{"id":295879,"date":"2024-09-16T13:25:17","date_gmt":"2024-09-16T06:25:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=295879"},"modified":"2024-09-17T08:04:44","modified_gmt":"2024-09-17T01:04:44","slug":"gaji-di-jogja-harus-4-juta-per-bulan-kalau-mau-hidup-nyaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gaji-di-jogja-harus-4-juta-per-bulan-kalau-mau-hidup-nyaman\/","title":{"rendered":"Kalau Mau Sejahtera, Gaji Paling Kecil untuk Hidup di Jogja Harus 4 Juta per Bulan, Kecuali Situ Hobinya Menderita"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebentar lagi proses penetapan UMR 2024-2025 akan dimulai. Tapi bagi orang Jogja (Baca: Daerah Istimewa Yogyakarta), tidak ada yang berubah. Hidup tetap nelangsa meskipun upah naik tiap tahun. Bukan karena kurang narimo ing pandum, tapi memang gaji di Jogja kelewat rendah! Bahkan naik 7% saja tidak cukup. Karena gaji paling kecil untuk hidup di Jogja harus 4 juta per bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bukan untuk bermewah-mewah. Tapi gaji 4 juta per bulan hanya cukup untuk hidup layak di Jogja. Hanya untuk hidup mandiri di atas kaki sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin Anda bertanya, \u201cemang orang Jogja butuh gaji setinggi itu?\u201d Kenyataannya memang demikian. Jogja bukanlah daerah yang murah. Tidak percaya? Ini buktinya<\/span><\/p>\n<h2><b>Minimal 3 juta tiap bulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ditanya berapa biaya hidup minimal di Jogja, saya akan mengacu pada biaya hidup minimal mahasiswa perantau. Alasannya sederhana: mahasiswa adalah gambaran pekerja Jogja. Mereka tidak punya privilese seperti tempat tinggal orang tua. Jadi tidak ada alasan untuk numpang makan dan tidur. Apalagi untuk mahasiswa yang hidup serba ngepres.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Survey Biaya Hidup Mahasiswa (SBHM) yang dilansir dari <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/edu\/perguruan-tinggi\/d-7493628\/survei-biaya-hidup-mahasiswa-jogja-2024-rp-2-9-juta-bulan-melebihi-umr-hp-iphone\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>detik.com<\/em><\/a>, rata-rata biaya hidup mahasiswa adalah Rp2.966.514,00 per bulan. Berarti biaya hidup setiap hari adalah 100 ribu. Sudah termasuk biaya kos, transportasi, dan kebutuhan hidup lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi itu kan mahasiswa! Pasti lebih banyak jajan! Mereka juga tinggal di daerah mahal!\u201d Mungkin Anda akan berdalih demikian. Tapi apa kata pekerja sendiri?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY sudah mengajukan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebagai acuan untuk menentukan UMR. KHL di Kota Jogja sendiri sebesar 4,1 Juta. Kemudian KLH di Kabupaten Sleman sebesar Rp4,09 juta, Kabupaten Bantul Rp3,70 juta, Kabupaten Kulonprogo Rp3,59 juta, serta untuk Kabupaten Gunungkidul Rp3,16 juta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angka KHL bukan sembarang tulis seperti undang-undang kita. Angka ini ditentukan berdasarkan survey langsung tiap item kebutuhan hidup. Termasuk untuk kebutuhan tempat tinggal di Jogja yang kelewat tinggi.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gaji-di-jogja-harus-4-juta-per-bulan-kalau-mau-hidup-nyaman\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: 4 j<span style=\"font-weight: 400;\"><strong>uta bukan angka besar di Jogja&#8230;<\/strong><\/span><\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>4 juta bukanlah angka yang besar di Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi apa angka 4 juta ini kelewat besar? Saya ada contoh sederhana untuk hidup di Jogja sengirit mungkin. Tapi bukan ngirit ala pertapa yang tidak pernah keluar kamar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katakan biaya sekali makan adalah 15 ribu. Dengan asumsi 2 kali makan, maka sebulan sudah habis 900 ribu. Lalu biaya transport dihitung dari tiket Trans Jogja yaitu Rp3600 sekali jalan. Sebulan sekitar 216 ribu. Tapi kalau cukup apes, tempat tinggal Anda tidak terjangkau Trans Jogja, berarti bisa lebih tinggi lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu biaya kos-kosan saya hitung 500 ribu per bulan. Sedangkan pulsa dan kuota saya hitung 100 ribu saja. Toh sudah banyak wifi gratis. Belanja bulanan di luar pangan saya hitung 300 ribu per bulan. Berarti Anda harus pintar cari diskon sabun mandi dan cuci. Oiya, Anda tidak bisa memakai jasa laundry kalau ingin irit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk uang sandang, saya hitung 100 ribu saja tiap bulan. Jadi Anda hanya bisa beli 3 celana dalam dan satu kaos waktu diskon di marketplace. Untuk biaya hiburan, termasuk kopi dan rokok, saya anggarkan 300 ribu per bulan. Jadi untuk Anda para ahli isap, rokok yang terjangkau adalah SKT 10 ribuan di warung Madura. Terakhir, biaya darurat saya anggarkan 500 ribu per bulan. Untuk beli vitamin, lampu kamar, ganti colokan konslet, maupun sumbangan teman yang menikah. Ini termasuk biaya parkir jika Anda punya motor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari anggaran sederhana ini, maka biaya hidup setiap bulan adalah Rp2.916.000. Tapi untuk mencukupkan diri dengan biaya tersebut, Anda harus ekstra ngirit seperti robot yang hanya kerja-pulang-kerja-tipus. Anda juga tidak bisa menyicil rumah apalagi beli motor.<\/span><\/p>\n<h2><b>Hidup sejahtera adalah hak setiap orang, termasuk orang Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin, akan banyak yang komentar nyinyir karena artikel ini. Entah bilang hidupnya cuma butuh 2 juta setiap bulan. Atau bilang hidup harus banyak bersyukur. Silakan saja, toh saya tidak peduli dengan ujaran tidak menapak tanah itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang saya pedulikan: setiap orang berhak hidup sejahtera! Setiap orang berhak untuk makan cukup, tidur nyaman, dan bersosialisasi yang cukup. Maka, gaji yang diterima harus bisa memenuhi kebutuhan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">4 Juta per bulan bukan angka fantastis di Jogja. Ini adalah gaji agar bisa hidup layak semata! Bahkan jika ada beberapa biaya yang bisa Anda tekan seperti masalah tempat tinggal, 4 juta bukan berarti mewah. Tapi pilihan ada di tangan Anda. Mau hidup sejahtera, Atau hidup narimo ing pandum dalam ketimpangan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecuali kalau fetish Anda adalah hidup menderita, maka, jawabannya sudah jelas.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Prabu Yudianto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalian-masih-membela-gaji-di-jogja-ketika-defisit-gaji-jadi-realitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kalian Masih Membela Upah Murah Jogja ketika Defisit Gaji Jadi Realitas? Mending Kita Gelut!<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk hidup nyaman, gaji di Jogja yang harus Anda dapatkan adalah 4 juta per bulan. Kecuali kalau fetish Anda adalah hidup menderita.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":288811,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[26035,23650,115,6094],"class_list":["post-295879","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-biaya-hidup-di-jogja","tag-gaji-di-jogja","tag-jogja","tag-umr-jogja"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/295879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=295879"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/295879\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/288811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=295879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=295879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=295879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}