{"id":298703,"date":"2024-10-15T13:00:58","date_gmt":"2024-10-15T06:00:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=298703"},"modified":"2024-10-15T12:43:46","modified_gmt":"2024-10-15T05:43:46","slug":"hal-hal-lumrah-di-jember-tapi-nggak-wajar-di-sumenep-madura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hal-hal-lumrah-di-jember-tapi-nggak-wajar-di-sumenep-madura\/","title":{"rendered":"Hal-hal yang Biasa di Jember, tapi Nggak Lumrah di Sumenep Madura"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat saya berkunjung ke Jember, saya mengamati pola kehidupan orang-orang di sana. Ternyata banyak sekali perbedaannya dengan orang Sumenep Madura. Perbedaan-perbedaan itu semakin terasa ketika keluarga yang tinggal di Jember mampir ke Sumenep. Saya mendengar banyak cerita yang mengejutkan, bagi saya ya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh pengetahuan saya, ada banyak hal yang biasa saja di Jember, tapi nggak lumrah di Sumenep Madura. Tiga hal di bawah ini hanya beberapa di antaranya:<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Memproses tembakau jauh lebih rumit\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, menanam tembakau di Jember lebih rumit daripada di Sumenep. Di Jember, setelah panen, petani perlu memasukan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rekomendasi-merek-tembakau-untuk-tingwe-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tembakau<\/a> ke oven (pengasapan). Perlu juga ditusuk dengan irisan bambu terlebih dahulu. Satu irisan bambu muat untuk 4-6 daun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah melewati proses itu, daun tembakau kemudian dijemur biar kering. Proses ini bisa menghabiskan waktu 10-15 hari. Setelahnya baru dipisahkan. Daun yang keringnya bagus dijadikan satu dengan. Sementara yang gagangnya belum matang juga dikelompokkan menjadi satu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses seperti itu tidak dilakukan di Sumenep. Daun tembakau tidak perlu ditusuk-tusuk. Daun cukup dijejerkan, ditempel, atau disandarkan dari daun ke daun. Petani cukup menunggu 2 hari 2 malam hingga daun matang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dioven hingga daun menguning, daun tembakau kemudian dirajang, lalu ditaruh di gedek. Setelahnya dijemur cukup 2-3 hari. Ketika kering, daun digulung lalu dibungkus ke dalam tikar. Siap ditimbang dan petani akan menerima uang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kakek saya yang berasal dari Jambuan, Jember mengakui, proses oven hingga penjemuran tembakau di Sumenep jauh lebih gampang daripada di Jember. Bayangkan saja, kakek saya sudah memproses tembakau yang ditanam pada Mei lalu, hingga kini (Oktober) masih belum merasakan hasilnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara petani di Sumenep yang menanam pada Mei lalu, mayoritas sudah merasakan hasilnya pada bulan Oktober ini. Bahkan, ada juga yang hasil dari menanam itu sudah menipis.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Waktu tahlilan di Jember setelah Maghrib<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal kedua, yang biasa di Jember tapi tak lazim di perkampungan saya di Sumenep adalah waktu tahlilan. Di Sumenep tahlilan biasa dilakukan setelah Isyak. Beberapa keluarga saya yang berasal dari Jember kaget mengetahui hal ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katanya, di Jember, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kelakuan-menyebalkan-saat-tahlilan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tahlilan<\/a> orang meninggal lumrah dilaksanakan setelah Maghrib. Lalu kakek saya mempertegas. Andai kata da 2 keluarga yang menggelar tahlilan orang meninggal dan rumahnya berdekatan, maka salah satu tahlilan dilaksanakan setelah Ashar. Sementara tahlilan lainnya digelar setelah maghrib.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan kampung saya. Kalau hal seperti itu terjadi. Salah satu tahlilan akan digelar setelah magrib. Sementara tahlilan satunya setelah Isyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Ongkos pasang wifi yang murah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal lain yang sangat terasa perbedaannya adalah ongkos pasang wifi di Jember jauh lebih murah daripada di Sumenep. Di Jember, ongkos pemasangan WiFi di bawah Rp 300 ribu. Bahkan, kata kakak sepupu saya, ada yang ongkosnya cuma Rp150.000.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Sumenep, khususnya di desa saya di pelosok <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suka-duka-yang-saya-rasakan-saat-tinggal-di-pelosok-kecamatan-pasongsongan-sumenep\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecamatan Pasongsongan<\/a> beda jauh! Ongkos pemasangan WiFi di sini dari Rp400 ribu hingga Rp500 ribu. Ketika saudara besar saya di Jember mengetahui hal, mereka kaget bukan main.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas 3 hal yang biasa wajar saja di Jember, tapi ternyata tidak lumrah di Sumenep. Nah, kalau kebetulan sampean orang Sumenep Madura maupun warga Jember selesai membaca ini, jika punya pengalaman lain yang membedakan antar kedua kabupaten di<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jawa_Timur\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Jawa Timur<\/a> ini, bisalah ditambah apalagi yang biasa di Jember tapi tak lazim di Sumenep.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Zubairi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/universitas-trunojoyo-madura-banyak-mahasiswa-abadi\/\"> <b>Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa hal yang lumrah di Jember, tapi nggak biasa di Sumenep Madura. Salah satunya, Ongkos pasang wifi di Jember jauh lebih murah daripada Sumenep Madura. <\/p>\n","protected":false},"author":1367,"featured_media":299058,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8794,5020,16880,24728],"class_list":["post-298703","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jember","tag-madura","tag-sumenep","tag-sumenep-madura"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1367"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=298703"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298703\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/299058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=298703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=298703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=298703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}