{"id":297870,"date":"2024-10-05T17:26:58","date_gmt":"2024-10-05T10:26:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=297870"},"modified":"2024-10-05T17:26:58","modified_gmt":"2024-10-05T10:26:58","slug":"slawi-tegal-punya-teh-dan-camilan-tahu-yang-layak-dipopulerkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/slawi-tegal-punya-teh-dan-camilan-tahu-yang-layak-dipopulerkan\/","title":{"rendered":"Teh dan Camilan Olahan Tahu Slawi Tegal, Layak Dikenal Lebih Banyak Orang seperti Warteg"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tegal dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kuliner\/tanda-unik-warteg-asli-tegal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Warung Tegal (Warteg)<\/a> dua hal yang tidak terpisahkan. Saya berani jamin, warteg menjadi salah satu hal yang terbesit ketika membicarakan daerah yang satu ini. Saya pun juga demikian. Bedanya, ketika membicarakan Kota Bahari saya juga teringat dengan Teh dan Tahu dari Slawi Tegal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ceritanya begini, setelah lulus SMP yang berkesempatan mondok di Kecamatan Slawi Tegal. Tepatnya, mondok di dekat Alun-alun Hanggawana Slawi. Asal tahu saja, daerah itu adalah pusat keramaian, ada banyak jajanan di sana. Ada 2 jajanan favorit yang selalu menemani saya kala itu. Apalagi kalau bukan tahu aci dan teh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua jajanan itu memang ikonik di Slawi. Kalau tidak ikonik, tidak mungkin sampai dibuatkan tugu di daerah dekat saya mondok. Tugu Teh Poci ada di Procot, dekat Masjid Agung. Sementara\u00a0 tugu tahu aci terletak di daerah Slawi Pos. Kehadiran dua tugu itu menegaskan betapa warga Slawi Tegal begitu bangga dengan dua jajanan itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Olahan tahu di Slawi yang nagih<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Slawi Tegal ada banyak camilan yang diolah dari tahu. Pertama, tentu saja <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tahu-aci-oleh-oleh-khas-tegal-yang-bikin-pembeli-resah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tahu aci<\/a>. Rasanya yang gurih ditambah dengan cabe, semakin membuat saya nagih ketika memakannya apalagi kalau masih panas. Mulut rasanya nggak capek-capek kalau makan tahu aci. Saya semakin girang karena menemukan camilan ini begitu mudah ketika saya mondok dahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tahu aci, olahan tahu lain yang saya temui adalah keripik tahu. Rasanya seperti tahu biasa dengan versi yang lebih kering. Ini juga jadi camilan favorit saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya sampai di situ, orang Slawi juga mengolah ampas tahu menjadi <a href=\"https:\/\/budaya-indonesia.org\/Kempong\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kempong<\/a>. Rasanya seperti tahu sebenarnya, hanya saja isian lebih tebal dan padat. Biasanya agak pedas dan teksturnya sedikit seret. Itu mengapa perlu siap sedia air putih ketika ngemil jajanan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Teh dan budaya moci<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya baru tahu kalau Tegal ada rumah bagi para produsen teh dengan merek-merek ternama. Sebut saja Teh Poci, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-teh-botol-sosro-tetap-eksis-hingga-kini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teh Sosro<\/a>, Teh Dua Tang dan lain-lain. Teh-teh besar itu ternyata diproduksi di Tegal. Pernah suatu kali saya mampir ke Banjaran, di sana berjejer pabrik-pabrik yang mengolah teh. Satu hal yang paling saya ingat adalah wanginya, bikin kangen masa-masa di Slawi Tegal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak heran kalau orang-orang di Tegal punya budaya ngeteh yang kental dan agak berbeda dibanding daerah-daerah lain. Biasanya teh disajikan dalam sebuah poci. Itu lho, wadah teh yang terbuat dari tanah liat. Teh dimasukkan dalam keadaan panas, didiamkan beberapa saat baru disajikan. Inilah yang disebut sebagai budaya moci. Sayangnya, perlahan, budaya moci ini mulai ditinggalkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah sedikit cerita bagaimana perantauan saya di Slawi membuka wawasan yang lebih luas terkait Tegal. Berkat merantau saya jadi tahu kalau teh dan camilan olahan tahu Slawi Tegal nggak kalah nikmat dibanding warteg. Saya rasa dua hal ini pantas dipopulerkan, supaya nggak warteg melulu yang dikenal orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Kayyis Kholil Ahmad<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kuliner-tegal-enak-yang-layak-dikenal-lebih-banyak-orang\/\"><b>5 Kuliner Tegal yang Layak Dikenal Lebih Luas, Ayo Orang Tegal Jangan Buka Warteg Melulu<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Slawi Tegal punya jajanan olahan tahu dan teh yang layak dipopulerkan sebagai kuliner dari Tegal, supaya nggak warteg melulu yang dikenal. <\/p>\n","protected":false},"author":2774,"featured_media":297916,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[18483,11911,26342,2857],"class_list":["post-297870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-kuliner-tegal","tag-slawi","tag-slawi-tehal","tag-tegal"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2774"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=297870"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297870\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/297916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=297870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=297870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=297870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}