{"id":299088,"date":"2024-10-15T15:04:58","date_gmt":"2024-10-15T08:04:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=299088"},"modified":"2024-10-15T15:04:58","modified_gmt":"2024-10-15T08:04:58","slug":"tukang-parkir-liar-pakai-qris-itu-bukan-inovasi-tapi-justru-ancaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tukang-parkir-liar-pakai-qris-itu-bukan-inovasi-tapi-justru-ancaman\/","title":{"rendered":"Tukang Parkir Liar Pakai QRIS Itu Bukan Inovasi, tapi Justru Ancaman!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kali, saya liat konten tentang tukang parkir liar pakai QRIS, dan beberapa orang menganggap itu inovasi. Tapi, sorry banget, menurut saya, tukang parkir liar yang pakai QRIS itu bukan inovatif, tapi maksa. Bentar, saya jelasin dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri udah pernah ketemu tukang parkir liar yang pakai QRIS di salah satu kafe di Jogja. Awalnya, saya bilang nggak ada uang sama sekali untuk bayar parkir. Orang saya di kafe juga bayar pake QRIS. Tapi tukang parkir tersebut malah bilang, \u201cQRIS wae, Mas!\u201d seketika saya shock.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya shock, karena gini amat ya rasanya wkwkwk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya gimana, wong parkirnya udah liar, tanpa ada tukang parkir pun nggak masalah. Lha ini udah minta, metodenya apa saja bisa. Sebenarnya keren sih, buat orang yang nggak masalah bayar parkir, ya ini memudahkan. Cuma, buat orang yang bermasalah, ya ini bikin agak gimana gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan saya yakinnya sih, lebih banyak orang yang merasa bermasalah bayar tukang parkir liarnya. QRIS atau bukan, nggak ada bedanya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tukang parkir liar pakai QRIS, bagaimanapun, bukanlah inovasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">QRIS ini enaknya, bisa bikin kita nggak usah khawatir kalau nggak punya uang dua ribuan. Sumpah, saya benar-benar nggak suka waktu ngambil duit di ATM karena harus nyediain duit untuk bayar parkir. Di pasar atau pusat perbelanjaan, rada rela sih. Tapi kalau di beberapa tempat, saya nggak suka karena harus nyediain duit receh. QRIS ini, sebenarnya ya memudahkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kalau dipikir-pikir lagi, yang untung ya bukan kita, tapi tukang parkirnya. Mereka tetap bisa minta biaya parkir, sekalipun nggak ngapa-ngapain. Apalagi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tukang-parkir-atm-tetap-minta-2-ribu-sekalipun-mereka-tak-berguna\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tukang parkir ATM<\/a>, ah, betapa menyebalkan spesies jenis ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi meski ini inovasi, atau terlihat sebagai inovasi, pada akhirnya ini hanyalah metode untuk \u201cmemaksa\u201d kita bayar mereka. Kayak gitu males betul menganggapnya sebagai inovasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bedanya ya cuma selama ini kita harus nyiapin duit 2 ribu, berganti ke rekening\/e-wallet kita berkurang 2 ribu rupiah. Pada dasarnya ya podo wae koe kon bayar mereka yang belum tentu berjasa. Kebanyakan sih, nggak, wkwkwk.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Malah jadi ancaman<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi ya, saya nggak mau anggap ini inovasi. Anggap aja ini cara baru mereka narik bayaran ke kalian. Malah kalian jadi nggak bisa berkelit dan kehilangan alasan untuk tidak membayar \u201cjasa\u201d tukang parkir liar. Kalian penganut cashless makin terpojok. Yang cashless beneran udah pasrah sih. Uang di rekening dan dompet sama-sama nggak ada, jadi ya ngapain ribut wkwkwk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Justru yang jadi pertanyaan ya, sampe mereka punya ide untuk pake QRIS, jangan-jangan mereka bisa menganalisis market behavior. Melihat orang-orang sudah nggak megang duit tunai, mereka kelabakan. Akhirnya ya ada yang memilih untuk mengikuti perubahan pasar. Kalau ini, boleh sih diapresiasi. Dikit aja, bar kui pisuhi meneh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saya tak sedang mengejek parkir resmi yang pakai QRIS. Kalau itu, barulah inovasi. Sudah saatnya begini, dan memudahkan kinerja mereka. Tapi untuk tukang parkir liar, bagi saya ya cuma metode tambahan untuk \u201cmemaksa\u201d kita bayar. Mau ini terkesan diskriminatif, ya memang. Parkir resmi kok disamain sama yang ilegal, ha edan po.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, tukang parkir liar yang pakai QRIS itu bukan inovasi, melainkan \u201cancaman\u201d. Ancaman buat kita yang berbuat benar, dengan tidak bikin mereka makin kaya. Uang 2 ribu memang nggak bikin kita miskin, tapi sebaiknya, kita berhenti bikin tukang parkir liar <a href=\"https:\/\/news.republika.co.id\/berita\/rl0y5m282\/jangan-remehkan-tukang-parkir-penghasilan-sebulannya-hampir-dua-kali-lipat-umr-jakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kaya<\/a> dan berlipat ganda.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/jogja-layak-dapat-julukan-kota-tukang-parkir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja Pantas Menyandang Julukan \u2018Kota Tukang Parkir\u2019, Ada Warung Ramai Dikit Saja Langsung Muncul Bapak-Bapak Pakai Rompi<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Intinya, tukang parkir liar yang pakai QRIS itu bukan inovasi, melainkan \u201cancaman\u201d. <\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":241108,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[18385,19183],"class_list":["post-299088","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-qris","tag-tukang-parkir-liar"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/299088","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=299088"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/299088\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/241108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=299088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=299088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=299088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}