{"id":297049,"date":"2024-09-29T14:22:45","date_gmt":"2024-09-29T07:22:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=297049"},"modified":"2024-09-29T14:22:45","modified_gmt":"2024-09-29T07:22:45","slug":"6-kesalahan-saat-seminar-proposal-skripsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-kesalahan-saat-seminar-proposal-skripsi\/","title":{"rendered":"6 Kesalahan Saat Seminar Proposal Skripsi yang Bisa Bikin Mahasiswa Dihabisi Dosen Penguji, Catat supaya Mentalmu Aman!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan mahasiswa, sering kali menganggap sidang skripsi adalah satu-satunya momen paling krusial. Ketika ditanya apa yang paling menyeramkan dari kuliah, hampir pasti jawabannya adalah sidang skripsi. Tentu ini tidak sepenuhnya salah. Tapi harap diingat, jangan sekali-sekali meremehkan yang namanya seminar proposal. Sebab, tahap itu bisa lebih tricky daripada sidang skripsi. Kok bisa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena pada momen ini, dosen penguji nggak cuma menilai idemu, tapi juga cara kamu mempertahankan argumen. Kalau cara penyampaianmu nggak jelas, nggak bisa meyakinkan dosen penguji, ya siap-siap saja kena kritik pedas yang bisa bikin mental anjlok. Bahkan tidak menutup kemungkinan judul skripsimu ditolak, dan harus repot-repot lagi menyusun rencana penelitian dari awal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya saya menakut-nakuti. Pasalnya, banyak teman-teman saya setelah seminar proposal malah berakhir ganti judul. Mereka dihabisi dosen penguji karena melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak seharusnya terjadi. Oleh sebab itu, supaya kamu tidak sampai bernasib seperti teman saya, bacalah artikel ini baik-baik. Ada 6 kesalahan umum yang harus dihindari saat seminar proposal skripsi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Menjawab dengan kalimat \u201cberdasarkan pengalaman pribadi\u201d\u00a0\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang pasti dilontarkan dosen penguji saat seminar proposal skripsi biasanya begini: apa dasar penelitian ini? Atau, ada masalah apa sehingga penelitian ini penting dilakukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mendapat pertanyaan semacam itu, kamu jangan sampai menjawab dengan kalimat \u201cberdasar pengalaman pribadi\u201d. Jangan, bahaya. Meski kenyataannya pengalamanmu memang berhubungan sama masalah penelitian, tetap hindari. Sebab, itu nanti terkesan subjektif. Kamu seolah-olah mau mengerjakan karya opini, bukan skripsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menjawabnya, pakailah kalimat \u201cberdasarkan pra-riset yang saya lakukan\u201d. Itu lebih aman, karena terkesan objektif dan akademis. Atau kalau mau lebih mantap, ucapkan sumber fakta dan data yang memperkuat hasil pra-riset kamu di lapangan. Entah itu dari artikel ilmiah, survei, atau berita.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak memakai kata \u201cakan\u201d saat menyampaikan teknis penelitian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat melakukan seminar proposal skripsi, kamu pasti akan menyampaikan terkait teknis penelitian. Contohnya begini, \u201cberdasar latar belakang yang telah saya paparkan, maka penelitian ini berfokus pada A, menggunakan teori B, lalu memakai metode C\u201d. Itulah <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6950098\/5-jenis-teknik-pengumpulan-data-beserta-pengertiannya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">teknis penelitian<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, karena kamu masih seminar proposal, jangan sampai ketika menyampaikan teknis penelitian, tidak memakai kata \u201cakan\u201d. Kenapa? Ya karena masih proposal, belum disetujui sebagai naskah skripsi. Kata \u201cakan\u201d berarti masih rencana, sifatnya tentatif alias belum pasti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin ini terkesan sepele. Bisa jadi sebagian dosen juga tidak mempermasalahkannya. Tapi saran saya, tetaplah pakai kata tersebut. Sebab, itu sangat berarti untuk kesan seminar proposalmu, menunjukkan bahwa kamu beretika karena tidak mendahului keputusan dosen penguji.<\/span><\/p>\n<h2><b>Membuat slide PPT yang terlalu banyak dalam seminar proposal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan ketiga saat seminar proposal skripsi, adalah membuat banyak sekali slide PPT. Harap diingat, PPT itu power point, yang artinya berisi poin-poin kuat, yang bisa menggambarkan keseluruhan isi. Jadi, jangan masukkan semua informasi naskah proposal ke dalam slide. Maksimal, PPT untuk sempro itu jumlahnya 10 slide.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu pertanyaannya, kenapa ini menjadi salah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena banyaknya PPT, membuat kamu terkesan belum siap untuk mempresentasikan proposal skripsi. Kamu sebagai mahasiswa, seolah-olah belum mampu meringkas sesuatu yang kompleks. Nah, karena kamu terkesan belum siap, maka sangat mungkin dosen penguji mencecarmu. Tujuan mereka satu: supaya punya alasan untuk menyetujui proposal skripsimu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak fokus presentasi saat seminar proposal, malah mengajari cara baca isi PPT<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, PPT dengan slide yang begitu banyak juga bikin kamu bingung. Kamu nanti bukan fokus mempresentasikan proposal skripsi, tapi malah fokus mengajari dosen penguji cara baca isi PPT. Ini jelas tidak etis sekali, dan bisa-bisa kamu makin dihabisi dosen penguji dengan pertanyaan-pertanyaan kritis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi pula, dosen penguji itu sejatinya nggak butuh penjelasan terkait isi proposal skripsimu. Mereka sudah paham sebelum kamu presentasi. Yang mereka butuhkan adalah, kamu bisa menguasai materi yang ada dalam proposal skripsi. Dan salah satu caranya, ya melihat bagaimana kamu bisa presentasi tanpa banyak membaca isi PPT.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak mencari tahu dahulu tentang karakter dosen penguji<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan kelima saat seminar proposal skripsi, adalah tidak mencari tahu tentang karakter dosen penguji. Ini amat sangat penting, tapi masih banyak mahasiswa yang (merasa pintar) tidak melakukannya. Saya sebut \u201cmerasa pintar\u201d karena mereka sering kali kelewat pede menghadapi pertanyaan-pertanyaan, bahkan berdebat sama dosen penguji.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja mahasiswa semacam itu amat baik. Sudah seharusnya memang mahasiswa sebelum sempro merasa pede. Tapi, kalau kebetulan dosen pengujinya konservatif, feodal, ya jelas bahaya. Bukannya mendapat pujian atau nilai bagus, malah dicap kurang beretika dan terancam disuruh ganti judul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memangnya ada dosen seperti itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lho ya banyak. Coba tanya kakak tingkatmu kalau nggak percaya. Cari tahu bagaimana karakter dosen pengujimu. Kalau karakternya demokratis, nggak gila hormat, silakan kamu pede dan berdebat saat sempro. Tapi kalau ternyata tidak, ya sudah, manut aja. Percuma juga kamu melawan dosen-dosen penguji seperti itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Berlindung di balik pendapat dosen pembimbing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan terakhir, berlindung di balik pendapat dosen pembimbing. Begini maksud saya. Dalam pengerjaan proposal skripsi, kamu sedikit-banyak pasti dikasih pendapat dari dosen pembimbing. Entah itu bagian latar belakang, teori, atau metode.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ketika seminar proposal skripsi, dosen penguji mengkritik bagian yang berasal dari pendapat dosbing, kamu jangan sekali-sekali bilang, \u201cTapi kata ibu\/bapak dosen pembimbing, ini sudah tepat\u201d. Jangan, jangan kek gitu. Sebab, yang sempro itu kamu, bukan dosen pembimbing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saran saya, saat mengerjakan proposal skripsi, dan kamu diberi pendapat dosen pembimbing, jangan mengiyakan begitu saja. Tanya dan pertimbangkan apakah pendapatnya memang benar-benar tepat. Supaya ketika dikritik dosen penguji, kamu punya orisinalitas pemikiran untuk membantah atau mempertahankannya secara akademis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah setidaknya 6 kesalahan umum yang terjadi saat seminar proposal skripsi. Tenang, nggak usah parno. Selagi kamu mengerjakan sendiri, menguasai betul materinya, dan menghindari kesalahan-kesalahan tadi, kamu selangkah lebih siap untuk menghadapi seramnya seminar proposal skripsi. Good luck!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/seminar-proposal-adalah-forum-ilmiah-bukan-pesta-ulang-tahun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Seminar Proposal Adalah Forum Ilmiah, Bukan Pesta Ulang Tahun<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan sekali-sekali meremehkan yang namanya seminar proposal. Sebab, tahap itu bisa lebih tricky daripada sidang skripsi. Kok bisa?<\/p>\n","protected":false},"author":2221,"featured_media":297120,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[2223,26255,5719,236,26256],"class_list":["post-297049","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-dosen-penguji","tag-seminar-proposal-skripsi","tag-sidang-proposal","tag-skripsi","tag-teknis-penelitian"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=297049"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297049\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/297120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=297049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=297049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=297049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}