer-jengkel-dan-sakit-hati\/","title":{"rendered":"3 Pertanyaan yang Berpotensi Membuat Guru Honorer Jengkel dan Sakit Hati"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu ketika masih pelajar, saya melihat semua guru itu sama. Ya guru. Nggak pernah terbesit pikiran berbagai jenis guru, seperti guru PNS, P3K, GTT (Guru Tidak Tetap\/Honorer), GTY (Guru Tetap Yayasan), dan seterusnya. Bagi saya, guru ya guru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun belakangan, ketika saya terjun ke dunia per-guru-an, mulai muncul pemahaman kalau ternyata guru di Indonesia itu banyak jenisnya. Nah, jenis guru yang paling nista jelas GTT atau guru honorer. Status guru honorer yang tak jelas identitas kepegawaiannya, baik dari sisi aturan sekolah ataupun aturan negara, menjadikan mereka rentan jengkel dengan pertanyaan-pertanyaan orang awam terkait profesi ini. Lebih-lebih, pertanyaan dari kalangan yang mengerti adanya perbedaan jenis dan kasta guru di dunia pendidikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa pertanyaan seputar guru yang cukup bikin jengkel jenis guru honorer seperti saya:<\/span><\/p>\n<h2><b>&#8220;Oh, guru? Sudah PNS atau P3K?&#8221;<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PNS dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pegawai_Pemerintah_dengan_Perjanjian_Kerja\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">P3K<\/a> merupakan status kepegawaian yang prestisius bagi seorang guru. Sehingga, status ini menjadi kondisi yang diharapkan oleh setiap guru, apalagi guru honorer seperti saya. Hanya saja, kondisi status yang masih guru honor menjadi terlecehkan ketika saya mendengarkan pertanyaan tersebut. Sebab, ya saya jelas belum PNS atau P3K. Saya masih honorer.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pertanyaan ini terkesan menyimpan tendensi tertentu, yaitu kondisi kesejahteraan guru. Asumsi dasar masyarakat awam adalah kalau guru sudah PNS, maka kesejahteraannya cukup terjamin oleh negara. Sedangkan kalau guru masih honorer, yah kasihan sekali. Profesinya saja mulia sebagai guru, tapi kesejahteraannya kalah jauh dari tukang parkir minimarket.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi sebagai honorer, saya agak jengkel kalau ada pertanyaan demikian. Ya, karena memang saya guru, tapi belum PNS atau P3K. Artinya, saya memang guru, tapi belum sejahtera. Dan pertanyaan itu membuat saya harus mengakui dan meratapi kenyataan yang ada. Seperti aib yang harus diakui berkali-kali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya bukan sepenuhnya salah pertanyaannya sih. Tapi, kenyataan kalau saya masih guru honorer lah yang menjengkelkan. Pertanyaan itu hanya memperparah saja. Ehe.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>&#8220;Gajinya berapa?&#8221;<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya di setiap profesi, pertanyaan gaji memang dirasa sensitif. Tapi sensitifitasnya naik 100 kali lipat kalau pertanyaan tersebut diajukan ke kalangan guru honorer. Mengapa begitu? Ya jelas karena nistanya jumlah gajinya yang tak sebanding dengan ekspektasi yang dilekatkan orang pada profesi seorang guru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah suatu momen saya sedang makan di warung. Terus tiba-tiba bapak-bapak bertanya pekerjaan saya. Lantas ya saya jawab kalau bekerja sebagai guru. Lalu, bapak-bapak tersebut menanyakan gaji. \u201cGajinya berapa, dek? Kira-kira sampai 2,5 juta?\u201d. Buset dah, tinggi bener. Padahal, angka 2 juta pun tak sampai. Mendengar pertanyaan itu, saya hanya tersenyum masam tak bisa menjawab.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain karena gaji kecil, pertanyaan seputar gaji pada guru honorer terasa menjengkelkan, karena sistem pemberian gaji pada guru honorer yang aneh dan nggak jelas. Guru honorer digaji berdasarkan jumlah jam mengajarnya selama seminggu untuk gaji sebulan. Jadi, agak malas menjelaskannya, kan. Sudah sistem gajinya rumit dan aneh, jumlahnya kecil pula. Jadi kalau ketemu guru honorer, jangan tanya gaji deh, ya. Please. Kasihani kami. Malu!<\/span><\/p>\n<h2><b>&#8220;Nggak nyoba tes PNS atau P3K?&#8221;<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, setelah orang tahu kalau kita adalah seorang guru honorer, maka orang-orang akan bertanya tentang rencana kita untuk menguji peruntungan ikut tes PNS atau P3K. Saya menyadari niat pertanyaan itu baik agar kita segera lepas dari jurang gelap profesi guru honorer ini. Hanya saja, pertanyaan itu adalah basa-basi yang jawabannya sudah jelas, iya. Jelas saja, saya dan para guru honorer lainnya akan mencoba tes PNS atau P3K agar segera sejahtera dan tak lagi dipandang sebelah mata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari itu, pertanyaan ini justru akan sangat berbahaya kalau diajukan pada honorer yang sudah sering ikut tes PNS atau P3K, tapi gagal. Wah, hati-hati. Pertanyaan ini jelas bakal bikin mereka ngamuk. Sebab, mereka sudah sering nyoba tes, tapi gagal. Pertanyaan ini jadi semacam istilah menabur garam di luka yang masih basah. Aww.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa pertanyaan yang berpotensi membuat guru honorer jengkel. Kalau bisa dihindari, ya gaes ya. Hehe.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Naufalul Ihya&#8217; Ulumuddin<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/selama-gaji-guru-tidak-naik-uny-jadi-pencetak-orang-miskin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Status guru honorer yang tak jelas identitas kepegawaiannya menjadikan mereka rentan jengkel dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini.<\/p>\n","protected":false},"author":1825,"featured_media":274376,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[1123,22728,2420],"class_list":["post-300575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-guru-honorer","tag-p3k","tag-pns"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1825"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=300575"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300575\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/274376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=300575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=300575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=300575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}