{"id":297042,"date":"2024-09-28T13:06:34","date_gmt":"2024-09-28T06:06:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=297042"},"modified":"2024-09-28T13:06:34","modified_gmt":"2024-09-28T06:06:34","slug":"pilkada-bangkalan-madura-sama-saja-seperti-sebelumnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pilkada-bangkalan-madura-sama-saja-seperti-sebelumnya\/","title":{"rendered":"Pilkada Bangkalan Madura Nggak Menarik: kalau Mau Tausiyah Lebih Baik di Masjid, Jangan di Panggung Politik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pilkada Bangkalan Madura tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, semua calon tidak ada yang memiliki trah kyai. Makanya, saya sangat tertarik untuk mengikuti alurnya. Semua calon memiliki berlatar belakang biasa, ya meskipun aslinya mereka sudah lama berkecimpung di dunia politik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun setelah saya amati kembali, ini hanya latar belakang calonnya saja yang berbeda. Gaya kampanyenya menurut saya sama saja. Tak jauh dari dalil-dalil agama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu, masa kampanye aslinya memang baru dimulai. Tetapi, kegiatan-kegiatan untuk menarik suara masyarakat sudah lama dimulai. Nah, saya pernah sekali mengikuti kegiatan tersebut, yakni pada sebuah acara Talkshow calon bupati Bangkalan. Sayangnya, saya kecewa dari kegiatan tersebut. Alih-alih membahas hal substantif untuk kemajuan Bangkalan, diskusinya malah seperti jadi ajang tausiyah. Hadeh!<\/span><\/p>\n<h2><b>Dalil agama tak pernah ketinggalan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah alasan utama mengapa Pilkada Bangkalan tahun ini lebih mirip ajang tausiyah. Ketika kita menanyakan atau meminta suatu tanggapan, pasti jawabannya tidak lepas dari dalil-dalil agama. Dalilnya pun banyak yang sama. Saya curiga, apa memang hanya itu-itu saja dalil yang mereka hafal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, dalil yang sudah berkali-kali saya dengar adalah \u201c<\/span><a href=\"https:\/\/www.detik.com\/hikmah\/khazanah\/d-7145016\/arti-khoirunnas-anfauhum-linnas-apa-ini-cara-penerapannya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">khoirunnas anfauhum linnaas<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d, artinya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak, saya tidak menampik dalil itu, saya pun sudah sering mendengarnya. Saya juga yakin, santri di Bangkalan sudah khatam konsep dalil tersebut. Makanya, lain kali lebih anti-mainstream gitu lho dalilnya. Jangan itu-itu mulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian, Pak, jajaran pejabat yang sebelum-sebelumnya juga sama. Bilangnya, ingin bermanfaat bagi sesama, tapi hasilnya Bangkalan Madura begini-begini saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau bisa kurang-kurangin deh ngeluarin dalilnya. Kalian itu politisi, bukan kyai!<\/span><\/p>\n<h2><b>Ide solusi tidak konkret<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain alasan di atas, jawaban atas pertanyaan permasalahan di Bangkalan sering kali dijawab tidak konkret. Makanya saya curiga, mungkin dalil agamanya hanya dijadikan tempat persembunyian dari ketidaktahuan. Alasannya, mungkin mereka belum mengerti apa sebenarnya permasalahan di Bangkalan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, ketika ada pertanyaan terkait banyaknya tikus di kantor pemerintah. Maka jawabannya kurang lebih \u201cYa, tikus itu hewan yang rakus, dengan begitu kita akan membuat kantor pemerintah lebih bersih supaya tidak ada tikus lagi\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, saya tidak puas dengan jawaban atas permasalahan tikus ini. Kurang konkret! Gimana caranya buat bersih? Apa mau dikasih racun tikus, apa mau pakai jeratan, atau gimana, lalu setelah ditangkap apa mau dilepas begitu saja, atau dibasmi, atau gimana. Ini lebih konkret, Pak!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu saran saja sih, Pak. Soalnya, tikus ini memang sangat mengganggu kenyamanan kantor.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ini lagi cari pemimpin Bangkalan, bukan cari penceramah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kasih tahu ya, Pak. Saat ini, anak muda di Bangkalan Madura sudah jauh berbeda dengan sebelumnya. Sikap kritis anak muda di kabupaten ini juga mulai tumbuh subur. Makanya, sudahlah jangan lagi menipu anak muda dengan dalil yang itu-itu saja. Kita bisa bedakan, mana calon yang memang berwawasan, mana yang hanya ikut-ikutan. Lagian juga, pilkada ini cari pemimpin pemerintah, bukan cari penceramah. Kalau bahasa Maduranya, \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kennengah kennengeh, lakonah lakoneh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara harfiah saya yakin orang Madura sudah paham. Tapi bagaimana makna dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam pilkada ini, ya kalau mau jadi pemimpin negara demokratis silahkan dakwahkan kebebasan, keadilan, dan kesetaraan. Belajar dari tokoh-tokoh ulung di negara-negara demokratis. Begitu pun kalau mau jadi pemimpin agama, silahkan dakwahkan apa nilai-nilai keagamaan. Saya yakin, pasti didengarkan. Bukan malah sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kebalik, pemimpin agamanya malah milih terjun ke politik, sedang politisinya malah berpolitik dengan jualan agama. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ghi, capok rosak dhunnya nika, Pak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Abdur Rohman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/organisasi-mahasiswa-di-bangkalan-madura-tak-mungkin-bisa-melawan-oligarki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Organisasi Mahasiswa di Bangkalan Madura Tak Mungkin Melawan Oligarki, Mereka Sudah Sibuk Melawan Teman Sendiri<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a> ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pilkada Bangkalan Madura tahun ini sangat berbeda, sebab, semua calon tidak ada yang memiliki trah kyai. Tapi, nyatanya sama saja.<\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":297047,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12905],"tags":[22434,5020,5324,26242],"class_list":["post-297042","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik","tag-bangkalan-madura","tag-madura","tag-pilkada","tag-pilkada-bangkalan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297042","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=297042"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297042\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/297047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=297042"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=297042"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=297042"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}