{"id":2974,"date":"2019-06-05T08:00:59","date_gmt":"2019-06-05T01:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=2974"},"modified":"2022-01-17T15:15:23","modified_gmt":"2022-01-17T08:15:23","slug":"pak-tua-itu-lebaran-di-penjara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pak-tua-itu-lebaran-di-penjara\/","title":{"rendered":"Pak Tua itu Lebaran di Penjara"},"content":{"rendered":"<p>Pasar Kecamatan Sugih Tanpa Banda di siang hari. Pak Tua itu baru saja turun dari motornya, dibiarkanlah motor yang nafasnya sudah terpenggal-penggal oleh karat itu tanpa dikunci stang. Lalu sejurus kemudian, ia melangkah gesit, langkah kaki Pak Tua entah mengapa berjalan begitu cepat, seperti ada yang ingin lekas dia dapatkan.<\/p>\n<p>Ya, lelaki tua datang ke Pasar Sugih Tanpa Banda ini untuk mencari baju lebaran. Tapi bukan untuk membeli, dia akan mencuri baju lebaran untuk anak semata wayangnya\u2014anak perempuan yang semalam suntuk nangis menggigir memecah hening, barangkali juga memecah <em>lailatur qadar<\/em>.<\/p>\n<p>Jangan tanya apa yang akan dia lakukan ketika anak perempuannya menangis? Apakah ia bersujud memohon uang kepada Tuhan Sang Pemberi Rezeki? Tidak! Pak Tua hanya berdiam diri\u2014mematung sembari sesekali menelan ludah.<\/p>\n<p>Hidup yang penuh misteri dan teka-teki ini banyak menyimpan rahasia\u2014lebih-lebih pada hari menjelang Idul Fitri. Seseorang yang hampir sebulan penuh khusyuk beribadah di bulan Ramadan\u2014namun begitu keadaan menghimpit, esok harinya bisa saja ia akan menjadi sosok lain yang amat mengerikan. Dialah Pak Tua\u2014seseorang yang akan menjadi pencuri pakaian di pasar!<\/p>\n<p>Sepanjang toko berjejer di Pasar STB (Sugih Tanpa Banda), Pak Tua berjalan mengitarinya. Ia menghela nafas panjang sembari merapal mantra.<\/p>\n<p><em>Manteb ing kalbu<\/em><\/p>\n<p><em>Iso dadi sangu<\/em><\/p>\n<p><em>Manteb ing ati<\/em><\/p>\n<p><em>Ora gampang ketemu pati<\/em><\/p>\n<p><em>Kejobo kersane kang morbengdumadi<\/em><\/p>\n<p><em>Ji-aji-aji-aji<\/em><\/p>\n<p><em>Ajining rogo kerono diusahakno<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mantra telah dirapal, hati Pak Tua semakin mantap, mengobarkan nyalinya yang naik turun lantaran seumur hidupnya ia tak pernah menjadi maling. Dia yang hanya mempunyai kesibukan sebagai marbot masjid itu kini akan segera menjadi maling pakaian.<\/p>\n<p>Terlihat baju anak-anak bergambar ketupat terpajang mentereng di deretan beranda Toko Digdoyo. Mata Pak Tua melotot, hatinya berdegup kencang.<\/p>\n<p>\u201cIni yang kucari\u2014cocok. Anakku pasti menyukainya dan anakku tak akan menangis lagi.\u201d<\/p>\n<p>\u201cLihatlah, Nak.\u201d kata Pak Tua itu dalam hatinya. \u201cKini bapakmu yang biasa membersihkan dan mengumandangkan azan di masjid\u2014akan menjadi seorang maling. Jangan berkecil hati lantaran punya bapak seperti aku. Lihatlah, Nak. Bapakmu akan mempercantik dirimu dengan hasil curian. Bapak tak perlu mengeluarkan uang untuk bisa membahagiakanmu, Nak. Sudahi tangismu. Semoga tak mempengaruhi kepribadianmu kelak. Sebab ini hanya pakaian, ia hanya akan menempel di tubuhmu\u2014tak kau makan, tak menjadi darah dan dagingmu. Itu artinya memberi pakaian dari hasil curian, tidaklah akan mempengaruhi masa depanmu kelak. Selagi aku masih membimbingmu mengaji. <em>Bismillah<\/em>.\u201d<\/p>\n<p>Pasar mana yang terjangkit sepi ketika menjelang lebaran? Tidak ada! Maka di Pasar STB sekarang ini menjadi lautan manusia, semua berlomba-lomba menjual dan membeli apa saja. Pak Tua memanfaatkan kesempatan ini untuk memulai aksi gilanya.<\/p>\n<p>Di mana ada keramaian, di situ terdapat kelengahan dan kelengahan yang baik hanya diketahui oleh maling yang baik pula. Pak Tua memang terbilang maling amatir, tapi, barangkali teramat bulat tekadnya untuk membahagiakan anaknya, sehingga tangannya yang hanya lihai mendorong sapu itu mendadak lincah dan gesit menyebet barang yang bukan miliknya.<\/p>\n<p>\u201cMaling! Maling! Maling!\u201d<\/p>\n<p>Terdengar suara di belakangnya.<\/p>\n<p>\u201cHei jangan kabur.\u201d<\/p>\n<p>Pak Tua melesat sebisa mungkin, tapi nasib tak berpihak kepadanya. Inilah hari sial itu, hari menjelang lebaran tinggal satu hari lagi\u2014dia terpeleset dan jatuh, maka di tempat itulah dia menjadi babak belur. Wajahnya memar, ia diamuk massa.<\/p>\n<p>\u201cBakar saja! Bakar!\u201d seseorang berteriak.<\/p>\n<p>\u201cJangan main hakim sendiri, kita bawa saja ke Kantor Polisi!\u201d teriak orang yang lain\u2014sementara lelaki tua itu tak berkutik. Tangannya diikat, bajunya dilucuti, dan hampir saja nyawanya melayang.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">***<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berada di Kantor Polisi, Pak Tua hanya menundukkan kepala\u2014meski berulang kali pertanyaan-pertanyaan beruntun mendampratnya.<\/p>\n<p>\u201cCuman nyuri baju?\u201d tanya Pak Polisi. Pak Tua tak mempedulikannya. Lalu ia dibawa masuk ke dalam sel\u2014ia menjadi seorang Napi.<\/p>\n<p>Ketika azan maghrib berkumandang, disusul gema takbir bersahutan dari masjid-masjid, istri dan anak Pak Tua datang untuk menjenguknya. Dan betapa mengejutkan ketika dia berbisik kepada anaknya, \u201cNak, setelah keluar dari Penjara, bapak tak mau lagi ke masjid. Bapak muak dengan orang-orang yang menjadi pengurus di sana. Sebelum bapak berangkat ke pasar, bapak memberanikan diri untuk meminjam uang kepada pimpinan pengurus masjid di desa kita, tapi hanya hinaan yang bapakmu dapatkan, Nak.\u201d<\/p>\n<p>Anak dan Istrinya hanya menelan ludah, \u201cSuatu hari bila ada pengumuman jumlah infaq dan sedekah yang terkumpul di masjid, jangan percaya lagi bila uang itu terkumpul untuk mensejahterahkan umat, meringankan beban ekonomi masyarakat sekitar. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/miq\/esai\/lebaran-adalah-hari-kita-ikhlas-dengan-keadaan-keluarga-kita\/\">Bapakmu lebaran<\/a> di penjara ini biarlah menjadi bukti bahwa <a href=\"https:\/\/tirto.id\/sejarah-masjid-al-safar-karya-ridwan-kamil-tudingan-illuminati-d9ps\">pembangunan megah gedung masjid<\/a> dari uang infaq dan sedekah dari para dermawan tak berbanding dengan kesejahteraan umat. Lebih-lebih bapakmu ini adalah orang yang ikut mengabdi di sana.\u201d<\/p>\n<p>Suasana hening, air mata mereka bercucuran bersama gema takbir Idul Fitri.<\/p>\n<p><em>Wallahu a\u2019lam.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pak Tua itu baru saja turun dari motornya, dibiarkanlah motor yang nafasnya sudah terpenggal-penggal oleh karat itu tanpa dikunci stang.<\/p>\n","protected":false},"author":79,"featured_media":3018,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[790,401,342,789],"class_list":["post-2974","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-kemiskinan","tag-kritik-sosial","tag-lebaran","tag-pak-tua"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2974","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/79"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2974"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2974\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3018"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2974"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}