{"id":298611,"date":"2024-10-11T11:46:18","date_gmt":"2024-10-11T04:46:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=298611"},"modified":"2024-10-11T11:46:18","modified_gmt":"2024-10-11T04:46:18","slug":"atlantis-land-surabaya-yang-pernah-jadi-primadona-kini-merana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/atlantis-land-surabaya-yang-pernah-jadi-primadona-kini-merana\/","title":{"rendered":"Atlantis Land Surabaya: Tempat Wisata yang Pernah Jadi Primadona Itu Sekarang Merana"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dahulu Atlantis Land Surabaya merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang ada di Surabaya. Tempat wisata ini bahkan pernah digadang-gadang mampu bersaing dengan Universal Studio di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/liburan-ke-singapura-bisa-hemat-kalau-ke-tempat-wisata-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Singapura<\/a>. Keren banget, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai namanya, Atlantis Land Surabaya mengusung tema legenda Atlantis. Lengkap dengan patung-patung, bangunan yang mirip kastil Disneyland dan berbagai jenis wahana. Namun, kejayaan tempat ini ternyata nggak bertahan lama. Tempat yang dulunya dipadati pengunjung, kini mulai meredup dan dilupakan keberadaannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Atlantis Land Surabaya s<\/b><b>udah jatuh tertimpa tangga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atlantis Land Surabaya pertama kali dibuka sekitar akhir 2017. Dibukanya tempat ini langsung menarik perhatian banyak masyarakat Surabaya, termasuk saya yang saat itu masih <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sma-komplek-surabaya-tidak-sehebat-itu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SMA<\/a>. Dan benar saja, pengalaman pertama saya ke sini memang menyenangkan. Terlebih, saya dibuat takjub dengan area wisata yang super luas. Jadi, nggak terasa sumpek meskipun pengunjungnya ramai banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, wisata ini juga menyediakan beberapa wahana yang menarik untuk dicoba, seperti dino land, water land, misteri atlantis, istana es, dan lain-lain. Itulah sebabnya Atlantis Land sering menjadi pilihan utama bagi keluarga dan muda-mudi untuk menghabiskan akhir pekan atau libur panjang di masa itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, popularitas wisata ini perlahan mulai merosot. Setelah sekitar 7 tahun beroperasi, Atlantis Land sekarang benar-benar kehilangan peminatnya. Saya nggak ngerti apa penyebab pastinya. Tapi, kalau boleh menebak, pandemi yang terjadi beberapa tahun lalu sepertinya menjadi biang kerok sepinya tempat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beruntungnya, Atlantis Land bisa melewati masa sulit pandemi dan perlahan-lahan bangkit. Pengunjung mulai berdatangan, menjajal berbagai wahana untuk menghibur diri setelah sekian lama terkurung di rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, hal buruk kembali menimpa Atlantis Land. Sekitar bulan Mei 2022, terjadi<\/span><a href=\"https:\/\/surabaya.kompas.com\/read\/2022\/05\/08\/062100778\/tragedi-ambrolnya-perosotan-kenjeran-park-surabaya?page=all\"> <span style=\"font-weight: 400;\">insiden perosotan ambruk<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di area water land yang menyebabkan puluhan korban mengalami trauma dan cedera. Sejak kejadian tersebut, tempat ini kembali ditutup untuk kepentingan investigasi dan semacamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Insiden tersebut menyebabkan banyak orang trust issue dengan keamanan wahana di tempat ini. Tak hanya itu, beberapa orang bahkan menganggap tempat ini punya aura mistis yang bisa membuat siapa saja merinding. Tempat yang awalnya lekat dengan kesenangan dan keceriaan, kini berubah menjadi tempat yang suram.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mencoba untuk bangkit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu, saya memutuskan untuk mengunjungi tempat ini karena penasaran dengan kondisinya. Untuk tiket masuk, saya perlu membayar Rp100.000, termasuk biaya masuk Kenjeran Park Surabaya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang langsung saya sadari begitu menginjakkan kaki di Atlantis Land Surabaya adalah nggak ada pengunjung lain. Benar-benar cuma saya dan beberapa petugas wahana. Awalnya saya kira karena saya datang di hari kerja, tapi menurut cerita beberapa petugas, ternyata memang tempat ini sepi setiap hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga berkeliling untuk melihat kondisi wahana yang ada. Beberapa wahana masih beroperasi, tapi ada juga yang mangkrak. Selain itu, yang lebih menjadi sorotan saya adalah banyak area di tempat ini yang kotornya kebangetan, termasuk di kolam renangnya. Praktis, pengalaman ini membuat saya menyesal karena mengeluarkan biaya mahal untuk sesuatu yang nggak sebanding dengan harganya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, saya melihat beberapa upaya terus dilakukan agar Atlantis Land Surabaya kembali hidup. Misalnya, aktif promosi di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/konten-tiktok-jadi-standar-hidup-masa-bahagia-saja-harus-mengekor-orang-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">TikTok<\/a> dan Instagram. Bukan cuma itu, tempat ini juga sempat digunakan sebagai venue konser pada 24\u201325 Mei 2024 lalu. Sayangnya, upaya tersebut belum memberikan hasil yang signifikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kunjungan beberapa waktu lalu memang lebih banyak kecewa daripada senangnya. Namun, saya tetap berharap Atlantis Land Surabaya bisa kembali hidup suatu hari nanti. Sebab, tempat ini punya potensi yang cukup menjanjikan, hanya saja memang perlu banyak pembenahan di berbagai sisi. Lagi pula, membiarkan bangunan sebesar ini mangkrak juga bukan ide yang bagus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dito Yudhistira Iksandy<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jembatan-bambu-wonorejo-surabaya-habiskan-miliaran-dibiarkan-rusak-berantakan\/\"><b>Jembatan Bambu Wonorejo Surabaya Dibangun dengan Dana Miliaran Hanya untuk Dibiarkan Rusak dan Berantakan<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Atlantis Land Surabaya pernah jadi primadona sebelum merana seperti sekarang ini. Pandemi dan insiden perosotan ambruk jadi biang keroknya.  <\/p>\n","protected":false},"author":2368,"featured_media":298614,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[405,26405,26404],"class_list":["post-298611","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-surabaya","tag-wisata-atlantis-land","tag-wisata-atlantis-land-surabaya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298611","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2368"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=298611"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298611\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/298614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=298611"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=298611"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=298611"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}