{"id":29757,"date":"2020-03-14T12:53:51","date_gmt":"2020-03-14T05:53:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=29757"},"modified":"2025-10-01T15:55:54","modified_gmt":"2025-10-01T08:55:54","slug":"lagu-sedih-bikin-nangis-untuk-patah-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lagu-sedih-bikin-nangis-untuk-patah-hati\/","title":{"rendered":"Rekomendasi Lagu Sedih yang Bikin Nangis biar Patah Hati Kamu Makin Khusyu"},"content":{"rendered":"<p><em>Dengar lagu sedih itu jadi kebutuhan kalau kita lagi patah hati.<\/em><\/p>\n<p>Katanya, selain otak, ada hal unik yang dimiliki manusia yang bernama perasaan. Katanya juga kinerja perasaan ini yang hampir tidak bisa ditiru oleh <em>artificial intelligence<\/em>. Seperti perasaan patah hati. Iya, yang rasanya nyesek itu. Yang membuat duniamu tiba-tiba hancur dalam sekejap.<\/p>\n<p>Saya sering menemukan <em>thread<\/em> berisi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jatuh-cinta-dan-patah-hatilah-dengan-bahagia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">cerita patah hati<\/a> entah karena perbedaan pendapat, keyakinan, selingkuh, atau karena memang sudah jalannya berpisah. Entah kenapa, semua cerita patah hati membuat saya tiba-tiba mengenang masa lalu. Iya, saya pernah dan berulang kali patah hati. Saya pikir itu manusiawi dan saya tidak sendiri. <em>Hehehe<\/em><\/p>\n<p>Saya sering mendengar bahwa pertemuan dan perpisahan itu satu paket. Ketika kita berani bertemu lalu saling mencinta, maka kita juga harus siap jika nanti akan berpisah. Izinkan saya mengutip <em>quotes<\/em> anonim yang saya temukan di Twitter, \u201cyang dulu berusaha saling membahagiakan, sekarang berusaha saling melupakan\u201d.<\/p>\n<p>Tetapi, di balik perasaan patah hati selalu ada alasan untuk bangkit. Saya coba pinjam <em>quotes<\/em> yang pernah di<em>posting<\/em> oleh Mbak Dea Safira, dokter gigi dan aktivis perempuan, kurang lebih isinya seperti ini \u201cI was born without you, so I can live without you\u201d. Jadi, yang sering bilang aku nggak bisa hidup tanpa kamu, silakan timpuk kepalanya pakek botol sirup. Halu banget.<\/p>\n<p>Ketika baru patah hati, saya (dan mungkin beberapa orang) senang mendengar lagu sedih dengan <a href=\"https:\/\/www.vice.com\/id\/article\/alasan-ilmiah-kita-terobsesi-mendengar-lagu-lagu-galau-setelah-patah-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">musik yang membuat hati semakin ambyar<\/a>. Bukan bermaksud mengguggat para sobat ambyar yang menertawakan patah hati sambil jogetan, saya hanya mencoba lebih manusiawi. Ya kalau patah hati, ya sedih. Tapi, sedihnya sebentar saja jangan kebablasan.<\/p>\n<p>Nah, ada beberapa lagu sedih yang mendukung suasana patah hati jadi semakin potek. Kata teman saya \u201cdangarkan sampai kering banyu mata\u201d artinya dengarkan lagunya hingga air mata kering sampai tidak ada alasan untuk menangis lagi lalu mulai hidupmu seperti biasa.<\/p>\n<h4><strong>I Almost Do (Taylor Swift)<\/strong><\/h4>\n<p>Soal lagu patah hati, saya pikir Taylor Swift jagonya bikin lirik yang membuat hati semakin tersayat.\u00a0Kalian setrong sekali kalau tidak menangis mendengar part ini. Kata Mbak Taylor begini:<\/p>\n<p><em>And I just wanna tell you<br \/>\n<\/em><em>It takes everything in me not to call you<br \/>\n<\/em><em>&#8230;<br \/>\n<\/em><em>I bet, you sitting in your chair by the windows<br \/>\n<\/em><em>Looking out to the city<br \/>\n<\/em><em>And I hope sometimes you wonder about me<\/em><\/p>\n<h4><strong>Pura-Pura Lupa (Mahen)<\/strong><\/h4>\n<p>Lagu ini baru saja dirilis tahun lalu. Coba dirilisnya dari dulu-dulu, pasti sudah saya putar berulang-ulang, berharap si mantan membaca satus BBM \u201c Winda sedang mendengarkan Pura-Pura Lupa_Mahen\u201d. Lirik yang membuat nangis semakin kejer adalah:<\/p>\n<p><em>Bahagiakan dia<br \/>\n<\/em><em>Aku tak apa<br \/>\n<\/em><em>Biar aku yang pura-pura &#8230;. Lupa<\/em><\/p>\n<h4><strong>Tenda Biru (Desy Ratnasari)<\/strong><\/h4>\n<p>Lirik awalnya saja sudah bikin mewek apalagi kalau menghayati sampai akhir lagu. Durasi panjang sekitar 5 menit, cukup membuat hati semakin terkoyak.<\/p>\n<p><em>Tak percaya tapi ini terjadi<br \/>\nKau bersanding duduk di pelaminan<\/em><\/p>\n<h4><strong>Someone Like You (Adele)<\/strong><\/h4>\n<p>Sebelas dua belas dengan Tenda Biru. Yang membedakan, Adele lebih legowo menerima perpisahan dan masih berdoa untuk kebahagiaan dia. Ia juga menegaskan akan segera <em>move on<\/em>.<\/p>\n<p><em>Never mind, I&#8217;ll find someone like you<br \/>\nI wish nothing but the best for you, too<\/em><\/p>\n<h4><strong>Merana (Rita Sugiarto)<\/strong><\/h4>\n<p>Kalau kamu cuma tahu lagu \u201ckalau ada makanan di meja, mejanya yang ku makan\u201d kamu belum bisa dikatakan penggemar musik dangdut. Masih ecek-ecek suka dangdutnya. Hehe. Bunda Rita juga mempersembahkan lagu patah hati bagi kita yang baru saja dicampakkan.<\/p>\n<p><em>Namun kucoba selalu<br \/>\nMelupakan dirimu<br \/>\nMenghapuskan cintaku<br \/>\nSampai waktu &#8216;kan berlalu<\/em><\/p>\n<p><em>Biarlah kecewa<br \/>\nBiarlah merana<\/em><\/p>\n<p>Duh, ini mah terkesan pasrah banget.<\/p>\n<h4><strong>Benang Biru (Meggie Z)<\/strong><\/h4>\n<p>Patah hati tanpa Benang Biru, ibarat makan samyang tapi nggak pedes. Ya walaupun musiknya tidak mendayu-dayu seperti yang lain, tetapi liriknya boleh lah mengaduk-aduk hatimu.<\/p>\n<p><em>Sekarang aku putuskan berpisah denganmu<br \/>\nOrang lain berlabu aku yang tenggelam<\/em><\/p>\n<h4><strong>Kegagalan Cinta (Rhoma Irama)<\/strong><\/h4>\n<p>Ini sih lagu buat pemula. Khusus buat orang yang baru pertama kali patah hati. Katanya janji nggak mau patah hati lagi, eh tapi&#8230; ya sudahlah. Ini kutipan lirik terpedih tapi populer.<\/p>\n<p><em>Kau yang mulai kau yang mengakhiri<br \/>\nKau yang berjanji kau yang mengingkari<br \/>\nKau yang mulai kau yang mengakhiri<br \/>\nKau yang berjanji kau yang mengingkari<\/em><\/p>\n<h4><strong>My Love (Lee Hi, OST Scarlet Heart Ryo)<\/strong><\/h4>\n<p>Lagu ini cocok diputar berulang-ulang selama seharian penuh. Kalian akan semakin sedih karena liriknya berbahasa Korea. Mau ikutan nyanyi, tetapi pelafalannya susah sekali. Ya sudah, cukup didengarkan saja. Ini part yang paling sedih, sumpah!<\/p>\n<p><em>Naege irul su eobtneun inyeoniran\u00a0 ijeoyaman haneun saram <\/em><\/p>\n<p>Selamat menikmati! Sedihnya jangan lama-lama. Ingat \u201cYou were born without him\/her, so you can live wothout him\/her too\u201d.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kiat-kiat-mengobati-patah-hati-di-kota-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kiat-Kiat Mengobati Patah Hati di Kota Jogja<\/a> <strong>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/winda-ariani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Winda Ariani<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika baru patah hati, saya senang mendengar lagu sedih yang bikin pengin nangis biar sedihnya makin khusyu, cepat selesai, dan bisa move on lagi. <\/p>\n","protected":false},"author":386,"featured_media":29921,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","format":"standard","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[167,60,2087],"class_list":["post-29757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-pacaran","tag-patah-hati","tag-putus-cinta"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/386"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29757"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29757\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}