{"id":297068,"date":"2024-09-29T11:30:42","date_gmt":"2024-09-29T04:30:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=297068"},"modified":"2024-09-29T11:23:50","modified_gmt":"2024-09-29T04:23:50","slug":"cara-pintar-naik-krl-jogja-solo-supaya-bisa-duduk-nyaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-pintar-naik-krl-jogja-solo-supaya-bisa-duduk-nyaman\/","title":{"rendered":"4 Cara Pintar Naik KRL Jogja-Solo supaya Dapat Tempat Duduk Nyaman"},"content":{"rendered":"<p>Setidaknya satu bulan sekali kawan saya pergi ke Solo dari Jogja, entah untuk bekerja atau sekadar berwisata. Ketika pergi ke Solo, kawan saya selalu memanfaatkan KRL Jogja Solo. Dia sampai hafal di luar kepala jadwal keberangkatan KRL baik dari Jogja maupun dari Solo.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya jadwal, kawan saya juga sampai hafal tips dan trik mendapatkan kursi KRL Jogja Solo yang nyaman. Cara ini bisa kalian tiru kalau ingin menikmati 1,5 jam perjalanan dengan nyaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Naik KRL Jogja Solo dari Stasiun Lempuyangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini tips sederhana yang bisa kalian contoh. Kalau ingin mendapat tempat duduk di KRL Jogja Solo, naiklah KRL dari Solo yang berhenti di Lempuyangan. Dengan cara ini, peluang kalian mendapat tempat duduk akan lebih besar karena kereta yang berhenti di Lempuyangan itu akan baru akan bergerak menuju Stasiun Tugu. Nah, di stasiun Tugu inilah kereta akan mengangkut banyak penumpang KRL yang hendak menuju Solo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu khawatir jarak yang jauh. Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Tugu sebenarnya dekat kok, hanya 3,2 km atau 10 menit berkendara saja. Nah, mending naik dari Stasiun Lempuyangan kan? Tapi, ingat, naiklah kereta yang dari arah Solo menuju Stasiun Tugu ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat pulang dari Solo menuju Jogja, kalian bisa naik KRL yang datang dari arah Jogja di Stasiun Solo Jebres. Jangan naik ketika KRL yang sudah sampai Stasiun Solo balapan, peluang kalian mendapat kursi semakin menipis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Jangan salah pilih gerbong<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu artikel Mojok pernah menjelaskan, gerbong terakhir atau gerbong paling belakang adalah gerbong paling nyaman. Tulisan itu berjudul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/naik-di-gerbong-belakang-krl-jogja-solo-upaya-memperpanjang-umur\/\"><i>Naik di Gerbong KRL Jogja-Solo Paling Belakang Adalah Upaya Menjaga Kewarasan<\/i><\/a><i>.\u00a0 <\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Gerbong belakang memang cenderung lebih sepi dibandingkan yang lain. Alasannya sederhana, gerbong ini terletak di ujung sehingga banyak orang malas berjalan untuk mengaksesnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau kalian mengincar duduk di kursi sepanjang perjalanan Jogja-Solo, kalian bisa bersiap dengan menunggu gerbong itu di sisi paling barat.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, kalau kalian ingin mendapat gerbong paling nyaman di KRL Solo-Jogja, bersiap-siaplah di gerbong paling depan, alias gerbong paling Timur.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Pakai jakat saat naik KRL<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersiaplah menggunakan jaket atau pakaian yang cukup tebal ketika naik KRL Jogja Solo. Apalagi kalau kalian tidak tahan dingin seperti kawan saya. Dia sangat jarang mengeluh kepanasan selama perjalanan karena AC KRL benar-benar dingin. Sekalipun gerbong penuh penumpang, hawa dingin dari AC tetap terasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Turunlah di Stasiun Jebres kalau membawa banyak barang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Poin yang satu ini bukan soal tempat duduk di KRL, tapi bisa menambah kenyamanan kalian selama perjalanan. Kalau kalian sedang bepergian dengan membawa banyak barang, jangan turun di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Stasiun_Solo_Balapan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stasiun Solo Balapan<\/a>, dijamin bakal kerepotan. Stasiun Balapan Solo perlu naik dan turun dahulu sebelum akhirnya benar-benar keluar dari stasiun. Teman saya menyarankan turun di Stasiun Solo Jebres yang lebih mudah bagi kalian yang membawa banyak barang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu tulisan Mojok juga pernah membahas ini dalam judul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-solo-jebres-lebih-nyaman-dan-nggak-ruwet-daripada-stasiun-solo-balapan\/\"><i>Stasiun Terbaik di Solo Bukan Stasiun Solo Balapan, melainkan Stasiun Solo Jebres karena Lebih Nyaman dan Nggak Ruwet<\/i><\/a><b><i>.<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400;\">Selain<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">tidak perlu naik dan turun tangga, stasiun ini lebih sepi dibanding Balapan Solo, sehingga lebih menambah kenyamanan ketika bepergian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa cara supaya perjalanan kalian menggunakan KRL Jogja Solo semakin nyaman. Apakah ada tips dan trik lain yang bisa kalian bagikan?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Kenia Intan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tak-ada-yang-lebih-tabah-dari-para-pejuang-krl\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tak Ada yang Lebih Tabah dari para Pejuang KRL<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa siasat yang bisa diterapkan agar dapat tempat duduk nyaman pas naik KRL Jogja Solo, salah satunya naik dari Stasiun Lempuyangan. <\/p>\n","protected":false},"author":2401,"featured_media":297104,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[115,24010,521,10877,2284],"class_list":["post-297068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-jogja","tag-jogja-solo","tag-krl","tag-krl-jogja-solo","tag-solo"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2401"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=297068"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297068\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/297104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=297068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=297068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=297068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}