{"id":300540,"date":"2024-11-02T10:26:37","date_gmt":"2024-11-02T03:26:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=300540"},"modified":"2024-11-02T10:26:37","modified_gmt":"2024-11-02T03:26:37","slug":"orang-jombang-sebaiknya-jangan-ditanya-4-hal-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-jombang-sebaiknya-jangan-ditanya-4-hal-ini\/","title":{"rendered":"4 Pertanyaan yang Sebaiknya Jangan Ditanyakan ke Orang Jombang, Bikin Kesal!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jombang adalah sebuah kabupaten yang berada di tengah-tengah Provinsi di Jawa Timur. Daerah ini terkenal sebagai tempat kelahiran <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/gus-dur-berkah-bagi-umat-katolik-dan-semua-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gus Dur<\/a>, Presiden Republik Indonesia ke-4. Itu mengapa Jombang kerap dikunjungi oleh orang-orang yang hendak berziarah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dikenal sebagai Kota Kelahiran Gus Dur, kota tempat saya dibesarkan ini juga sering disebut Kota Santri karena banyaknya pondok pesantren yang tersebar di wilayahnya. Walau tidak sepopuler kota-kota besar lain, saya rasa Jombang cukup terkenal untuk ukuran kabupaten kecil di Jawa Timur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Popularitas Jombang membuat saya sering mendapat banyak pertanyaan terkait daerah tempat tinggal saya. Entah untuk memvalidasi kebenaran informasi, sakadar basa-basi, atau guyonan yang dikemas dalam bentuk pertanyaan. Beberapa hal sering ditanyakan, saking seringnya kadang saya malas untuk meresponnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 \u201cTetangganya Ponari ya?\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 2009, Jombang sempat dihebohkan oleh kabar seorang anak kecil yang mampu mengobati segala penyakit. Anak kecil bernama Ponari tiu mendapat kekuatan itu setelah mendapat batu ajaib pasca tersambar petir. Ponari diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan cara mencelupkan batunya ke dalam air minum yang dibawa pasiennya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada waktu itu orang berbondong-bondong datang ke rumah <a href=\"https:\/\/kemenag.go.id\/nasional\/menteri-agama-minta-praktek-dukun-cilik-ponari-ditutup-srujl8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ponari<\/a> untuk mendapatkan pengobatan. Fenomena ini bahkan sempat menghiasi headline TV nasional selama berminggu-minggu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">15 tahun sudah berlalu sejak peristiwa itu, ponari sudah tidak eksis lagi. Namun pertanyaan-pertanyaan konyol selalu saya dapatkan ketika bertemu orang lain, \u201cKamu kan dari Jombang, berarti tetangganya Ponari ya?\u201d. Ya mbok tulung Jombang ini lumayan luas dan bukan berarti saya tetanggaan sama Ponari juga dong.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 \u201cJombang Kota Santri kan? Berarti bisa memimpin doa ya?\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebetulan saya dulu kuliah di luar kota dan sekarang pun juga mencari nafkah di luar kota. Pertanyaan ini juga sering dilontarkan ke saya apalagi ketika ada acara formal atau syukuran baik di kampus atau di kantor tempat saya bekerja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di saat itu pulalah saya sering mendapat celetukan dari teman kuliah atau rekan kerja saya. \u201cKamu dari Jombang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/status-kota-santri-kendal-dirusak-gangster\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Santri<\/a> kan? Berarti bisa memimpin doa ya?\u201d Jujur walau tempat tinggal saya berstatus Kota Santri, saya ini nggak pernah mondok sama sekali, selain di Pondok Romadhon.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya walaupun ilmu agama saya ngggak bagus-bagus amat, kalaau disuruh pimpin doa InsyaAllah masih bisa. Tapi perlu diingat ya, nggak semua warga Jombang ini bisa memimpin doa ya gaes ya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 \u201cRumahnya dekat nggak sama Makam Gus Dur?\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan ini juga sering sekali saya terima dari warga di luar Jombang. Entah itu ingin tau beneran atau hanya sekedar basa-basi. Jombang ini begitu luas dan tidak semua warga tinggal di dekat makam Gus Dur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tepai, sekesel-keselnya dengan pertanyaan template ini, Gus Dur adalah tokoh yang sangat berjasa besar dan membuat warga Jombang bangga. Saya selalu menjawab \u201cAslinya ya lumayan jauh, monggo mampir ke rumah ya kalo habis ziarah ke Gus Dur\u201d.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 \u201cJombang oleh-oleh khasnya apa sih?\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya selalu kebingungan kalau ditanya soal oleh-oleh dari Jombang. Dibandingkan dengan kota tetangga, bisa dibilang daerah ini tidak punya oleh-oleh khas untuk dibawa pulang. Jika Kediri terkenal dengan Tahu Kuningnya, Lamongan dengan Wingko Babatnya, dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-hidup-di-pedesaan-kabupaten-kediri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kediri<\/a> dengan Onde-Onde atau Kerupuk Rambaknya. Nah, Jombang punya apa coba?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang seriusnya Pemkab untuk membranding wilayahnya sendiri ternyata juga membuat Jombang jadi tidak punya oleh-oleh khasnya. Ke depannya saya berharap Pemkab lebih peduli lah dengan masalah ini. Tapi ketika orang bertanya seperti itu saya selalu menyarankan untuk membeli Tape Ketan Hijau Kedawong atau Jenang Kelapa Muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 4 pertanyaan yang sering dilontarkan orang kepada saya. Sebagai orang Jombang, saya bisa dibilang kesel dengan pertanyaan-pertanyaan tadi. Tapi ya mau gimana lagi, ya memang faktanya seperti itu. Ketidaktahuan masyarakat tentang Jombang harusnya juga menjadi PR buat Pemkab Jombang agar lebih giat mempromosikan kotanya biar citra kotanya lebih baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wicaksana Rismawardi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kuliner-jombang-yang-wajib-kamu-coba\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Rekomendasi Kuliner di Jombang yang Wajib Kamu Coba<\/a><b><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa pertanyaan yang bikin orang Jombang kesal. Salah satunya, pertanyaan basa-basi atau bercandaan soal Ponari. <\/p>\n","protected":false},"author":1291,"featured_media":300552,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[367,14216,16297,26551],"class_list":["post-300540","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gus-dur","tag-jombang","tag-ponari","tag-warga-jombang"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300540","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1291"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=300540"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300540\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/300552"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=300540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=300540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=300540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}