{"id":297882,"date":"2024-10-05T13:31:35","date_gmt":"2024-10-05T06:31:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=297882"},"modified":"2024-10-05T13:31:35","modified_gmt":"2024-10-05T06:31:35","slug":"susahnya-jadi-pengendara-sepeda-motor-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/susahnya-jadi-pengendara-sepeda-motor-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Susahnya Jadi Pengendara Sepeda Motor di Indonesia: Bahan Bakarnya Kotor, Jalannya Remuk, Penerangan Jalan Semakin Remuk!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi pengendara sepeda motor di Indonesia makin hari makin menyedihkan dan serba salah. Sudah harga motor makin mahal, komponen penunjangnya ikutan makin mahal, tambah pajaknya juga ada-ada aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini serius, saya bukan sedang lebay atau gimana. Rasa-rasanya, berat kali punya sepeda motor. Padahal ya, orang beli motor kan biar irit ya. Beli mobil berat kali, transportasi umum tidak bisa diandalkan, ya pilihannya cuman motor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu pun kalau beli motor pake nyicil, masih dinyinyir. Alamak, susah kali hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isu-isu tentang sepeda motor pun tidak ada yang menyenangkan. Terbaru, ada kabar bahwa Pertamax ternyata kotor. Padahal, kebanyakan motor sekarang disarankan pakai Pertamax. Lha ini maksudnya gimana coba, motor-motor disuruh pakai bahan bakar tertentu, tapi efek ke mesinnya bisa jadi buruk. Logikane kepie?<\/span><\/p>\n<h2><strong>Jalan remuk, padahal velg sepeda motor mahal<\/strong><\/h2>\n<p>Meski ini tak hanya keluhan pengendara motor, tapi tetap harus saya masukkan. Yaitu, keluhan tentang kondisi jalan.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tahu, kondisi jalan di Indonesia ini buruknya minta ampun. Kalau kalian bilang pembangunan Indonesia ini Jawasentris, saya bisa setuju bisa tidak. Sebab, yang di Jawa aja, jalannya banyak banget yang remuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan remuk ini efeknya buanyak. Yang pasti, waktu tempuh perjalanan jadi lebih lama, alhasil memotong waktu untuk produktif. Selain itu, perkara keselamatan. Amit-amit, kalau kena lubang, pengendara bisa jatuh. Kalau nggak jatuh, bisa jadi velg ancur. Nah, bagian ini yang bikin saya meradang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Velg sepeda motor masa kini itu mahal-mahal. Contoh velg Honda PCX 150. Untuk yang varian standar saja, harganya bervariasi dari 550-900 ribu PER BIJI. Kalian pasti nggak gegabah beli yang murah dong, karena bisa jadi kualitasnya buruk. Kalau kalian masih sayang nyawa, pasti nggak akan beli velg yang seadanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, duit segitu udah dapet velg satu set. Sekarang, jancuk-jancuk, opo-opo larang. Asu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau velgnya aman, bisa jadi bannya bocor atau sobek. Kalau ban sepeda motor sobek, ya harus diganti. Ban juga mahal. Asu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Dihajar takdir, digencet negara<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendara sepeda motor juga harus menerima fakta bahwa per 2025 warga <a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/market\/20240725133117-17-557576\/heboh-asuransi-wajib-motor-dan-mobil-berlaku-2025-jokowi-buka-suara\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wajib bayar asuransi<\/a> (atau iuran apalah itu, banyak banget). Niatnya sih bagus, oke, asuransi itu butuh. Tapi, kalau udah punya asuransi di luar, masak harus nambah lagi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini masih harus ditambah iuran lain macam Tapera dan sejenisnya. Memang bukan beban yang muncul dari sepeda motor, tapi tetap saja menekan ekonomi pemiliknya kan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sebagai pengendara sepeda motor, sebenarnya nggak masalah banget kalau pajak-pajak yang ada itu benar-benar buat rakyat. Jalan mulus, penerangan jalannya proper, polisi menindak pengendara motor yang sambil merokok, lalu kualitas jalannya bagus. Tapi kita emang dapat itu? Jawabnya jelas banget, nggak!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya kan yang terjadi sebaliknya. Jalan mulus hanya waktu pilkada mau mulai. Begitu pemerintahan jalan, ya remuk lagi selama lima tahun tanpa pembenahan. Penerangan jalan di Indonesia buruknya setengah mati. Udah tahu Indonesia negara dengan curah hujan tinggi, tapi lampu jalannya pake LED. Udah gitu, lampu LED-nya nggak sampe 3 bulan rusak. Alah-alah, ki opo jane.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya kok jadi kelas menengah ke bawah kok makin sulit ya. Saya terima aja sebenarnya kalau hidup memang berat. Tapi masak segala lini kehidupan kayak dihantam dan nggak dipedulikan sama negara. Cuma mau naik sepeda motor dengan tenang aja susah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau memang begini nasibnya: dihajar takdir, digencet oleh negara?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/aktual\/nasib-jalan-kabupaten-rusak-di-sleman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Rusak di Sleman Lama Diabaikan: Jadi Wahana 1001 Lubang, Bupati Cuma Nambal, dan Rawan Kecelakaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jadi pengendara sepeda motor di Indonesia makin hari makin menyedihkan dan serba salah. Sudah harga motor makin mahal, komponen penunjangnya ikutan makin mahal, tambah pajaknya juga ada-ada aja. Ini serius, saya bukan sedang lebay atau gimana. Rasa-rasanya, berat kali punya sepeda motor. Padahal ya, orang beli motor kan biar irit ya. Beli mobil berat kali, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":297883,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[18636,7427,18042,9857],"class_list":["post-297882","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-kualitas-jalan","tag-pajak","tag-penerangan-jalan","tag-sepeda-motor"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=297882"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297882\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/297883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=297882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=297882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=297882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}