{"id":295350,"date":"2024-09-10T17:15:33","date_gmt":"2024-09-10T10:15:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=295350"},"modified":"2024-09-11T14:40:17","modified_gmt":"2024-09-11T07:40:17","slug":"muntilan-magelang-sangat-nggak-cocok-untuk-gen-z","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/muntilan-magelang-sangat-nggak-cocok-untuk-gen-z\/","title":{"rendered":"5 Alasan Muntilan Magelang Sangat Nggak Cocok untuk Gen Z"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Muntilan sebuah kecamatan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/mengulik-sejarah-magelang-dan-bung-karno-dengan-fun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Magelang<\/a> yang nggak cocok untuk Gen Z. Kecamatan yang berjarak 15 km dari pusat kabupaten itu terlalu santai dan tenang untuk anak muda yang punya banyak energi. Itu mengapa mereka yang masih muda dan ingin eksplorasi banyak hal lebih baik segera cabut dari Muntilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya sudah 2 tahun ini menetap di Muntilan dari sebelumnya tinggal di Jogja. Dia merasakan perbedaan yang besar antara tinggal di 2 daerah itu. Dia merasa kota ini terlalu tenang, tidak ada hingar bingar yang biasa dilekatkan ke anak muda.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Tidak ada kampus di Muntilan\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang membuat Muntilan begitu berbeda dengan Jogja adalah tidak ada kampus. Itu mengapa, fasilitas penunjang kehidupan mahasiswa seperti kosan, tempat laundry, tempat fotocopy\u00a0 tidak sebanyak di Jogja. Mungkin ini juga alasan Muntilan relatif lebih sepi dan tenang, jauh dari hingar bingar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas kemana anak-anak muda Muntilan melanjutkan perguruan tinggi? Kebanyakan dari mereka berkuliah di Kota Magelang. Asal tahu saja, ada beberapa universitas di Magelang, seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/untidar-magelang-bukan-kampus-anak-manja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Tidar<\/a>, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Politeknik Pembangunan Pertanian Magelang, Akademi Militer Magelang, dan Universitas Muhammadiyah Magelang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Tidak ada mal\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warga Muntilan yang ingin mencicipi kehidupan ala kota besar biasanya mencari hiburan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/artos-satu-satunya-mall-di-magelang-yang-bikin-orang-salah-paham\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mal Artos Magelang<\/a>. Di sana mereka bisa\u00a0 nonton bioskop, mencicipi makanan dari franchise ternama, hingga belanja pakaian dari berbagai merek. Hal-hal itu tidak bisa mereka lakukan di di Muntilan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak banyak merek-merek ternama masuk ke kecamatan dengan julukan Betlehem Van Java itu. Kata teman saya, merek-merek populer yang masuk di Muntilan hanya ada Kopi Kenangan, Tomoro, dan Mixue. Kondisi ini jelas nggak cocok dengan anak muda yang suka penasaran dengan merek FnB populer.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Transportasi di Muntilan terbatas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transportasi menuju atau keluar kecamatan ini sangat terbatas. Begitu juga dengan transportasi di dalam area Muntilan. Tidak ada stasiun atau bandara di sana sehingga satu-satunya akses menuju kecamatan ini hanyalah kendaraan pribadi dan bus antarkota\/antarprovinsi. Nah, kalau warga ingin bepergian ke luar kota, biasanya mereka akan pergi ke Stasiun Tugu di Kota Jogja melalui <a href=\"https:\/\/yogyakarta-airport.co.id\/id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandara YIA di Kulon Progo<\/a>,\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transportasi di dalam area kecamatan pun terbatas. Sebenarnya ada beberapa bus umum, tapi jam operasionalnya hanya sampai sore dan tidak mencakup seluruh wilayah Muntilan. Itu mengapa, mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi akan kesulitan mobilitasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Tidak ada tanda-tanda kehidupan di malam hari\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan harap kalian bisa nongkrong hingga larut malam di Muntilan. Mungkin bisa, tapi tidak ada banyak pilihan tempat. Mayoritas pertokoan tutup jam 8 malam. Iya, kalian tidak salah dengar, pukul 20.00 WIB. Itu mengapa, jalanan di Muntilan juga ikut sepi di atas jam tersebut. Kehidupan di atas jam 8 malam hanya bisa ditemukan di sekitar pedagang kaki lima seperti penjual terang bulan dan martabak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa alasan muntilan sangat nggak cocok untuk anak muda, gen Z misalnya, yang masih dipenuhi rasa penasaran dan energi meluap-luap. Sebaliknya, kecamatan ini malah lebih cocok untuk pensiunan yang mencari ketenangan dan kestabilan. Penulis Terminal Mojok pernah mengulasnya dalam tulisan ini <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/muntilan-tempat-pensiun-paling-ideal-mengalahkan-jogja\/\"><i>Muntilan, Tempat Pensiun Paling Ideal Mengalahkan Jogja<\/i><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Kenia Intan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-pertama-lewat-jalur-tikus-boyolali-magelang\/\"><b>Pengalaman Pertama Lewat Jalur Tikus Boyolali Magelang: Jalannya Gelap dan Mengerikan, Begitu Bersyukur Masih Selamat Sampai Tujuan<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muntilan kecamatan di Magelang yang nggak cocok untuk Gen Z. Daerah ini terlalu tenang, tidak banyak yang bisa dieksplorasi.<\/p>\n","protected":false},"author":2401,"featured_media":295351,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[546,4448,115,8599,13758],"class_list":["post-295350","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-anak-muda","tag-gen-z","tag-jogja","tag-magelang","tag-muntilan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/295350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2401"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=295350"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/295350\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/295351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=295350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=295350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=295350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}