{"id":296008,"date":"2024-09-19T11:58:46","date_gmt":"2024-09-19T04:58:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=296008"},"modified":"2024-09-19T11:58:46","modified_gmt":"2024-09-19T04:58:46","slug":"srumbung-magelang-cocok-untuk-pencinta-slow-living","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/srumbung-magelang-cocok-untuk-pencinta-slow-living\/","title":{"rendered":"Srumbung, Daerah Underrated di Kabupaten Magelang yang Cocok untuk Pencinta Slow Living"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Srumbung merupakan salah satu tempat di Kabupaten Magelang yang letaknya dekat dengan Merapi. Dekat dengan Merapi, artinya, Srumbung itu indah. Tapi keindahan itu tercoreng oleh jalanannya yang keadaannya amat parah. Yah, sebagaimana tempat hidden gem lain, nggak rusak, kok kayak nggak lengkap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi meski begitu, Srumbung ini amat cocok untuk menetap bagi kalian yang ingin menepi dari hiruk pikuk perkotaan. Slow living, they said. Apalagi jika ekonomimu udah <\/span><b>settle<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, hidup di sini makin nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah beberapa hal yang bikin kalian nyaman hidup di Srumbung.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sumber daya alam di Srumbung melimpah, hidup di sini nggak akan takut kekurangan bahan pangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Letak Srumbung Magelang yang berada di dataran tinggi, bikin banyak sayuran bisa hidup dan tumbuh subur. Yang jelas, kalau tinggal di sini nggak akan takut kehabisan bahan pangan. Sebab, dekat dengan ladang dan bisa tinggal metik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau jika kalian termasuk orang yang telaten kalian bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami sayuran. Misalnya satu pot daun bawang, jika sewaktu-waktu menggoreng telur tinggal ambil depan rumah dan tentunya lebih bersih serta anti-pestisida.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekerabatan yang terjalin antar tetangga juga masih erat. Gotong-royong di sini masih sering dilakukan. Oleh karena itu, jangan takut kalau tinggal di sini akan kehabisan apa pun. Semua masyarakatnya saling membantu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dekat dengan Merapi, subur dan dekat dengan pertambangan pasir<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suburnya daerah di sekitar Srumbung Magelang bukan tanpa alasan. Salah satu hal yang memengaruhinya karena Srumbung dekat dengan Gunung Merapi yang masih aktif. Jangan heran jika di sini banyak sekali lalu-lalang truk muatan pasir. Pasalnya memang sedekat itu dengan Merapi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Merapi sedang tidak baik-baik saja, kepulan asapnya juga terlihat lho dari sini. So, kalau tinggal di Srumbung ini segala experience baru dapat dirasakan. Senangnya sih masalah pangan alias sayur yang mudah, ngerinya ya ketika kondisi Merapi yang sewaktu-waktu mengancam.<\/span><\/p>\n<h2><b>Srumbung cocok untuk kamu yang ingin slow living dan menepi dari suasana perkotaan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang menjadikan Srumbung Magelang jadi tempat idaman untuk slow living karena jaraknya untuk ke kota cukup jauh. Jaraknya belasan kilometer. Sehingga jika di sini kita akan disibukkan dengan keindahan alam yang disajikan serta keramahan warga yang selalu ada di setiap sudut Srumbung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">idup di sini dan menetap jadi warga Srumbung akan cocok bagi mereka yang beneran sudah puas dengan keramaian duniawi. Kalau anak muda tinggal di sini ya pasti kurang cocok. Sebab jarak ke tempat hiburan juga jauh. Misalnya mau ke mall, alun-alun, atau tempat lainnya cukup jauh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Minusnya, jalanan jelek gara-gara truk pasir<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari semua keindahan itu itu, Srumbung menyimpan pedih yang dirasakan warganya, yaitu perihal jalanan yang semakin hari semakin mengenaskan. Orang-orang sih menyebutnya jeglongan sewu, karena beneran berlubang banyak. Salah satu penyebabnya karena jalanan di sini sering dilewati truk muatan pasir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir setiap hari, jalanan di Srumbung Magelang dihajar truk pengangkut pasir. Debu dari truk pasir pun menghiasi hidup warga Srumbung. Warga-warga hanya bisa menyiram jalanan agar tak begitu berdebu. Sejak dulu, keluhannya hanya satu, tapi, bisa apa? Dulu sempat ada <a href=\"https:\/\/magelang.sorot.co\/berita-2306-geram-dengan-aktivitas-tambang-warga-lereng-merapi-blokir-jalan.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tindakan<\/a> sih, tapi ya, ya itulah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jeglongan Sewu hingga sekarang jadi mimpi buruk warga di Srumbung Magelang. Dan entah kapan akan berakhir. Sebagaimana mimpi lainnya, ya, dia harusnya menemui akhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup di Srumbung mengajarkan ketenangan dan ketenteraman. Selama kalian bisa mengabaikan truk pasir, hidup di sini menyenangkan. Jadi, beranikah kalian meninggalkan dunia yang gitu-gitu aja untuk ketenteraman tanpa batas?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Wulan Maulina<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/tinggalkan-jogja-demi-hidup-di-pelosok-hutan-magelang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kisah Keluarga dari Jogja Merantau ke Magelang, 53 Tahun Tinggal di Tengah Hutan Terpencil di Perbukitan Borobudur<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Srumbung Magelang ini amat cocok untuk menetap bagi kalian yang ingin menepi dari hiruk pikuk perkotaan. <\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":296148,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[26162,8599,23282,26161],"class_list":["post-296008","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jeglongan-sewu","tag-magelang","tag-slow-living","tag-srumbung"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/296008","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=296008"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/296008\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/296148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=296008"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=296008"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=296008"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}