{"id":2975,"date":"2019-06-04T19:15:55","date_gmt":"2019-06-04T12:15:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=2975"},"modified":"2022-01-17T15:16:05","modified_gmt":"2022-01-17T08:16:05","slug":"surat-terbuka-untuk-takmir-masjid-jelang-berakhirnya-bulan-ramadan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surat-terbuka-untuk-takmir-masjid-jelang-berakhirnya-bulan-ramadan\/","title":{"rendered":"Surat Terbuka Untuk Takmir Masjid Jelang Berakhirnya Bulan Ramadan"},"content":{"rendered":"<p>Salam ta\u2019dhim kepada seluruh takmir dan jajaran pengurus serta semua orang yang bersama-sama berupaya memakmurkan masjid..<\/p>\n<p>Gema takbir segera berkumandang, menandakan hari baru telah datang\u2014menandai pula akhir dari bulan Ramadan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saya\u2014selaku pengguna masjid yang menikmati fasilitas yang disediakan di sana\u2014mengucapkan banyak terimakasih kepada para takmir masjid yang telah berkomitmen untuk menjada kebersihan tempat serta fasilitas ibadah. Begitu pula saya juga berterimakasih kepada para takmir yang mengabaikan kebersihan karpet, mukena serta kamar mandi sehingga saya bisa belajar sesuatu, apa itu? Ya jelas, untuk tidak kembali dan merekomendasikan kepada teman untuk tidak mengunjungi. Biar saya saja yang <em>ngempet<\/em>\u00a0dan jangan lagi yang lain.<\/p>\n<p>Salah satu bagian favorit saya saat jalan-jalan\u2014ya main ke masjidnya. Dengan ekspektasi yang selalu tinggi bahwa masjid adalah tempat ngadem dan berteduh yang gratis dan nyaman\u2014tapi nyatanya nggak jarang saya mendapati masjid yang tidak lebih nyaman <a href=\"https:\/\/tirto.id\/pt-transjakarta-masih-hitung-kerugian-halte-rusak-saat-aksi-22-mei-dW7K\">dibanding halte bus<\/a>. Sebut saja inisialnya masjid Istiqlal yang ikonik atau masjid Raya Bandung yang juga tersohor, tidak semegah namanya serta tampak luarnya (kalau di-<em>shoot<\/em> pake drone) kondisi kebersihannya\u2014menurut saya sudah sampai pada tahap lumayan menyedihkan.<\/p>\n<p>Toilet yang kurang memadai untuk mengimbangi kapasitas masjid dalam menampung jamaah, bahkan serambi masjid Raya Bandung yang sanggup membuat saya berjanji untuk tidak datang lagi. Bagi kawan-kawan yang pernah istirahat atau sekedar berteduh menunggu hujan reda di sana, pasti paham bagaimana kondisi serambi yang digunakan juga oleh para pedagang asongan untuk bersembunyi dari Satpol PP.<\/p>\n<p>Tapi ada juga masjid-masjid yang selalu saya rekomendasikan pada siapapun yang berkunjung, masjid UIN Jakarta, Masjid UNJ dan masjid-masjid atau musala kecil tidak terkenal namun kebersihannya patut diacungi jempol\u2014musala Gasibu Bandung misalnya, atau masjid di pertigaan menuju Warung Kopi Klotok, dan banyak lagi lainnya. Oleh karenanya atas nama jamaah, saya mengucapkan terimakasih pada para takmir.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, menyambut Ramdan biasanya masjid-masjid memiliki program tertentu seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/agm\/ulasan\/pojokan\/susahnya-punya-tampang-yang-tak-layak-bagi-bagi-makanan-gratis\/\">buka puasa gratis<\/a>, takjil gratis serta membuka masjid 24 jam untuk <em>i\u2019tikaf<\/em> pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Saya juga termasuk satu di antara banyak orang yang menikmati takjil dan buka puasa gratis yang disediakan di masjid-masjid\u2014sekali lagi terimakasih takmir. Mungkin untuk program yang satu ini memang cocok untuk dijadikan endemik program saat puasa mengingat bahwa semarak puasa yang paling besar ya memang saat bulan Ramadan\u2014bulan lain mah boro-boro puasa, nggak telat ngampus dan ngantor aja cakep.<\/p>\n<p>Tapi pak takmir, saya punya satu pertanyaan terpendam dari semua uneg-uneg di atas. Kenapa masjid dibuka 24 jam untuk <span style=\"text-decoration: line-through;\">menampung orang tidur<\/span> <em>i\u2019tikaf<\/em> hanya pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan? Saya juga tahu kalau pada hari-hari itu orang akan mengejar malam yang lebih berharga dari seribu bulan\u2014<em>lailatul qadr<\/em>\u2014tapi apakah kita lupa apa sesungguhnya esensi Ramadan? Bulan untuk melatih diri mengendalikan hawa nafsu. Namanya latihan pasti untuk mempersiapkan sesuatu kan ? Menurut saya, justru \u201cpraktik\u201d nyata pasca pelatihan ini ialah sebelas bulan di luar Ramadan, lantas kalau di saat latihan kami semua difasilitasi untuk <em>i\u2019tikaf<\/em> namun bulan-bulan selanjutnya tidak\u2014lha mau praktiknya gimana? Apa iya kami harus nunggu setahun sekali untuk latihan lagi\u2014dan begitu seterusnya?<\/p>\n<p><em>Halah<\/em>, paling kalau nggak Ramadan orang ke masjid cuma numpang tidur. Iya memang\u2014sekedar melepas penat dari perjalanan jauh, numpang berteduh, berdiskusi sejenak dan hal lain yang nampaknya tidak bernilai ibadah. Tapi apa kita semua tidak ingat bagaimana makmurnya masjid pada zaman Rasulullah? Masjid nggak cuma dipake salat dan baca Alquran yang tampak seperti ibadah, tapi juga buat latihan memanah, tempat diskusi bahkan menampung para sufi <del datetime=\"2019-06-04T11:46:55+00:00\"><del datetime=\"2019-06-04T11:46:55+00:00\">yang <span style=\"text-decoration: line-through;\">h<\/span><\/del>omeless<\/del> di serambi masjidnya. Supaya apa? Ya supaya masyarakatnya jamaahnya merasa nyaman untuk berlama-lama di masjid,<\/p>\n<p>Lama-lama kalau sudah kerasan tanpa harus diminta pasti akan datang sendiri\u2014ikut merawat karena merasa memiliki. Oleh karena itu, kepada para takmir yang saya ta\u2019dhimi, selepas Ramadan ini tolong jangan ada lagi pengusiran kepada kami yang terlihat tidak beribadah untuk masuk ke masjid. Biarkan kami menjemput suka cita hingga hati kami terpaut dengan sendirinya kepada masjid. Supaya makmurnya masjid tidak hanya karena takjil, tapi karena <em>kerasan<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para takmir masjid yang telah berkomitmen untuk menjada kebersihan tempat serta fasilitas ibadah.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":3003,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[781,342,53,784],"class_list":["post-2975","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-idul-fitri","tag-lebaran","tag-ramadan","tag-takmir-masjid"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2975"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2975\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}