{"id":300316,"date":"2024-10-31T10:35:45","date_gmt":"2024-10-31T03:35:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=300316"},"modified":"2024-10-31T10:35:45","modified_gmt":"2024-10-31T03:35:45","slug":"es-teh-jumbo-tidak-laku-di-solo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/es-teh-jumbo-tidak-laku-di-solo\/","title":{"rendered":"Invasi Es Teh Jumbo di Kota Solo: Pasti Kalah Sama Khazanah Es Teh Lokal yang Lebih Sedap dan Lebih Jumbo"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Indonesia sedang panas-panasnya, pedagang es teh menjamur. Makanya, saat ini, banyak lapak es teh jumbo menguasai pinggir jalan. Mulai dari franchise besar, sampai pedagang UMKM di desa, turut bermain. Bahkan sampai ada meme, lima meter sekali pasti ada es teh jumbo. Nah, bagaimana dengan Solo?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebentar, masalahnya, tidak semua minuman dengan gelas plastik itu sedap di tenggorokan. Sudah ada yang mengulas cara curang pedagang es teh jumbo di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-licik-oknum-pedagang-es-teh-jumbo-meraup-keuntungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mojok<\/a>, jadi saya akan melihat dari sudut pandang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika tidak beruntung, salah membeli es teh jumbo bisa membuat Anda menderita. Sudah 2 kali saya jadi batuk. Saya tidak tahu, apakah air yang digunakan bukan air matang, atau gula yang dipakai bukan gula asli.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perdebatan terkait es teh jumbo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempo hari saya sarapan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-makanan-yang-sekarang-jarang-ada-di-warteg\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">warteg langganan<\/a>. Sembari makan, saya mencuri dengar obrolan segitiga antara pembeli, warga lokal, dan ibu penjual.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si pembeli berniat membungkus es teh di tengah teriknya matahari. Warga lokal nyeletuk, \u201cRumahmu kan dekat bakul es teh jumbo. Kok belinya jauh di sini?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si pembeli menjawab, \u201cIya, Bu, soalnya pernah beli tapi enggak enak.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang terbiasa membawa es teh untuk bekal ngantor, ikut menyimak. Ibu pemilik warteg yang sudah sepuh mengkonfirmasi, \u201cEs teh koyo ngono iku tehnya celup, ambil praktisnya saja mereka.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu bukan pertama kali saya mendengar kekuatan cita rasa es teh lokal Solo. Beberapa bulan lalu seorang teman dari Semarang terheran setelah membeli es teh dari hik random di Solo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa ya, es teh Solo selalu enak?\u201d Saya hanya menjawab dengan mengirim link artikel Mojok yang memuji khazanah es teh Solo.<\/span><\/p>\n<h2><b>Teh Solo memang juara<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara cita rasa, es teh Solo (bukan lapak es teh jumbo) memang juaranya. Para pedagang sudah memiliki <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/food\/read\/2023\/08\/07\/075557075\/mengenal-teh-oplosan-dan-teh-kampul-khas-solo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">resep mengoplos<\/a> sendiri untuk menjadi fondasi rasa teh di warung masing-masing. Itu belum bicara ukuran \u201cjumbo\u201d atau tidaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kita cermati, es teh jumbo dengan gelas plastik yang aesthetic itu sebenarnya berukuran biasa. Okelah, sedikit lebih besar dari es teh biasa. Dengan empat ribu rupiah, saya sebagai pekerja UMR merasa harga tidak sebanding dengan volume minuman yang melewati tenggorokan saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan saya mulai merasa rugi sehingga berpaling ke es teh lokal di hik dan warteg langganan. Di sini, barulah kita bisa membeli es teh yang sebenar-benarnya jumbo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa perlu bilang jumbo, 100 persen warung di Solo akan menyajikan es teh berkapasitas 2 kali gelas besar dengan bungkus plastik lembaran (bukan gelas plastik). Harganya hanya 3 ribu rupiah, lebih murah pula. Tambah seribu lagi bisa dapat es teh kampul yang segarnya nggak ada yang ngalahin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bahkan punya lifehack untuk memenuhi hasrat minum teh dan susu sekaligus. Untuk membuat milk tea, saya cukup membeli es teh tawar seharga 2 ribu rupiah di warteg, yang volumenya sudah saya ukur hampir setengah liter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kos, saya menyetok susu kental manis untuk memberi rasa susu dan sedikit manis pada es teh lokal tadi. Hasilnya adalah milk tea versi anak kos yang tidak kalah dengan milk tea 10 ribuan di lapak pinggir jalan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Invasi yang tidak akan sukses<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, menurut saya, es teh jumbo akan sulit bersaing di Solo. Mereka mungkin bisa bertahan selama beberapa waktu. Namun, bakal sulit mempertahankan bisnisnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal rasa, sudah pasti kalah. Ini nggak usah kita perdebatkan. Lalu soal harga, juga bakal kalah. Kalau harga es teh jumbo itu 3 ribu rupiah, di beberapa tempat, kamu tinggal nambah 2 ribu, sudah dapat teh kampul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Es teh kampul itu semacam puncak kenikmatan menikmati teh di kala siang yang terik. Apalagi cuma butuh 4 atau 5 ribu rupiah untuk membelinya. Sudah pasti lebih enak, bahan yang dipakai juga (terasa) lebih aman untuk dikonsumsi. Maka, jangan heran kalau invasi ini gagal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Mukhammad Najmul Ula<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/es-teh-jumbo-minuman-kekinian-yang-mulai-merangkak-menuju-kebangkrutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Es Teh Jumbo, Minuman Kekinian yang (Mulai) Merangkak Menuju Kebangkrutan<\/a><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah membaca artikel ini, kamu akan paham alasan bisnis es teh jumbo bakal sulit sukses di Solo. Pasti akan kalah melawan produk lokal.<\/p>\n","protected":false},"author":2784,"featured_media":300371,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[627,19215,24738,26530,26531,16049],"class_list":["post-300316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-es-teh","tag-es-teh-jumbo","tag-es-teh-kampul","tag-oplosan-teh-solo","tag-racikan-teh-solo","tag-teh-solo"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2784"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=300316"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/300316\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/300371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=300316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=300316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=300316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}