{"id":296224,"date":"2024-09-20T12:30:04","date_gmt":"2024-09-20T05:30:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=296224"},"modified":"2024-09-20T12:18:14","modified_gmt":"2024-09-20T05:18:14","slug":"toilet-perempuan-punya-aturan-tidak-tertulis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/toilet-perempuan-punya-aturan-tidak-tertulis\/","title":{"rendered":"Aturan Tidak Tertulis di Toilet Perempuan yang Perlu Diperhatikan agar Sama-sama Nyaman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Toilet perempuan bisa jadi lokasi yang paling menyebalkan. Selain antre cukup panjang dan lama, selalu ada saja hal kurang sreg di hati. Entah tisu habis, kotor, atau hal-hal lain yang sebenarnya bisa selesai kalau pengguna toiletnya lebih peka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah ini beberapa aturan tidak tertulis di toilet perempuan yang perlu diperhatikan oleh pengguna supaya sama-sama nyaman. Sebelumnya, tulisan ini saya buat berdasar pengamatan dan pengalaman pribadi menggunakan toilet-toilet umum yang ada di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-nggak-istimewa-setelah-saya-merantau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja<\/a> ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Jangan antre di depan pintu toilet persis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aturan tidak tertulis yang satu ini berlaku untuk toilet perempuan yang punya banyak bilik seperti di mal atau gedung <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bioskop-aturan-tidak-tertulisnya-sering-dilanggar-penonton-norak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bioskop<\/a>. Sering saya temui, orang-orang antre langsung di depan bilik toilet sehingga terjadi banyak barisan di depan pintu toilet. Padahal, kondisinya akan lebih nyaman kalau orang-orang antri dalam satu barisan dan tidak langsung di depan toilet.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka yang berada dalam satu barisan paling depan bisa masuk ke bilik toilet yang kosong lebih dahulu. Selain lebih adil, sistem satu barisan seperti ini membuat toilet yang sempit tidak semrawut dan lebih nyaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Pakai tisu secukupnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk saya, toilet perempuan yang tidak menyediakan tisu sangat menyebalkan, apalagi kalau tisu toiletnya habis. Itu mengapa, ke mana saja saya pergi selalu membawa tisu untuk mengantisipasi hal ini. Tisu habis bisa disebabkan oleh dua hal, antara pengelola toilet memang tidak menyediakan cukup tisu atau pengguna toilet memakai toilet sesuka hati mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau memang alasan kedua yang paling banyak ditemui, saya harap orang-orang mulai pikir ulang dengan tisu yang digunakan. Sepertinya pengelola\u00a0 juga mulai menyadari hal ini hingga beberapa toilet mulai didapati aturan menggunakan tisu secukupnya. Namun, tetap saja, saya sering mendapati tisu toilet tidak tersedia. <\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Perhatikan kenyamanan orang lain ketika menggunakan wastafel<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di toilet perempuan, selain ada bilik-bilik toilet, ada juga wastafel dan kaca. Fasilitas itu tersedia untuk mereka yang ingin berdandan di toilet. Asal tahu saja, m<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ereka yang masuk toilet\u00a0 perempuan tidak hanya mereka yang ingin buang air kecil atau buang air besar, tapi juga untuk berdandan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalannya, ada beberapa pengunjung yang tidak pikir-pikir ketika dandan. Bisa berlama-lama di depan kaca, bahkan menggunakan sebagian besar area wastafel untuk barang-barang dan membuka alat rias. Nah, orang-orang yang seperti ini yang mengurangi kenyamanan toilet perempuan. Orang lain jadi tidak bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Wastafel#:~:text=Menurut%20KBBI%2C%20wastafel%20atau%20wasbak,%2C%20gosok%20gigi%2C%20dan%20bercukur.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wastafel<\/a> dan kaca dengan leluasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Jangan bergerombol di toilet perempuan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aturan tidak tertulis ini mungkin terdengar simpel, tapi kalau diabaikan bisa bikin kesal juga. Saya sering menemui toilet perempuan penuh dengan orang, tapi sebenarnya yang menggunakan toilet segelintir saja. Kebanyakan dari mereka hanya menunggu temannya yang menggunakan toilet.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas situasi ini mengurangi kenyamanan. Selain jadi tidak terlihat barisan antrian, toilet yang sempit jadi terasa sumpek. Itu mengapa, mereka yang hanya menunggu temannya lebih baik menunggu di luar toilet saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa aturan tidak tertulis di toilet perempuan. Memang sih terdengar sepele, tapi kalau aturan-aturan tertulis itu diabaikan bisa mengurangi nyaman. Kalau menurut kalian, aturan tidak tertulis apa yang sebaiknya lebih diperhatikan oleh pengguna toilet perempuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Kenia Intan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/aturan-tidak-tertulis-di-pom-bensin-perlu-diperhatikan-oleh-pengendara-yang-nggak-peka\/\"><b>Aturan Tidak Tertulis di Pom Bensin, Perlu Diperhatikan oleh Pengendara yang Nggak Peka<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa aturan tidak tertulis di toilet perempuan: jangan antre di depan pintu persis, pakai tisu secukupnya, hingga jangan bergerombol. <\/p>\n","protected":false},"author":2401,"featured_media":296232,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[2321,10731,122,232,17339],"class_list":["post-296224","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-aturan","tag-aturan-tidak-tertulis","tag-perempuan","tag-toilet","tag-toilet-perempuan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/296224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2401"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=296224"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/296224\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/296232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=296224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=296224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=296224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}