{"id":300561,"date":"2024-11-02T11:48:25","date_gmt":"2024-11-02T04:48:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=300561"},"modified":"2024-11-02T19:54:41","modified_gmt":"2024-11-02T12:54:41","slug":"mencoba-berprasangka-baik-terhadap-kondisi-jalan-lamongan-yang-rusaknya-abadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mencoba-berprasangka-baik-terhadap-kondisi-jalan-lamongan-yang-rusaknya-abadi\/","title":{"rendered":"Mencoba Berprasangka Baik terhadap Kondisi Jalan Lamongan yang Rusaknya Abadi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi jalan di Lamongan yang ugal-ugalan itu memang sudah bukan lagi menjadi rahasia. Bahkan penceramah luar daerah yang diundang ke Lamongan juga sering sambat. Iya, blio-blio ini beberapa kali menyampaikan keluhannya soal kondisi jalan Lamongan yang dilewatinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga heran. Sejak kecil, sampai menjelang 30 tahunan ini, tiap melewati jalan Lamongan, ada saja yang berlubang,aspal yang bergelombang, dan tambalan yang asal-asalan. Yah, hal ini seperti sudah menjadi pemandangan akrab di setiap sudut kabupaten ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sebagai warga yang baik, kali ini saya mencoba untuk berprasangka baik. Mungkin, di balik jalanan Lamongan yang penuh \u201crintangan\u201d ini, ada Mutiara hikmah yang bisa diambil pelajaran untuk kehidupan yang akan datang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mungkin ingin pengemudi di Lamongan lebih berhati-hati<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan kalau jalanan Lamongan mulus kayak tol atau sirkuit MotoGP. Kayaknya semua orang bakal ngebut di jalan. Dan bukankah kondisi itu cukup berbahaya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba deh bayangin, dengan jalan yang berlubang saja, masih ada saja senggolan antara pengendara, apalagi kalau jalannya mulus, tentu makin banyak lagi bukan? Oleh sebab itu, mungkin pemerintah Lamongan ini paham, sehingga kondisi jalan dibuat menjadi rusak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, pengguna jalan jadi otomatis lebih hati-hati dan pelan-pelan dalam berkendara. Pun jalan berlubang juga membuat pengendara menjadi tidak ngantuk. Hal ini penting karena bahaya sekali jika berkendara dalam keadaan ngantuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba lihat di Lamongan, siapa yang berani berkendara sambil ngantuk? Tentu nggak ada kan? Karena itu mungkin memang maksud baiknya adalah agar kita tetap sigap dan terhindar dari bahaya. <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/firratu-tsaqifa\/alon-alon-waton-kelakon-pepatah-jawa-mengenai-hidup-penuh-kesadaran-1z1xtLMiqjh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yah, pelan-pelan saja asal selamat<\/a>, itu motto yang cocok banget di Lamongan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mungkin ingin rakyat Lamongan lebih jago berkendara<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian pernah ke Lamongan dan bertemu pengendara sepeda motor atau mobil yang lincah meliuk-liuk di jalan, jangan heran. Itu hasil latihan sejak dari kandungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menduga, jalan berlubang yang ada di mana-mana itu membuat pengendara di Lamongan punya tangan yang lebih sigap, mata lebih awas, dan reflek di atas rata-rata. Pemerintah mungkin sadar bahwa masyarakat Lamongan butuh latihan berkendara yang alami. Semua diperlukan agar berkendara jadi lebih tenteram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau suatu saat ada rintangan di jalan raya, pengendara Lamongan ini pasti sudah siap tempur. Saya menduga ini adalah bentuk pelatihan langsung dari pemerintah agar rakyatnya lebih jago berkendara.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mencoba-berprasangka-baik-terhadap-kondisi-jalan-lamongan-yang-rusaknya-abadi\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Agar roda ekonomi tetap berputar<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Mungkin supaya roda ekonomi tetap berputar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tahu kalau kondisi jalan yang terlalu mulus membuat kendaraan menjadi lebih awet dan jarang rusak. Hal ini membuat bengkel akan sepi pengunjung. Karena itu kondisi jalan yang tambal-sulam ini secara nggak langsung mendukung ekonomi lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gara-gara jalan rusak, kita jadi lebih sering servis kendaraan, ganti shockbreaker, atau sekadar ganti ban. Tentu saja, bengkel-bengkel jadi kebanjiran pelanggan dan roda ekonomi pun berputar. Selain itu, karena rutin ke bengkel, kita jadi tahu seluk-beluk kendaraan sendiri. Jadinya pemahaman soal kendaraan jadi meningkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana, cerdas bukan pemerintah Lamongan? Memangnya kapan lagi sebuah kebijakan punya dampak ekonomi dan ilmu pengetahuan secara bersamaan? Josss pokoke.<\/span><\/p>\n<h2><b>Biar punya kenangan yang bisa diceritakan ke anak cucu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap lubang punya kisah, setiap tambalan ada sejarahnya. Jalanan amburadul pun jadi semacam memori abadi yang membuat orang Lamongan selalu mengingatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kira, kenangan adalah portofolio ingatan. Semakin banyak, semakin baik. Hal ini bisa berguna\u00a0 agar ketika sedang obrolan atau bercerita, kita tidak kehabisan bahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, inisiatif pemerintah cukup baik. Mereka menemukan celah itu. Jadi, kondisi jalan dibuat seperti itu mungkin saja agar kita jadi punya cerita yang bisa diwariskan ke generasi berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNak, dulu waktu muda, bapak sering jatuh di jalan yang masih saja rusak itu.\u201d\u00a0 Begitu kira-kira kalau diilustrasikan. Yah, salut memang untuk pemerintah Lamongan yang selalu visioner. Yuk, mari tetap berprasangka baik pada tiap jalan berlubang di Lamongan!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: M. Afiqul Adib<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mustahil-meromantisisasi-lamongan-karena-tercipta-untuk-dicintai-apa-adanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Meromantisisasi Lamongan Adalah Hal yang Mustahil, Kota Ini Tercipta untuk Dicintai Apa Adanya<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kondisi jalan di Lamongan yang ugal-ugalan itu memang sudah bukan lagi menjadi rahasia. Tapi saya menemukan niat baik di baliknya.<\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":259087,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8961,26554,2250],"class_list":["post-300561","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jalan-rusak","tag-kondisi-jalan-di-lamongan","tag-lamongan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300561","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=300561"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300561\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259087"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=300561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=300561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=300561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}