{"id":295799,"date":"2024-09-15T13:52:04","date_gmt":"2024-09-15T06:52:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=295799"},"modified":"2024-09-15T13:52:04","modified_gmt":"2024-09-15T06:52:04","slug":"hidup-di-desa-aman-meski-tidak-srawung-asalkan-jadi-donatur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hidup-di-desa-aman-meski-tidak-srawung-asalkan-jadi-donatur\/","title":{"rendered":"Hidup di Desa Tetap Aman meski Tidak Srawung, asalkan Anda Mau Jadi Donatur Acara Desa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat desa memang terkenal karena sikap saling membantu, guyub rukun, dan srawung. Tapi bagaimana nasib orang yang tidak bisa srawung?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menyadari, hidup di desa itu, beban tidak (bisa) srawung itu benar-benar berat. Ujaran yang diterima oleh orang yang tidak bisa srawung kerap menyakitkan. Sok sibuk lah, tak perhatian lah, semacamnya lah. Tidak ada yang bisa dilakukan selain menerimanya\u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan tentu saja, uang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mendapat maaf dari masyarakat di desa karena tidak bisa srawung adalah dengan menjadi donatur. Oh, sudah jadi rahasia umum ini. Masyarakat desa tetap menganggap Anda jadi bagian kehidupan mereka walaupun tidak srawung. Asalkan, ya Anda jadi donatur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jelaskan dulu kenapa, ketimbang kalian melempari saya tuduhan yang nggak-nggak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pemberian uang tidak akan ditolak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan apa pu itu, membutuhkan uang sebagai bahan bakarnya. Inilah wayahe orang yang tidak bisa srawung tampil. Dengan menjadi donatur, mereka setidaknya menghapus \u201csedikit dosa\u201d yang mereka lakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Toh, uang tersebut akan diterima dengan senyuman manis. Tak percaya? Coba saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Uang pengganti srawung<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat beranggapan bahwa kegiatan dapat berjalan dengan lancar karena bantuan dalam bentuk tenaga dan uang. Biasanya yang memiliki jam kerja fleksibel akan lebih banyak membantu dalam bentuk tenaga, sedangkan yang memiliki jam kerja terikat aturan akan menyumbangkan uang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah terlihat dengan jelas peran penting donatur karena sumbangan uangnya. Lagian, nggak ada uang, acara juga nggak akan jalan. Masyarakat desa menganggap uang sebagai pengganti tenaga. Dari sini, terlihat jika menyumbangkan tenaga atau uang sebagai prinsip untuk saling mengisi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nyatanya, wong loma lebih dihargai<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat desa bakal segan dengan orang yang loma. Loma berarti dermawan. Bagi masyarakat desa, wong loma ada tempat tersendiri di hati mereka. Bahkan lebih dihargai dan dihormati ketimbang yang srawung. Orang royal jika masalah uang nggak kira-kira kalau ngasih. Itu yang membuat masyarakat menanggapi dengan senang hati. Toh, tujuan akhirnya juga sama supaya kegiatan terlaksana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup di desa akan aman selama jadi donatur. Masyarakat akan mengenal Anda\u2014sang donatur\u2014sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar. Ibaratnya menjadi \u201cpahlawan\u201d yang bisa membawa perubahan. Bentuk partisipasi aktif dalam hal pendanaan realitasnya berdampak baik bagi kerukunan masyarakat. Di sisi lain, acara terlaksana dengan baik. Masyarakat tidak mempermasalahkan donatur yang tidak srawung. Bahkan tetap menyapa dan memperlakukan sama dengan orang yang srawung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, selama Anda jadi donatur, tidak srawung pun Anda tetap aman. Tapi ya, jangan karena Anda malas <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2023\/05\/04\/090000269\/kerja-bakti--pengertian-dan-manfaatnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kerja bakti<\/a> njuk memilih jadi donatur, lalu kebanyakan protes. Nggak bisa gitu cara hidupnya. Kalau gitu ya, sama aja ngakali sistem dong.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Angelina Nawang<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menolak-falsafah-ra-srawung-rabimu-suwung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menolak Falsafah \u2018Ra Srawung Rabimu Suwung\u2019<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jadi, selama Anda jadi donatur, tidak srawung pun Anda tetap aman. Tapi ya, jangan karena Anda malas kerja bakti njuk memilih jadi donatur<\/p>\n","protected":false},"author":2756,"featured_media":295800,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[10113,26134,6720],"class_list":["post-295799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-donatur","tag-kehidupan-desa","tag-srawung"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/295799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2756"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=295799"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/295799\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/295800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=295799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=295799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=295799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}