{"id":300486,"date":"2024-11-01T10:15:28","date_gmt":"2024-11-01T03:15:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=300486"},"modified":"2024-11-01T10:15:28","modified_gmt":"2024-11-01T03:15:28","slug":"3-jalan-di-sleman-yang-makin-berbahaya-ketika-musim-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-jalan-di-sleman-yang-makin-berbahaya-ketika-musim-hujan\/","title":{"rendered":"3 Jalan di Sleman yang Makin Berbahaya ketika Musim Hujan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sleman sudah mulai merasakan hujan. Belum merata dan intensif, tapi turunnya hujan mampu mengusir rasa gerah yang selama kini terasa. Namun, meski membawa ke-syahdu-an dan kesejukan, hujan membuat beberapa daerah di Sleman menjadi makin dan sangat berbahaya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Sendangmulyo, Jalan Godean ke arah barat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kilometer <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-godean-jalanan-paling-asu-di-seantero-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Godean<\/a> sudah mendapatkan aspal baru. Halus dan terasa makin lebar, banyak masyarakat Sleman yang merasa lega. Pasalnya, Jalan Godean, khususnya setelah Demak Ijo sampai Jembatan Sungai Progo, seperti anak tiri, dilupakan oleh penguasa, yang tidak mendapat perbaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, perbaikan sementara berhenti. Atau memang hanya segitu saja? Cuma 1,5 kilometer saja? Saya rasa dan harap perbaikan akan jalan lagi sampai perbatasan Sleman dan Kulon Progo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, jalanan menjelang dan setelah Gereja Klepu (Sendangmulyo), masih rusak. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi pengendara di kala musim hujan. Ayolah, penguasa, masak cuma 1,5 kilometer saja yang dapat aspal baru? Niat memperbaiki nggak, sih?<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Jalan Magelang yang masih gelap<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang harus memacu kendaraannya, khususnya motor, lantaran jalanan lurus dan \u201cnyaman\u201d mendominasi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wahana-uji-nyali-tersebut-bernama-jalan-magelang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Magelang<\/a>, Sleman. Selain itu, jalan ini penuh dengan kendaraan berat, baik bus maupun truk yang hendak keluar dan masuk dari arah utara Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situasi jadi makin mencekam di malam hari. Jalan Magelang jadi terasa senyap dan gelap karena minim penerangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malam hingga dini hari, Jalan Magelang Sleman juga menjadi ancaman karena sempat marak klitih di sini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain klitih, karena jalanan yang gelap, maka tingkat kecelakaan juga tinggi. Bayangin aja. Sudah gelap, hujan pula. Kasihan rakyat Sleman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seharusnya ini jadi perhatian penguasa Sleman. Mengingat pusat pemerintahan Kabupaten ada di Jalan Magelang juga. Oiya, mungkin si penguasa tidak pernah merasakan ancaman berkendara di malam hari layaknya rakyat kecil, ding.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Jalan Kabupaten yang rawan dan sebaiknya dihindari warga Sleman<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/dpupkp.slemankab.go.id\/tahun-2024-6-ruas-jalan-kabupaten-sleman-ditingkatkan.slm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Kabupaten<\/a> itu sebaiknya dihindari saja. Sudah sempit, aspal rusak, kalau malam biasanya gelap. Sudah begitu sempat rawan klitih pula.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aspal rusak, minim penerangan, dan gelap pula. Adalah 3 kombinasi mematikan bagi siapa saja. Masalahnya, Jalan Kabupaten sudah menjadi jalan pintas dari Jalan Godean menuju Ringroad di daerah Kronggahan. Kalau memutar, semakin jauh dan berbahaya karena ringroad juga gelap, apalagi waktu hujan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 3 ruas jalan di Sleman yang jadi sangat berbahaya di kala hujan. Rakyat sudah lama berteriak untuk perbaikan jalan dan menambah penerangan. Namun, kuping penguasa nampaknya tersumbat. Mau apa kalau begitu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/pengalaman-kelam-di-jalan-magelang-salah-satu-jalan-favorit-pelaku-kejahatan-jalanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengalaman Kelam di Jalan Magelang, Salah Satu Jalan Favorit Pelaku Kejahatan Jalanan<\/a><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah membaca artikel ini, kamu jadi tahu ada 3 ruas jalan di Sleman yang semakin berbahaya ketika malam hari dan hujan deras. Hindari!<\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":300487,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[7984,16714,25088,16301,13910,7235],"class_list":["post-300486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-bupati-sleman","tag-jalan-godean","tag-jalan-kabupaten","tag-jalan-magelang","tag-kabupaten-sleman","tag-sleman"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=300486"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300486\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/300487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=300486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=300486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=300486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}