{"id":297001,"date":"2024-09-29T15:25:54","date_gmt":"2024-09-29T08:25:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=297001"},"modified":"2024-10-01T09:17:05","modified_gmt":"2024-10-01T02:17:05","slug":"jika-saya-jadi-menteri-pertanian-berikut-strategi-regenerasi-petani-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jika-saya-jadi-menteri-pertanian-berikut-strategi-regenerasi-petani-muda\/","title":{"rendered":"Jika Saya Jadi Menteri Pertanian, Berikut Strategi Peningkatan Regenerasi Petani"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin, saya sudah berkeluh kesah tentang sulitnya jadi petani muda di Indonesia. Yah, bagi kalian yang belum baca, bisa baca <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/susahnya-jadi-petani-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>. Tapi, baiknya nanti saja, sebab saya mau bicara hal yang sama pentingnya: regenerasi petani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Regenerasi petani merupakan salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia saat ini. Semakin sedikitnya pemuda yang tertarik untuk terjun ke dunia pertanian menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan nasional di masa depan. Regenerasi petani itu ibarat misi sulit tapi harus dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, supaya pekerjaan di pertanian tetap eksis, ada beberapa langkah jitu yang bisa bikin anak muda tertarik turun ke sawah. Yuk, kita kupas satu-satu!<\/span><\/p>\n<h2><b>Akses modal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah utama anak muda yang pengin jadi petani itu nggak jauh-jauh dari modal. Mau bertani, tapi dompet kering kan sama aja bohong. Harusnya pemerintah dan lembaga keuangan bisa bikin skema pinjaman yang lebih ramah kantong buat petani muda. Misalnya, kredit bunga rendah atau subsidi khusus buat mereka yang baru mulai. Bisa juga pakai cara: fintech pertanian. Anak muda bisa pakai aplikasi buat akses modal tanpa ribet birokrasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, inovasi seperti crowdfunding atau <a href=\"https:\/\/sikapiuangmu.ojk.go.id\/FrontEnd\/CMS\/Article\/20566\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">peer-to-peer lending<\/a> juga bisa dicoba untuk bantu anak muda yang pengen nyemplung di dunia pertanian. Jadi, nggak cuma dapat modal, mereka juga bisa belajar manajemen usaha dari para investor. Dengan cara ini, generasi muda bakal makin percaya diri buat bertani dan menjalankan usaha pertanian yang sustainable.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perbanyak pelatihan buat petani muda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Modal doang nggak cukup. Petani muda butuh ilmu dan keterampilan bertani. Perlu pelatihan teknik bertani dengan pemanfaatan teknologi. Pelatihan semacam ini akan membuat anak muda sadar bahwa menjadi petani menjadi satu peluang pekerjaan yang bisa menguntungkan. Apalagi dengan penggunaan teknologi yang akan membuat persepsi terhadap petani menjadi lebih positif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak cuma soal teknik bertani, pelatihan kewirausahaan juga penting. Anak muda harus diajarin cara ngelola bisnis pertanian biar nggak cuma bisa nanam, tapi juga bisa jualan dengan baik. Pelatihan bisa dilakukan antara pemerintah, kampus, dan pihak ketiga. Sebab, pada dasarnya bertani adalah berbisnis yang memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jika-saya-jadi-menteri-pertanian-berikut-strategi-regenerasi-petani-muda\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Perbaiki kesejahteraan petani&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Perbaiki kesejahteraan petani\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu alasan mengapa anak muda enggan menjadi petani adalah karena pandangan bahwa kesejahteraan petani rendah. Oleh karena itu, meningkatkan <\/span><b>kesejahteraan petani<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> harus menjadi prioritas utama dalam strategi regenerasi petani. Pemerintah perlu memastikan harga komoditas pertanian stabil dan menguntungkan, sehingga petani mendapatkan upah yang layak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan akses terhadap teknologi dan pasar juga dapat membantu memperbaiki kesejahteraan petani. Petani yang bisa menjual produk mereka langsung ke konsumen melalui platform digital akan mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan jika mereka hanya bergantung pada tengkulak. Pendekatan ini bukan hanya mengangkat ekonomi petani, tetapi juga membuat profesi ini lebih menarik bagi generasi muda.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dorong dan bantu pembentukan Komunitas Petani Muda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembentukan dan pendampingan komunitas petani muda sangat penting untuk mendorong regenerasi. Komunitas ini dapat menjadi wadah berbagi pengetahuan pengalaman antar petani muda. Dukungan pemerintah diperlukan untuk memfasilitasi pembentukan komunitas-komunitas ini. Dengan adanya komunitas, petani muda juga bisa bekerja sama dalam mengelola lahan, menjual produk, dan memecahkan berbagai masalah pertanian secara kolektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, komunitas petani muda dapat memainkan peran penting dalam advokasi kebijakan pertanian yang lebih proaktif. Dengan tergabung dalam kelompok, mereka bisa lebih mudah menyuarakan aspirasi dan kebutuhan mereka kepada pemerintah maupun pihak-pihak terkait. Komunitas yang kuat juga dapat membantu membangun jejaring dengan pembeli, hingga akses pasar yang lebih luas, sehingga memperkuat posisi petani muda<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Regenerasi petani bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan strategi yang tepat, hal ini bisa dicapai. Akses modal, pelatihan, peningkatan kesejahteraan, dan pembentukan komunitas adalah langkah-langkah yang sangat penting untuk memfasilitasi anak muda dalam berkontribusi di sektor pertanian. Dengan regenerasi yang sukses, sektor pertanian Indonesia bisa tetap menjadi penopang ketahanan pangan yang kuat di masa depan<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Khanif Irsyad Fahmi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/petani-indonesia-belum-merdeka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Petani Indonesia Belum Merdeka, Di Hari Kemerdekaan RI ke 79 Petani Malah Nelangsa<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cek, bolo!<\/p>\n","protected":false},"author":1575,"featured_media":297126,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[26258,695,10719,26257],"class_list":["post-297001","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-akses-modal","tag-petani","tag-petani-muda","tag-regenerasi-petani"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297001","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1575"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=297001"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/297001\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/297126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=297001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=297001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=297001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}