{"id":298737,"date":"2024-10-12T11:37:23","date_gmt":"2024-10-12T04:37:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=298737"},"modified":"2024-10-12T11:37:23","modified_gmt":"2024-10-12T04:37:23","slug":"sisi-gelap-tadika-mesra-sekolahnya-upin-ipin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-tadika-mesra-sekolahnya-upin-ipin\/","title":{"rendered":"Sisi Gelap Tadika Mesra, Sekolahnya Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai serial dengan tokoh utama anak TK, Upin dan Ipin seringkali mengambil latar di Tadika Mesra. Tadika sendiri merupakan bahasa Melayu yang berarti Taman Kanak-Kanak. Berlokasi di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin-di-dunia-nyata-ada-di-sini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kampung Durian Runtuh<\/a>, Tadika Mesra pertama kali dimunculkan pada musim kedua yang bertajuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin &amp; Ipin: Setahun Kemudian, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tepatnya di episode &#8220;Tadika&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepintas, tak ada yang aneh dengan Tadika Mesra pimpinan Cikgu Besar Nurul binti Ahmad ini. Tadika Mesra-nya Upin dan Ipin tampak seperti sekolah TK pada umumnya yang penuh dengan keceriaan dan warna-warni dunia anak. Namun, setelah berjalan hingga ratusan episode (654 episode menurut Wikipedia, btw), saya menyadari bahwa Tadika Mesra tidak seindah kelihatannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tadika Mesra nggak beres dari awal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lihat saja saat episode yang menampilkan suasana hari pertama Upin dan Ipin bersekolah. Di episode tersebut, ada Ijat yang bersembunyi dibalik lengan ibunya, Fizi yang duduk tegang, ada pula Ehsan yang lendotan di kaki papinya. Cikgu Jasmine sampai harus turun tangan untuk memisahkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ehsan-upin-ipin-nggak-becus-jadi-ketua-kelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ehsan<\/a> dari papinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sudah tahu hari pertama masuk sekolah itu penuh drama, Cikgu Jasmine malah blunder. Alih-alih membuat anak-anak merasa aman dan nyaman, hal pertama yang Cikgu Jasmine lakukan justru meminta anak-anak untuk menuliskan nama mereka di selembar kertas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya apa? Fizi sampai mengompol saking takutnya. Parahnya lagi, peristiwa ngompolnya Fizi di hari pertama masuk sekolah diungkit lagi oleh Cikgu Jasmine di kemudian hari. Seisi kelas tertawa, Cikgu Jasmine tertawa, tapi tidak dengan Fizi. Dia satu-satunya yang terluka. Dia dibully oleh teman dan gurunya sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sekolah kok marak bullying<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dingat-ingat lagi, bukan kali pertama itu saja praktik perundungan di Tadika Mesra terjadi. Ada banyak episode lain yang menunjukkan betapa mudahnya praktik bullying terjadi di Tadika Mesra. Di episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perut Ehsan, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">misalnya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Di sini, Ehsan telah secara nyata dijadikan bahan olok-olokan oleh teman-teman dan gurunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, maksud Cikgu Melati itu bagus, yaitu ingin memberikan edukasi tentang proses pencernaan yang terjadi di dalam perut. Tapi, caranya yang nggak bener. Masa iya Ehsan diangkat lalu didudukkan di depan kelas bak pesakitan? Kan kasihan. Kalau mau mengajarkan tentang sistem pencernaan, mbok ya pakai video pembelajaran atau komik edukasi kan bisa.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kurikulum berat, tapi lupa pembelajaran tentang sikap<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sisi gelap lainnya dari Tadika Mesra adalah kurikulum yang digunakan. Saya nggak ngerti kurikulum apa yang digunakan di Tadika Mesra. Tapi, kalau dilihat-lihat, pembelajaran di Tadika Mesra itu seperti berat sekali. Ada sistem pencernaan, tata surya, virus, perkalian, dan masih banyak tema rumit lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, zaman saya masih TK, kegiatan di sekolah paling hanya nyanyi, menggambar, menebali huruf, dan mewarnai saja. Lha, ini bocah TK sudah disuruh mikir yang berat-berat? Padahal kalau dipikir-pikir lagi, ada aspek lain yang jauh lebih penting untuk dikembangkan di usia TK, yaitu perkembangan sosial dan emosional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada meminta anak-anak menghafalkan perkalian, bukankah lebih baik merancang kegiatan yang bisa menumbuhkan kemandirian, kepekaan sosial, kepercayaan diri, dan aspek psikologis lainnya? Jadi, perkembangan sosial emosional anak-anak Tadika Mesra bisa meningkat. Ehsan nggak manja lagi, Fizi nggak lagi jadi tukang bully, Ijat lebih percaya diri, dan hal-hal baik lainnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tugas di Tadika Mesra berat, kasihan anak-anak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain materi pembelajaran yang berat, pemberian tugas di Tadika Mesra juga nggak ngotak. Masih ingat nggak ketika Upin Ipin dan teman-teman diminta membuat maket? Wow, anak TK bikin maket dan diberi waktu satu hari doang. Hmm, dikira <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jateng\/budaya\/d-6607812\/kisah-bandung-bondowoso-dan-roro-jonggrang-legenda-candi-prambanan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandung Bondowoso<\/a> apa, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau memang tujuan pembelajaran yang mau dicapai adalah mengenalkan konsep rumah modern dan rumah tradisional, kenapa murid-murid Tadika Mesra tidak diajak berkeliling dan melihat objek secara langsung? Bukankah di dekat Tadika Mesra ada rumah Opah yang bisa mewakili rumah tradisional dan rumah Ehsan yang bisa mewakili rumah modern? Dengan begitu, pembelajaran jadi lebih nyata dan menyenangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tugas nggak ngotak lainnya adalah ketika Upin dan Ipin diminta untuk mempersiapkan pertunjukkan bertajuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gembala dan Biri-Biri<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bayangkan, bocah sekecil itu mempersiapkan semuanya sendiri. Ya latihan, ya kostum, ya properti! Untung ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-abang-saleh-dalam-serial-upin-ipin-yang-nggak-disadari-penonton\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Abang Saleh<\/a> yang kemudian membantu. Pertanyaannya adalah: gurunya kemana?<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah jadi perhatian warga Kampung Durian Runtuh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, saya jadi mikir jangan-jangan warga Kampung Durian Runtuh sudah sadar bahwa ada yang nggak beres dengan sekolahnya Upin Ipin. Buktinya, jumlah anak yang sekolah di Tadika Mesra tidaklah seberapa. Itu, di kelas Ceria, kelasnya Upin dan Ipin, muridnya hanya 12 orang saja. Bisa jadi, warga Kampung Durian Runtuh lebih memilih untuk menyekolahkan anak mereka ke kampung lain daripada ke Tadika Mesra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar, sih. Saya pun kalau jadi warga Kampung Durian Runtuh malas menyekolahkan anak saya di Tadika Mesra. Nggak sanggup akutu kalau tiba-tiba anak bilang, \u201cBu, disuruh Bu Guru bikin maket, besok dikumpulkan.\u201d Modyarrr!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-kelam-mail-upin-ipin-yang-nggak-disadari-banyak-orang\/\"><b>Sisi Kelam Mail dalam Serial Upin Ipin yang Nggak Disadari Banyak Orang<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tadika Mesra, sekolah Upin Ipin punya beberapa sisi gelap seperti bullying hingga kurikulum dan tugas yang berat.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":298751,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[15095,26415,16487,5855],"class_list":["post-298737","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-kampung-durian-runtuh","tag-sekolah-upin-ipin","tag-tadika-mesra","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298737","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=298737"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298737\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/298751"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=298737"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=298737"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=298737"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}