{"id":29582,"date":"2020-03-13T09:45:05","date_gmt":"2020-03-13T02:45:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=29582"},"modified":"2021-11-14T09:16:39","modified_gmt":"2021-11-14T02:16:39","slug":"rekomendasi-playlist-untuk-hibur-kopites-atas-tersingkirnya-liverpool-dari-liga-champions","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-playlist-untuk-hibur-kopites-atas-tersingkirnya-liverpool-dari-liga-champions\/","title":{"rendered":"Rekomendasi Playlist untuk Hibur Kopites atas Tersingkirnya Liverpool dari Liga Champions"},"content":{"rendered":"<p>Malang betul nasib Liverpool. Setelah jerseynya dijadikan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ketika-jersey-liverpool-dijadikan-lap-air-kencing-demi-naikkan-rating\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> lap air kencing<\/a>, dikalahkan Watford di ajang Liga, Chelsea di FA Cup, dan kini mereka dihancurkan di kandang sendiri oleh Atletico Madrid. Kekalahan ini praktis membuat sang juara bertahan harus menyerahkan title Champions League kepada sisa peserta. Juga, kekalahan ini meruntuhkan angkernya Anfield yang sempat tidak tersentuh sama sekali oleh kekalahan.<\/p>\n<p>Mungkin terpacu layaknya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sebaiknya-liverpool-tidak-memperlakukan-atletico-madrid-seperti-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">melawan Barcelona<\/a> musim lalu, Liverpool kalap di perpanjangan waktu. Sempat memimpin 2-0, Liverpool dijungkirbalikkan oleh Atleti dengan skor akhir 2-3. Llorente menceploskan dua gol, sisanya adalah Morata sebagai penutup.<\/p>\n<p>Pendukung Liverpool seakan dibagi menjadi dua. <strong><em>Pertama<\/em>,<\/strong> mereka yang santai-santai saja karena tujuan utama mereka adalah tittle Premier League yang sudah tidak dicicipi selama 30 tahun.<strong> <em>Kedua<\/em>,<\/strong> bagaimanapun, piala lain adalah sebuah keharusan menengok namanya juga manusia, selalu tidak puas dan tidak melihat komposisi Liverpool musim ini tidak dalam-dalam amat.<\/p>\n<p>Mengatasi semua itu, tenang saja, saya sudah siapkan<em> playlist<\/em> yang sekiranya bisa menyelamatkan minggu Liverpool Fans agar nggak sedih-sedih amat. Bisa didengarkan kapan saja. Baik di kuliahan untuk mengalihkan <em>bully<\/em>-an fans klub lain, atau di indekos untuk meratapi seraya ngalamun melihat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ini-loh-alasan-kos-yang-temboknya-hijau-harga-sewanya-lebih-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">cat indekos yang berwarna hijau<\/a>. Berikut rekomendasi dari saya:<\/p>\n<h4>Satu: Jangan Menyerah &#8211; D&#8217;masiv<\/h4>\n<p>Kekalahan bisa menimpa siapa saja, kok. Wagu malah kalau menang terus. Tidak bisa dijadikan sebuah patokan kekuatan sesungguhnya. Dan lagu yang ditawarkan oleh D&#8217;masiv yang satu ini, pas untuk menghangatkan suasana yang sekiranya panas.<\/p>\n<p><em>Syukuri apa yang ada<\/em><\/p>\n<p><em>Hidup adalah anugrah<\/em><\/p>\n<p><em>Tetap jalani hidup ini<\/em><\/p>\n<p><em>Melakukan yang terbaik<\/em><\/p>\n<p>Memang kalah, ya, mau bagaimana lagi, kan? Masih ada hari esok. Masih ada Premier League, masih ada fans yang setia menunggu sampai kapan pun juga. Ayolah, Liverpool Fans, <em>kita pasti pernah, dapatkan cobaan yang berat.<\/em><\/p>\n<h4>Dua: Evaluasi &#8211; Hindia<\/h4>\n<p><em>Ragamu<\/em><\/p>\n<p><em>Hanya kau sendiri<\/em><\/p>\n<p><em>Mereka tak mampu<\/em><\/p>\n<p>Liverpool memang sedang seksi-seksinya, ditinggal cidera Allison Becker, munculah celah yang menganga. Tapi tak apa, seperti lirik lagu ini, yang bisa menyelamatkan Liverpool adalah Jurgen Klopp itu sendiri. Pun hatimu dan perasaanmu, yang bisa menyelematkan ya dirimu sendiri.<\/p>\n<p>Ayolah, <em>bilas muka, gosok gigi dan evaluasi<\/em>. Karena menang terus tidak enak walau pengennya sih ya menang terus. Evaluasi juga untuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/titik-penentu-kedewasaan-liverpool-dan-jurgen-klopp-yang-abai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jurgen Klopp<\/a> agar tidak kepala batu.<\/p>\n<h4>Tiga: Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti &#8211; Banda Neira<\/h4>\n<p><em>Meranggas merapuh<\/em><\/p>\n<p><em>Berganti dan luruh<\/em><\/p>\n<p><em>Bayang yang berserah<\/em><\/p>\n<p><em>Terang di ujung sana<\/em><\/p>\n<p>Hampir tak terkalahkan di Liga Inggris dan akhirnya patah oleh Watford, hampir treble dan akhirnya kandas oleh Chelsea di FA Cup dan kini kalah oleh Atleti dalam ajang Champions League. Hanya satu obat mujarabnya, dendangan lagu Mbak Rara Sekar yang selalu tidak wagu mengucap kata senja.<\/p>\n<p><em>Yang patah tumbuh, yang hilang berganti<\/em><\/p>\n<p><em>Yang hancur lebur akan terobati<\/em><\/p>\n<p><em>Yang sia-sia akan jadi makna<\/em><\/p>\n<p><em>Yang terus berulang suatu saat henti<\/em><\/p>\n<h4>Empat: Happiness &#8211; Red Velvet<\/h4>\n<p>Lawan semua dengan Happiness-nya <a href=\"https:\/\/tirto.id\/diskografi-red-velvet-girl-band-yang-sedang-viral-berkat-psyco-eAqz\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Red Velvet<\/a>. Lagu yang berisikan tentang proses beranjak dewasa dan tidak takut melakukan apa yang kamu mau, seolah hendak berkata bahwa kekalahan Liverpool ini adalah proses menuju sebuah taktik Jurgen Klopp. Sekaligus menyandarkan Klopp agar mengembangkan taktiknya, jangan itu-itu saja.<\/p>\n<p>Kan kata Red Velvet begini;<\/p>\n<p><em>\uace0\ubbfc\uc740<\/em><em> blow up<\/em><\/p>\n<p><em>\uafc0\uafc0\ud55c<\/em> <em>\uae30\ubd84<\/em><em> change up<\/em><\/p>\n<p><em>\ud798\uc744<\/em> <em>\ub0b4\ub824\uace0<\/em> <em>\uc774\uc81c<\/em><em> wind up<\/em><\/p>\n<p><em>\ud55c<\/em> <em>\ubc29\uc5d0<\/em> <em>\uba4b\uc9c4<\/em> <em>\uc77c\uc774<\/em> <em>\uac00\ub4dd<\/em><em> straight up<\/em><\/p>\n<p>Nggak tau juga sih artinya apa. Pokoknya nadanya enak dan dijamin buat <em>mood<\/em> para Kopites jadi berubah begitu cepat.<\/p>\n<h4>Lima: You&#8217;ll Never Walk Alone &#8211; Gerry &amp; The Pacemakers<\/h4>\n<p>Hey, Liverpool Fans, bukankah kalian pernah mengalami situasi yang lebih buruk ketimbang satu kekalahan? Steven Gerrard kepeleset, kalah di final UEL melawan Sevilla, kalah di final UCL melawan Madrid bahkan pernah paceklik piala dari tahun 2005-2012 dan 2012-2019. Itu adalah proses yang panjang.<\/p>\n<p><em>When you walk through a storm<\/em><\/p>\n<p><em>Hold your head up high<\/em><\/p>\n<p><em>And don&#8217;t be afraid of the dark<\/em><\/p>\n<p><em>Walk on through the wind<\/em><\/p>\n<p><em>Walk on through the rain<\/em><\/p>\n<p><em>Though your dreams be tossed and blown<\/em><\/p>\n<p><em>Walk on, walk on<\/em><\/p>\n<p><em>With hope in your heart<\/em><\/p>\n<p><em>And you&#8217;ll never walk alone<\/em><\/p>\n<p><em>Well<\/em>, saya rasa cukup lima itu. Pun sebenarnya masih banyak lagi, tapi cukuplah dihimpun oleh lima lagu tersebut dan sudah menghimpun segenap perasaan para Kopites. Mengutip seperti apa yang dikatakan Bill Shankly, pelatih Liverpool yang melegenda, <em>jika kamu tidak bisa mendukung kami ketika kami imbang atau kalah, maka jangan dukung kami ketika kami menang.<\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sulitnya-jadi-fans-liverpool-menang-atau-kalah-tetap-jadi-bahan-olokan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sulitnya Jadi Fans Liverpool, Menang atau Kalah Tetap Jadi Bahan Olokan<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tenang saja, saya sudah siapkan playlist yang sekiranya bisa menyelamatkan minggu Liverpool Fans agar nggak sedih-sedih amat. Bisa didengarkan kapan saja.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":29743,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[2325,131,5653],"class_list":["post-29582","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-kopites","tag-liverpool","tag-playlist"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29582","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29582"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29582\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29743"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29582"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29582"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29582"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}