{"id":29691,"date":"2020-03-17T12:30:40","date_gmt":"2020-03-17T05:30:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=29691"},"modified":"2020-03-17T12:31:52","modified_gmt":"2020-03-17T05:31:52","slug":"membayangkan-kehidupan-dan-kematian-dalam-lagu-putih-nya-efek-rumah-kaca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-kehidupan-dan-kematian-dalam-lagu-putih-nya-efek-rumah-kaca\/","title":{"rendered":"Membayangkan Kehidupan dan Kematian dalam Lagu Putih-nya Efek Rumah Kaca"},"content":{"rendered":"<p>Ada tiga hal yang tidak pernah diketahui jawabannya yaitu: rezeki, jodoh, dan kematian. Rezeki dan jodoh mungkin bisa dijemput, tapi kematian? Siapa yang mau menjemputnya? Suatu hari saya tidak sengaja mendengar sebuah lagu yg diputar di televisi saat saya sedang menonton berita kematian seorang aktor, suami seorang penyanyi kondang di tanah air. Beberapa lirik lagu tersebut menempel dalam ingatan saya, akhirnya saya mencari judul lagu tersebut.<\/p>\n<p>Lagu tersebut berjudul Putih milik Efek Rumah Kaca, yang dimuat dalam salah satu albumnya <em>Sinestesia<\/em>. Grup musik indie yang berasal dari Jakarta ini terdiri dari Cholil Mahmud (vokal utama, gitar), Poppie Airil (vokal latar, bass), dan Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar).<\/p>\n<p>Dalam lagu tersebut bermakna \u201cAda\u201d dan \u201cTiada\u201d, ungkapan \u201cTiada\u201d ini berasal dari kepergian seorang rekan band tersebut yaitu Amir Zainun sedangkan makna \u201cAda\u201d berasal dari perasaan bahagia atas kelahiran Angan Senja putra dari vokalis utama <a href=\"https:\/\/tirto.id\/erk-kami-berusaha-menjaga-konsistensi-antara-lagu-dan-kenyataan-cFJB\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cholil Mahmud<\/a> dan Rintik Rindu putri dari Adrian Yunan Faisal (ex-personel Efek Rumah Kaca).<\/p>\n<p>Setelah saya dengarkan dengan fokus beberapa liriknya seakan membawa saya ke dalam keadaan yang mungkin suatu saat akan saya alami entah kapan. Kebetulan saat itu saya sedang mendengarkan lagu Putih milik Efek Rumah Kaca tersebut dalam keadaan berbaring di kamar yang gelap, semakin tervisualisasikanlah lirik dalam lagu itu. Berikut beberapa potongan lirik lagu tersebut dibagi atas dua makna yaitu \u201cAda\u201d dan \u201cTiada\u201d. Saran saya lebih baik memejamkan mata sambil mendengarkannya. Lagu ini menjadi pengingat kalau kematian pasti akan terjadi.<\/p>\n<h4>Bagian \u201c Tiada\u201d<\/h4>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>&#8220;Saat kematian datang<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Aku berbaring dalam mobil ambulans<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Dengar, pembicaraan tentang pemakaman<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Dan takdirku menjelang<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Sirene berlarian bersahut-sahutan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Tegang, membuka jalan menuju Tuhan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Akhirnya aku usai juga&#8221;<\/em><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Membayangkan melihat diri terbaring kaku, roh dan tubuh berpisah di dalam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kebiasaan-pengendara-di-indonesia-ketika-ambulans-lewat-bukannya-meminggirkan-kendaraan-malah-menutup-lajur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ambulans<\/a> dengan sirine yang menggema di sepanjang jalan. Kondisi tubuh yang dingin serta keinginan ingin berbicara namun tak bisa menggerakkan apa pun. Kemudian melihat sekeliling lalu terdengar obrolan orang-orang tentang rencana pemakaman diri sendiri. Kematian datang menjadi akhir dari kehidupan di dunia menuju Tuhan dalam dunia yang kekal abadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>&#8220;Saat berkunjung ke rumah<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Menengok ke kamar ke ruang tengah<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Hangat, menghirup bau masakan kesukaan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Dan tahlilan dimulai<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Doa bertaburan terkadang tangis terdengar<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Aku pun ikut tersedu sedan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Akhirnya aku usai juga<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Oh, kini aku lengkap sudah&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Raga dan roh sudah berpisah kemudian berkeliling rumah melewati tempat-tempat yang biasa dilalui, kemudian mencium aroma masakan kesukaan yang disajikan untuk para tamu, harum sekali. Sayup-sayup terdengar suara tangisan menyebut nama saya. Lalu kemudian dilaksanakanlah tahlilan, mulut mereka mengucapkan doa-doa yang biasa saya dengar di pemakaman. Ribuan doa-doa berhamburan berisikan doa agar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/guru-honorer-digaji-surga-pancasila-cukup-sila-ketuhanan-saja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">dimasukkan ke surga<\/a>, amal ibadahnya agar diterima Tuhan, dan segala perbuatan baiknya membuat diri ikut larut dalam kesedihan. Kematian, adalah akhir dari kehidupan di dunia, selesai sudah kehidupan di dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>&#8220;Dan kematian, keniscayaan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Di persimpangan, atau kerongkongan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Tiba-tiba datang, atau dinantikan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Dan kematian, kesempurnaan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Dan kematian hanya perpindahan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Dan kematian, awal kekekalan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Karena kematian untuk kehidupan tanpa kematian&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Kematian bisa bermacam-macam bentuknya, baik itu karena sakit, kecelakaan atau apa pun itu. Proses sakaratul maut (detik-detik berpisahnya roh dan badan) yang dimulai dari ujung kaki hingga ke kerongkongan. Kehadirannya tidak bisa ditebak, tiba-tiba datang. Kematian kesempurnaan kehidupan sesudahnya, kehidupan kekal di alam setelahnya, menjadi awal dari kehidupan yang baru.<\/p>\n<p>Selanjutnya di bagian \u201cAda\u201d bermula dari kebahagiaan akan kelahiran anak-anak dari anggota ERK yaitu Angan Senja dan Rintik Rindu yang akan menjadi penerus dan harapan di masa depan. Nada-nada yang sendu lama-lama mulai mengalun bersemangat seperti ada harapan baru yang muncul.<\/p>\n<h4>Bagian \u201cAda\u201d<\/h4>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cLalu pecah tangis bayi seperti kata Wiji<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Disebar biji biji<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Disemai menjadi api<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Selamat datang di samudra<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Ombak-ombak menerpa<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Rekah-rekah dan berkahlah\u201d<\/em><\/p>\n<p>Suara tangis bayi yang menandakan kelahiran. Yang kemudian akan menjalani kehidupan yang diibaratkan seperti mengarungi samudra, ombak-ombak menerpa bak masalah dan persoalan yang pasti akan menghampiri dalam kehidupan. Rekah dan berkahlah teruslah berkembang dan jadilah berkah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cDalam dirinya, terhimpun alam raya semesta<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Dalam jiwanya, berkumpul hangat surga neraka<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Hingga kan datang pertanyaan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Segala apa yang dirasakan\u201d<\/em><\/p>\n<p>Seorang anak adalah segalanya bagaikan seluruh isi alam semesta bagi orang tuanya. Orang tua mengajarkan segalanya tentang kebaikan dan menjelaskan keburukan yang harus dihindari sehingga kelak dia akan tumbuh menjadi seseorang yang baik atau jahat. Sampai saatnya ketika si anak beranjak dewasa akan timbul pertanyaan-pertanyaan tentang pilihan hidupnya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cTentang kebahagiaan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Air mata bercucuran<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Hingga kan datang ketakutan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Menjaga keterusterangan\u201d<\/em><\/p>\n<p>Hingga suatu saat akan merasakan keadaan di mana merasa sangat bahagia sampai menangis haru, tapi akan ada saatnya juga akan merasakan ketakutan untuk bertahan menjaga kejujuran yang sebenarnya. Keadaan yang berbeda-beda akan kamu rasakan di kehidupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cDalam lapar dan kenyang<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Dalam gelap dan benderang<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Tentang akal dan hati<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Rahasianya yang penuh teka teki<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Tentang nalar dan iman<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Segala pertanyaan tak kunjung terpecahkan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Dan tentang kebenaran<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Juga kejujuran<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Tak kan mati kekeringan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Esok kan bermekaran\u201d<\/em><\/p>\n<p>Suatu saat akan ada waktunya saat roda berputar 180 derajat, kehidupanmu tidak lagi sama seperti semula, keadaanmu berubah tidak diketahui kapan pastinya. Kehidupan akan penuh dengan teka-teki dan tidak semua hal ada jawabnya, tidak semua nalar bisa dihubungkan dengan agama. Yang penting selalu menjaga hal-hal baik seperti kejujuran dan kebenaran karena akan menjadi bekalmu nanti setelah kematian datang, hal-hal tersebut pasti akan berbuah manis baik di kehidupanmu saat ini ataupun kehidupanmu di alam selanjutnya.<\/p>\n<p>Kehidupan dan kematian sesuatu yang tidak akan terpisah. Kehidupan adalah waktu untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan setelah kematian. Kematian menjadi awal dari perjalanan kehidupan yang kekal abadi. Begitu hal yang saya rasakan saat mendengar lagu Efek Rumah Kaca ini, boleh setuju boleh tidak, kembali lagi pada presepsi masing-masing. Selamat mendengarkan!<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-kematian-dan-dilupakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Membayangkan Kematian dan Dilupakan<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/fanisa-putri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Fanisa Putri<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat itu saya mendengarkan lagu Putih milik Efek Rumah Kaca dalam keadaan berbaring di kamar yang gelap, semakin tervisualisasikanlah lirik dalam lagu itu.<\/p>\n","protected":false},"author":204,"featured_media":30367,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[5699,988,3808,5700],"class_list":["post-29691","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-efek-rumah-kaca","tag-kelahiran","tag-kematian","tag-putih"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29691","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/204"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29691"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29691\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29691"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29691"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29691"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}