{"id":299810,"date":"2024-10-27T09:01:58","date_gmt":"2024-10-27T02:01:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=299810"},"modified":"2024-10-27T07:31:50","modified_gmt":"2024-10-27T00:31:50","slug":"30-istilah-unik-dalam-bahasa-jawa-yang-diawali-kata-mak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/30-istilah-unik-dalam-bahasa-jawa-yang-diawali-kata-mak\/","title":{"rendered":"30 Istilah dalam Bahasa Jawa yang Diawali Kata \u201cMak\u201d, Mulai dari Mak Plengeh hingga Mak Jegagik"},"content":{"rendered":"<p>Sebagai orang Mojokerto yang pernah merantau ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-biasa-di-kediri-tapi-terasa-aneh-bagi-orang-surabaya-dan-sekitarnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kediri,<\/a> saya punya pengalaman gegar budaya lumayan banyak. Salah satunya terkait variasi bahasa Jawa, yang ternyata punya banyak istilah unik. Yang saya maksud ini bukan kok istilah \u201cpeh\u201d, \u201cbiyoh\u201d, \u201ccah\u201d, atau \u201cho\u2019oh ya\u201d. Lebih dari itu, ada istilah yang diawali kata \u201cmak\u201d.<\/p>\n<p>Istilah yang diawali kata \u201cmak\u201d ini rupanya nggak berasal dari Kediri saja. Teman-teman saya perantauan dari Semarang, Solo, dan Jogja pun ternyata mengucapkannya. Maknanya juga amat beragam. Ada yang merujuk pada bunyi jatuh, situasi dan bau tertentu, hingga tentang perasaan kaget. Kalian yang dari daerah Jawa bagian timur kayak saya, pasti asing dengan istilah ini.<\/p>\n<p>Biar nggak penasaran, berikut beberapa istilah unik dalam bahasa Jawa yang diawali kata \u201cmak\u201d.<\/p>\n<h2><strong>#1 Mak plung<\/strong><\/h2>\n<p>Istilah bahasa Jawa pertama yang diawali &#8220;mak&#8221; adalah mak plung. Mak plung berarti bunyi dari benda ringan berukuran kecil yang tercebur ke dalam air. Contohnya: kunci rumah, sendok teh, atau korek bensol.<\/p>\n<h2><strong>#2 Mak blung<\/strong><\/h2>\n<p>Setingkat di atas mak plung ada mak blung. Mak blung adalah bunyi dari benda berukuran sedang dan cukup berat yang tercebur ke dalam air. Contohnya: gelas kaca, mangkuk, atau spatula.<\/p>\n<h2><strong>#3 Mak byor<\/strong><\/h2>\n<p>Bunyi dari benda keras berukuran besar yang tercebur ke dalam air. Contohnya: palu, batu bata, atau cobek batu. Tapi bunyi ini kadang juga tentang orang yang tersiram air dalam jumlah besar.<\/p>\n<h2><strong>#4 Mak kluthik<\/strong><\/h2>\n<p>Istilah bahasa Jawa selanjutnya yang diawali kata &#8220;mak&#8221; adalah mak kluthik. Mak kluthik berarti bunyi dari benda keras berukuran kecil yang terjatuh ke permukaan keras. Contohnya: jarum, baut, atau uang koin yang jatuh ke lantai.<\/p>\n<h2><strong>#5 Mak glodhak<\/strong><\/h2>\n<p>Setingkat di atas mak kluthik ada mak glodhak yang berarti bunyi dari benda keras berukuran besar yang jatuh ke permukaan keras. Misalnya, ketika meja kayu jatuh dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/isuzu-panther-mobil-pick-up-paling-pengertian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mobil pick up<\/a> dan menghantam aspal, atau saat lemari tiba-tiba ambruk ke lantai.<\/p>\n<h2><strong>#6 Mak bhuk<\/strong><\/h2>\n<p>Bunyi dari benda empuk berukuran besar yang jatuh ke permukaan keras. Misalnya, buku yang jatuh ke lantai, atau seseorang yang terjatuh dari pohon. Tapi, khusus manusia yang jatuh, biasanya berubah jadi \u201cmak bhuuwook\u201d.<\/p>\n<h2><strong>#7 Mak gelondang<\/strong><\/h2>\n<p>Istilah bahasa Jawa berawalan &#8220;mak&#8221; selanjutnya adalah mak gelondang. Mak gelondang berarti bunyi dari peralatan dapur berbahan alumunium yang jatuh ke lantai. Contohnya: panci, wajan, atau teko.<\/p>\n<h2><strong>#8 Mak plenyik<\/strong><\/h2>\n<p>Bunyi dari benda empuk sedikit berair yang terinjak. Misalnya menginjak pisang, tomat, atau bahkan kotoran ayam.<\/p>\n<h2><strong>#9 Mak derrr<\/strong><\/h2>\n<p>Istilah bahasa Jawa mak derrr berarti bunyi dari benda-benda yang bergetar. Getaran ini bisa berasal dari benturan, ledakan, atau suara sound yang cukup keras.<\/p>\n<h2><strong>#10 Mak prok<\/strong><\/h2>\n<p>Bunyi dari pengendara motor atau pesepeda kayuh yang menabrak. Ini bisa menabrak tiang, gapura, atau pengendara yang tabrakan.<\/p>\n<h2><strong>#11 Mak brok<\/strong><\/h2>\n<p>Hampir sama dengan mak prok, tapi istilah bahasa Jawa satu ini untuk kendaraan-kendaraan besar yang tabrakan. Entah itu mobil, bus, atau kontainer.<\/p>\n<h2><strong>#12 Mak tlosor<\/strong><\/h2>\n<p>Menggambarkan seseorang yang terperosok. Misalnya, saat mengendarai motor lalu tergelincir, atau berlari kencang tapi tiba-tiba terpeleset.<\/p>\n<h2><strong>#13 Mak plengeh<\/strong><\/h2>\n<p>Tentang ekspresi senyum lebar yang tidak diharapkan. Misalnya, melihat<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fenomena-pemuda-citayam-kalau-nggak-good-looking-nggak-boleh-banyak-gaya-gitu-kan-maksudnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> orang good looking<\/a>, tapi begitu dia tersenyum lebar, ternyata ada kulit cabai yang masih nempel di giginya.<\/p>\n<h2><strong>#14 Mak bres<\/strong><\/h2>\n<p>Istilah bahasa Jawa yang diawali &#8220;mak&#8221; selanjutnya adalah mak bres. Mak bres menggambarkan situasi turunnya hujan yang datang secara mendadak. Istilah ini biasanya diucapkan ketika jemuran yang sudah kering tiba-tiba kehujanan.<\/p>\n<h2><strong>#15 Mak pyek<\/strong><\/h2>\n<p>Situasi ketika badan terkena kotoran. Misalnya, saat kejatuhan kotoran cicak atau tersambar ludah pengendara brengsek.<\/p>\n<h2><strong>#16 Mak crit<\/strong><\/h2>\n<p>Tentang sesuatu yang keluar sedikit. Misalnya, pasta gigi yang dipencet tinggal sedikit, atau seseorang yang kecepirit.<\/p>\n<h2><strong>#17 Mak seng<\/strong><\/h2>\n<p>Istilah bahasa Jawa selanjutnya yang diawali &#8220;mak&#8221; adalah mak seng. Mak seng menggambarkan bau yang tidak sedap dan menyengat hidung. Bisa berupa bau makanan busuk, bau kentut, atau bau mulut.<\/p>\n<h2><strong>#18 Mak sentup<\/strong><\/h2>\n<p>Hampir sama dengan mak seng, tapi istilah ini khusus untuk bau kotoran hewan. Entah itu kotoran sapi, kambing, ataupun kucing.<\/p>\n<h2><strong>#19 Mak jlep<\/strong><\/h2>\n<p>Kalau istilah bahasa Jawa satu ini kayaknya sudah familier di telinga banyak orang ya. Mak jlep menggambarkan perasaan sakit karena tertusuk. Misalnya, ketika kaki menginjak paku, atau ungkapan cinta yang ditolak sama gebetan.<\/p>\n<h2><strong>#20 Mak teng<\/strong><\/h2>\n<p>Menggambarkan perasaan sakit kepala. Istilah ini biasa diucapkan ketika demam tinggi, atau rasa nyeri di kepala akibat tidak sengaja menghirup air.<\/p>\n<h2><strong>#21 Mak dhies<\/strong><\/h2>\n<p>Menggambarkan situasi ketika tubuh mengalami benturan. Entah itu karena dipukul, menabrak tembok, atau menabrak orang lain.<\/p>\n<h2><strong>#22 Mak cep<\/strong><\/h2>\n<p>Menggambarkan situasi saat seseorang diam seketika karena kalah debat, atau disinggung habis-habisan di depan muka.<\/p>\n<h2><strong>#23 Mak sriwing<\/strong><\/h2>\n<p>Istilah bahasa Jawa dengan awalan &#8220;mak&#8221; satu ini menggambarkan perasaan merinding. Misalnya, saat mendengar cerita yang tragis, atau habis melihat penampakan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Makhluk_gaib\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">makhluk astral<\/a>.<\/p>\n<h2><strong>#24 Mak lap<\/strong><\/h2>\n<p>Tentang sesuatu yang muncul secara cepat dan tiba-tiba. Biasanya, istilah ini diucapkan ketika melihat kilat.<\/p>\n<h2><strong>#25 Mak pet<\/strong><\/h2>\n<p>Istilah ini biasanya diucapkan saat malam hari, tepatnya ketika listrik dan lampu tiba-tiba mati.<\/p>\n<h2><strong>#26 Mak sir<\/strong><\/h2>\n<p>Menggambarkan situasi ketika hampir terkena sesuatu. Misalnya, terhindar dari lemparan batu, atau nyaris kejatuhan kotoran cicak.<\/p>\n<h2><strong>#27 Mak nyus<\/strong><\/h2>\n<p>Ungkapan untuk makanan atau minuman yang terasa nikmat.<\/p>\n<h2><strong>#28 Mak tratap<\/strong><\/h2>\n<p>Istilah bahasa Jawa dengan awalan &#8220;mak&#8221; ini menggambarkan perasaan kaget yang bersifat membahayakan. Misalnya, perasaan kaget karena nyaris ditabrak pengendara motor.<\/p>\n<h2><strong>#29 Mak bhedunduk<\/strong><\/h2>\n<p>Hampir sama dengan mak tratap, tapi istilah satu ini sifatnya mengherankan. Misalnya, seorang teman yang lama tidak nongkrong tanpa kabar, tapi tiba-tiba nongol ke kedai kopi.<\/p>\n<h2><strong>#30 Mak jegagik<\/strong><\/h2>\n<p>Mak jegagik juga nyaris sama dengan mak tratap dan mak bhedunduk. Hanya saja, istilah ini untuk perasan kaget yang kurang nyaman. Misalnya, seorang teman yang sengaja ngagetin, atau melihat ular yang nongol secara tiba-tiba.<\/p>\n<p>Itulah tadi istilah unik dalam bahasa Jawa yang diawali kata \u201cmak\u201d. Sebenarnya masih banyak istilah serupa yang sempat saya dengar. Tapi saya pikir, beberapa istilah di atas itu yang lumayan sering diucapkan sama teman-teman saya. Semoga tulisan ini bisa membantu, terutama kalian <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-surabaya-seperti-saya-ogah-liburan-ke-malang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">orang Jawa bagian timur<\/a>, yang sekarang lagi merantau di kota-kota Jawa bagian tengah.<\/p>\n<p>Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/istilah-bahasa-jawa-yang-susah-diartikan-ke-bahasa-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">11 Istilah Bahasa Jawa yang Susah Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia<\/a>.<br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>cara ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa istilah dalam bahasa Jawa yang kedengarannya unik karena diawali kata &#8220;mak&#8221;. Misalnya mak jegagik, mak jlep, dll.<\/p>\n","protected":false},"author":2221,"featured_media":300026,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[763,24404],"class_list":["post-299810","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bahasa-jawa","tag-istilah-bahasa-jawa"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/299810","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=299810"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/299810\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/300026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=299810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=299810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=299810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}