{"id":296551,"date":"2024-09-26T12:00:19","date_gmt":"2024-09-26T05:00:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=296551"},"modified":"2024-09-26T11:26:26","modified_gmt":"2024-09-26T04:26:26","slug":"kerobokan-kelurahan-di-bali-yang-ramah-perantau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kerobokan-kelurahan-di-bali-yang-ramah-perantau\/","title":{"rendered":"Kerobokan, Kelurahan di Bali yang Ramah Perantau"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bali mungkin sudah tidak asing untuk destinasi wisata. Setiap tahun berbondong-bondong pengunjung dari dalam negeri maupun luar negeri berwisata ke pulau ini. Bahkan, bisa dibilang, Pulau Bali lebih terkenal dari Indonesia, negara yang menaunginya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai tempat wisata, Bali mungkin sudah tidak diragukan, tapi bagaimana sebagai tempat tujuan merantau? Apakah daerah dengan julukan Pulau Dewata ini nyaman ditinggali?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya yang pernah bekerja dan tinggal di Bali menggambarkan, suasana tinggal di sana mirip dengan Jogja, bikin betah. Salah satu daerah yang nyaman ditinggali adalah Kerobokan, sebuah kelurahan d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">i Kecamatan Kuta Utara, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Badung<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bali<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Di bawah ini 5 alasan Kerobokan nyaman dijadikan tempat tinggal para perantau.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Kerobokan dekat dengan Denpasar, Bali<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Denpasar adalah ibu kota Provinsi Bali, di sanalah pusat pemerintah dan ekonomi. Nggak heran, banyak perantau bisa ditemukan di sana. Teman saya adalah salah satu dari banyak perantau yang berkantor di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kerja-di-bali-nyatanya-nggak-seindah-yang-dibayangkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Denpasar<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, untuk tempat tinggal, dia lebih memilih menetap di Kerobokan. Selain biaya hidup yang lebih terjangkau, jarak antara Denpasar dan Kerobokan tidaklah jauh, kurang lebih sekitar 9 km saja atau bisa ditempuh dengan 30 menit menggunakan sepeda motor. Itu mengapa, bagi kalian yang hendak kerja di pasar dan mencari tempat tinggal, Kerobokan Bali bisa menjadi alternatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Akses ke Bandara Ngurah Rai mudah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi para perantau, akses ke fasilitas transportasi seperti stasiun kereta api atau bandara menjadi salah satu pertimbangan penting. Akses yang mudah ke fasilitas-fasilitas itu akan memudahkan mereka untuk pulang ke kampung halaman. Nah, kebetulan jarak antara Kerobokan dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/rame\/moknyus\/apa-kabar-bandara-ngurah-rai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandara Ngurah Rai<\/a> tidak begitu jauh. Sekitar 14 km atau 40 menit menggunakan kendaraan pribadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian tidak memiliki kendaraan pribadi, kalian bisa naik bus menuju bandara. Di Pulau Dewata ada sistem transportasi publik yang terintegrasi, Trans Metro Dewata, yang siap membawa kalian ke titik-titik penting di Bali. Salah satunya, Bandara Ngurah Rai.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Biaya hidup lebih terjangkau<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang biaya hidup seseorang tergantung pada gaya hidup seseorang. Tapi, kalau mau membuat perbandingan, biaya hidup di Kerobokan memang lumayan terjangkau dibanding daerah-daerah lain. Harga kos-kosan di sana sekitar Rp800.000-an dengan fasilitas lengkap seperti mini pantry dan kamar mandi dalam. Bahkan, kalian bisa mendapatkan tempat tinggal dengan harga Rp600.000.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, jenis makanan yang dijajakan beragam, nggak melulu makanan olahan Bali. Lebih penting dari itu, harga makanan nggak bikin kantong syok. Perut kalian bisa kenyang dengan mengeluarkan Rp30.000 per hari. Bahkan, kalian masih bisa mendapatkan makanan dengan harga Rp5.000 per porsi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Dekat dengan tempat wisata dan berbagai fasilitas lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kerobokan Bali terletak tidak begitu jauh dari kawasan wisata yang terkenal seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bali-bukan-cuma-ubud-canggu-dan-kuta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Canggu<\/a>, Legian, dan Kuta. Itu mengapa kalian tidak akan bosan selama tinggal di perantauan karena akses untuk healing begitu mudah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya kawasan wisata, Kerobokan Bali juga punya fasilitas kesehatan yang lengkap. Kalian dapat dengan mudah menemukan apotek dan klinik di sana. Bahkan, akses ke rumah sakit tidak begitu jauh. Kalau ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari, kalian bisa belanja ke minimarket maupun pasar tradisional, tinggal pilih. Soal transportasi, kalian bisa mengandalkan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Trans_Metro_Dewata\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trans Metro Dewata<\/a>. Dijamin kebutuhan dasar kalian aman selama tinggal di kelurahan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Warga Kerobokan yang ramah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh pengalaman tinggal di Kerobokan Bali, teman saya tidak pernah mengalami atau melihat perselisihan besar antara warga dan pendatang. Kendati masih banyak penduduk lokal daripada pendatang, warga di sana cenderung terbuka oleh kehadiran orang baru. Ini bukan berarti pendatang bisa bertindak sesuka hati ya.\u00a0 Sebagai pendatang para perantau juga harus menghargai kehidupan warga lokal dengan bersikap santun dan menyesuaikan diri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di atas beberapa alasan Kerobokan menjadi tempat yang ramah perantauan. Kalau menurut kalian, daerah mana lagi yang cocok untuk merantau di Bali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Kenia Intan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tinggal-di-sleman-utara-adalah-privilese\/\"><b>5 Privilese Tinggal di Sleman Sisi Utara yang Bakal Sulit Dipahami oleh Warga Bantul<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerobokan salah satu daerah di Bali yang ramah perantau. Biaya hidup di sana terjangkau, fasilitas lengkap, dan warganya ramah. <\/p>\n","protected":false},"author":2401,"featured_media":296802,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9507,26199,26198,1418,5807,22760],"class_list":["post-296551","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bali","tag-kerobokan","tag-kerobokan-bali","tag-merantau","tag-perantau","tag-pulau-dewata"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/296551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2401"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=296551"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/296551\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/296802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=296551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=296551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=296551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}