{"id":297584,"date":"2024-10-03T11:49:12","date_gmt":"2024-10-03T04:49:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=297584"},"modified":"2024-10-03T11:50:09","modified_gmt":"2024-10-03T04:50:09","slug":"stasiun-kediri-kian-memikat-dengan-lagu-dan-lokomotif-tua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-kediri-kian-memikat-dengan-lagu-dan-lokomotif-tua\/","title":{"rendered":"Stasiun Kediri Kian Memikat dengan Alunan Lagu dan Lokomotif Ratusan Tahun"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lama ini renovasi Stasiun Kediri sudah selesai. Stasiun yang terletak di <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Balowerti, Kediri itu tetap mempertahankan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gaya arsitektur <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-peninggalan-kolonial-belanda-di-kediri-yang-jarang-diketahui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">peninggalan Hindia-Belanda<\/a> dengan fasilitas yang lebih memadai. Kini penumpang bisa naik-turun kereta dengan lebih nyaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain fasilitas yang semakin oke, stasiun ini banyak berbenah pada hal lain. Beberapa di antaranya penggunaan lagu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">untuk menyambut kedatangan kereta dan kehadiran lokomotif lawas sebagai ikon.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Lagu <\/b><b><i>Kediri Kuthane <\/i><\/b><b>jadi ciri khas baru<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kondisi fisik, salah satu hal baru dan unik dari Stasiun Kediri saat ini adalah pemutara lagu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kediri Kuthane<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ketika kereta api datang. Mungkin hal ini wajar di daerah-daerah lain, tapi di stasiun ini pemutaran musik ini benar-benar baru. Jujur saja, walau tampak sederhana, ide memutar lagu ini bikin warga Kediri terpesona.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit informasi, <em>Kediri Kuthane<\/em> adalah lagu karya Soeparwoto (alm). Lagu ini menceritakan tentang keindahan kota Kediri, mulai dari wisata, kuliner, tempat bersejarah,<a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/sisi-gelap-pondok-pesantren\/\"> pondok pesantren<\/a>, hingga kultur masyarakatnya yang beragam dan mempunyai karakteristik tersendiri. Kalau kalian penasaran, di bawah ini lirik lengkapnya.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Pancen nyata endah lan asrine,<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Memang nyata indah dan asrinya,)<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yen disawang kuthaku Kediri.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Bila dipandang kotaku Kediri.)<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tengah kutha kali Brantas mili,<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Tengah kota sungai Brantas mengalir,)<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Taman-tamane nambah edi peni.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Taman-tamannya menambah indah dan bagus sekali.)<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pegunungan Wilis sarta Kelud,<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Pegunungan Wilis serta Kelud,)<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingkang ngapit minangka pagere.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Yang mengapit sebagai pagarnya.)<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahu kuning kripik bekicote,<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Tahu kuning Kripik bekicotnya,)<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gethuk gedhang produksi rakyate.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Gethuk pisang produksi rakyatnya.)<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pancen nyata endah lan asrine,<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Memang nyata indah dan asrinya,)<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aja lali pondok pesantrene.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Jangan lupa Pondok Pesantrennya.)<\/span><\/i><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Lokomotif berusia ratusan tahun jadi ikon Stasiun Kediri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stasiun Kediri kini memajang lokomotif C1140 yang kabarnya berusia kurang lebih sekitar 150 tahun. Perlahan lokomotif kereta C1140 jadi perbincangan warga dan langsung menjadi ikon stasiun. Tidak sedikit penumpang dan pengunjung yang berfoto di depan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/transportasi\/miniatur-lokomotif-dd5208-yang-langka-di-indonesia-ada-di-stasiun-tugu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lokomotif berusia ratusan tahun<\/a> itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, tidak sedikit pengunjung dari daerah lain menyempatkan diri untuk berfoto dengan lokomotif ini. Kebanyakan dari mereka adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Penggila_kereta_api\">railfans<\/a> atau penggemar kereta<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, lokomotif C1140 memang punya nilai sejarah. Dilansir dari Radar Kediri, keberadaan lokomotif C1140 ini memiliki peran penting untuk kemajuan transportasi Jawa Timur. Selain itu, lokomotif C1140 ini merupakan satu jenis lokomotif uap C11 yang pernah beroperasi di wilayah DAOP 7 Madiun dengan kecepatan maksimum 50 km\/jam. Antara tahun 1879 dan 1891, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Staatsspoorwegen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (SS) dari Jerman membeli lokomotif ini untuk digunakan di kota-kota besar di Jawa Timur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masanya, lokomotif ini memegang tongkat estafet untuk pertumbuhan ekonomi dan kemajuan transportasi. Hanya ada satu unit lokomotif dengan nomor seri C1140 yang kini berada di halaman stasiun dari sejumlah unit yang dibawa ke Indonesia pada saat itu. Kota Kediri adalah kota kedua setelah Madiun yang menjadi lokasi peletakan lokomotif uap PT KAI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa hal baru dari Stasiun Kediri. Kini stasiun yang berdiri sejak 1882 itu semakin memikat. Fasilitasnya kian memadai, tidak lupa lagu daerah dan lokomotif lawas yang menambah keunikan stasiun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Najwa Filzah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-krl-jakarta-paling-ikonik-bisa-jadi-sarana-rekreasi\/\"><b>5 Stasiun KRL Paling Ikonik di Jakarta, Bisa Jadi Sarana Rekreasi Murah Meriah<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stasiun Kediri semakin memikat setelah renovasi. Selain perbaikan fasilitas, stasiun kini punya lagu dan lokomotif tua yang ikonik. <\/p>\n","protected":false},"author":2580,"featured_media":297638,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[6470,1154,1792,26310],"class_list":["post-297584","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-kediri","tag-kereta-api","tag-stasiun","tag-stasiun-kediri"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297584","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=297584"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297584\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/297638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=297584"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=297584"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=297584"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}