{"id":2956,"date":"2019-06-04T13:00:14","date_gmt":"2019-06-04T06:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=2956"},"modified":"2022-01-17T15:17:28","modified_gmt":"2022-01-17T08:17:28","slug":"kebahagiaan-anak-anak-desa-di-malam-lebaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kebahagiaan-anak-anak-desa-di-malam-lebaran\/","title":{"rendered":"Kebahagiaan Anak-Anak Desa di Malam Lebaran"},"content":{"rendered":"<p>Jauh hari yang lalu saya baca postingan brengsek, seperti ini, \u201cAlhamdulillah ya, 29 hari lagi lebaran.\u201d Kini akhirnya saya menemukan tanda-tanda kalau lebaran hampir tiba dari tingkah anak-anak desa. Anak-anak di desa saya kalau menjelang lebaran, bahagianya nggak ketulungan. Ada aja tingkah lakunya yang bikin orangtua cekikikan.<\/p>\n<p>Mengingat-ingat masa kecil saya dan mengamati fenomena yang ada, saya mencatat beberapa hal yang menjadi alasan kebahagiaan mereka. Mungkin catatan saya ini belum merangkum semuanya, tapi yang jelas inilah garis besar sumber kebahagiaan anak-anak di desa saya. <em>Cek dis ot!<\/em><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Dibelikan baju baru<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Baju baru seolah menjadi tradisi paling purba dalam penyambutan hari lebaran. Saya kira, begitulah yang terjadi di desa saya. Tidak sedikit orangtua yang membelikan baju baru untuk anaknya setahun sekali, menjelang lebaran ini.<\/p>\n<p>Karena itu, anak-anak di desa saya begitu bahagia ketika lebaran tiba. <a href=\"https:\/\/tirto.id\/inspirasi-cari-baju-lebaran-dari-program-tukar-baju-zero-waste-d9lv\">Baju baru pasti akan didapatnya<\/a>. Meskipun terkadang hasil <em>utangan<\/em> atau nyicil di tempat <em>mindringan<\/em>. Syukur-syukur sih dapat dari juragan atas nama tunjangan hari raya. Lumayanlah yhaaa~<\/p>\n<p>Selain itu, kamu akan mulai mendengar anak-anak saling bertanya, \u201cBaju barumu berapa? Beli di mana? <span style=\"text-decoration: line-through;\">Sama siapa? Di sana berbuat apa?<\/span>\u201d Atau kalau enggak, mungkin kamu bakal mendengar orangtua menyanyikan lagu ini untuk menghibur anaknya yang belum punya <span style=\"text-decoration: line-through;\">pacar<\/span> baju baru.<\/p>\n<p><em><span style=\"text-decoration: line-through;\">Pacar<\/span><\/em><em> baju baru alhamdulillah<\/em><\/p>\n<p><em>Tuk <span style=\"text-decoration: line-through;\">dibawa<\/span> dipakai di hari raya<\/em><\/p>\n<p><em>Tak punya pun tak apa-apa<\/em><\/p>\n<p><em>Masih ada <span style=\"text-decoration: line-through;\">pacar<\/span> baju yang lama<\/em><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Dum-duman celengan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Anak-anak di desa saya, selama bulan Ramadan menabung bersama. Setiap sore, ketika datang ke musala untuk buka bersama, mereka tidak lupa menyisihkan uang jajannya. Setelah satu bulan menabung, mereka pun siap untuk menunggu pembagian hasil tabungan (<em>dum-duman celengan<\/em>).<\/p>\n<p>Pada malam lebaran, <span style=\"text-decoration: line-through;\">bulan di atas kuburan<\/span> anak-anak akan begitu bersemangat datang ke musala. Ada lo yang datang cuma untuk mengambil uang tersebut. Jadinya, pas selesai salat, mereka buru-buru menemui panitia, menuntut haknya. Setelah diberikan, wajahnya bertambah riang. Ada yang langsung <a href=\"https:\/\/mojok.co\/apk\/ulasan\/pojokan\/menulis-nama-di-amplop-kondangan\/\">membuka amplop<\/a> dan menghitungnya. Tapi ada juga yang langsung menemui bapaknya, memberikan amlop itu kepadanya. Betapa mulia~<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Pesta petasan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah <em>ngempet<\/em> sebulan tidak boleh main petasan, anak-anak meluapkan hasratnya di malam lebaran. Tadi kan sudah <em>ndudah celengan<\/em>. Jadi punya uang untuk jajan petasan. Anak-anak akan bergerombol <em>merembug<\/em> bebarengan mau beli dan dinyalakan di mana. Jangan sampai nanti dibubarkan secara paksa oleh orangtua yang tidak toleran dengan kebahagiaan mereka.<\/p>\n<p>Nah, kalau sudah sepakat, mereka akan memberi aba-aba atau kode-kode <span style=\"text-decoration: line-through;\">cinta<\/span> seadanya dan kemudian lari terbirit sambil teriak bahagia. Kalau mereka adalah kamu-kamu yang sudah remaja, saya menerka-nerka, kemungkinan kebahagiaannya bersumber dari jawaban \u201ciya\u201d dari tembakanmu kepada bribikan.<\/p>\n<p>Anak-anak kemudian akan berkumpul lagi di satu tempat untuk menyalakan petasannya. Satu persatu akan mekar seperti bunga di angkasa. Anak-anak akan berbarengan meneriakinya tiada berkesudahan. Teriakan-teriakan yang menandakan bahwa besok sudah lebaran. Kalau pas tidak ada yang beli, mereka cukup bahagia mengamati petasan yang dinyalakan orang lain. Yang penting, teriaknya paling nyaring.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Takbiran barengan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Malam lebaran tanpa bulan di atas kuburan, mungkin wajar belaka. Nyatanya yang seperti itu cuma Sitor Situmorang saja. Kalau malam lebaran tanpa takbiran, bisa jadi seperti kamu tanpa bayangan mantan. Mungkin ada, tapi sangat-sangat <em>juarang<\/em> sekali. Lah, keingetnya aja hampir setiap hari. Ups!<\/p>\n<p>Anak-anak di desa saya pun punya tradisi sendiri dalam takbiran ini. Mereka bersama-sama keliling desa\u2014sambil beli petasan tadi. Karena jarang sekali ada yang menyiapkan peralatan, seperti bedug atau kentungan, mereka memanfaatkan dapur ibunya. Ada yang membawa panci, wajan, sendok, garpu, sotil, <span style=\"text-decoration: line-through;\">dan bumbu<\/span>.<\/p>\n<p>Kebahagiaan anak-anak bukan hanya karena lebaran hampir tiba, tapi melihat teman sebayanya diam-diam memukul-mukul panci ibunya. Tidak terbayangkan bagaimana nasib panci sepulang dari takbiran. Pun tidak terbayangkan, nasib anak yang membuat pancinya penyok berantakan.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong>Berburu uang lebaran<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Poin terakhir pasti ditunggu-tunggu oleh anak-anak di mana pun, termasuk adik saya. Adik saya, seminggu sebelumnya malah sudah memprediksikan pendapatannya. Berapa rupiah yang akan diterimanya dari bude A, pakde B, bu guru C, pak dokter D, dan sebagainya. Adik saya bahkan berani memastikan kalau si E tidak akan memberi apa-apa, tapi si F akan memberinya, meskipun dua ribu rupiah saja. Kalau kamu, kapan berani memastikan perasaannya?<\/p>\n<p>Pada saat-saat seperti ini, anak-anak akan membayangkan uangnya untuk membeli apa? Belinya di mana? <span style=\"text-decoration: line-through;\">Sama siapa? Di sana berbuat apa?<\/span> Kalau semuanya jelas, mereka akan menceritakannya kepadamu. Cara berceritanya pun seringkali menggebu-gebu. Misalnya, mereka akan menghabiskan uangnya untuk <em>yang-yangan<\/em> di taman, jajan sambil pacaran, atau menertawakanmu yang sudah besar, tapi tidak punya uang dan gebetan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anak-anak di desa saya kalau menjelang malam lebaran, bahagianya nggak ketulungan. Ada aja tingkah lakunya yang bikin orangtua cekikikan.<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":2961,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[382,342,765],"class_list":["post-2956","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-anak-anak","tag-lebaran","tag-malam-takbiran"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2956"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2956\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2961"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}