{"id":294827,"date":"2024-09-06T12:15:29","date_gmt":"2024-09-06T05:15:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=294827"},"modified":"2024-09-06T12:15:29","modified_gmt":"2024-09-06T05:15:29","slug":"5-alasan-kenapa-tidak-semua-orang-bisa-tinggal-di-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-alasan-kenapa-tidak-semua-orang-bisa-tinggal-di-jogja\/","title":{"rendered":"5 Alasan Kenapa Tidak Semua Orang Bisa Tinggal di Jogja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jogja memang tidak untuk semua orang. Ya sama seperti kota-kota lainnya, selalu ada \u201cpreferensi\u201d pribadi di sana. Ada yang bisa betah dan menetap di sini dalam waktu lama. Ada pula yang sudah tidak kerasan ketika baru dua tahun di kota gudeg. Salah satunya adalah mantan rekan kerja saya yang kini bermukim di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/angkringan-di-bogor-berusaha-meniru-jogja-tapi-gagal-total\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bogor<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini kami jarang bertemu. Paling hanya saling melempar komentar di IG Reels. Jika ada obrolan di WhatsApp, pasti berkenaan dengan pekerjaan. Nah, di tengah waktu ngobrol yang langka itu, kami sempat membahas kenapa Jogja itu tidak untuk semua orang. Ada 5 poin yang bisa kami sepakati. Inilah dia.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Pilihan kerja di Jogja itu terbatas, tapi persaingannya cukup ketat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ngomong kerja, pasti ngomongin juga soal gaji. Kalau ingin mendapatkan gaji di atas UMR, kesempatannya terbatas. Di sini kita membicarakan gaji di atas Rp5 juta, ya. Bukan yang mepet UMR di Rp2,5 juta misalnya. Kalau membandingkannya dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-tak-terlupakan-bagi-orang-jakarta-saat-pertama-kali-ke-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jakarta<\/a> atau Surabaya, kesempatan kerja dengan gaji sangat layak itu terbatas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jumlah pendatang di Jogja terbilang besar. Banyak yang ingin mukim dan kerja di sini karena iming-iming istilah \u201cslow living\u201d. Kerja Jogja, gaji Jakarta. Begitulah impian banyak orang. Namun, kenyataan di luar sana tidak seindah itu. Di bidang-bidang tertentu, khususnya bidang ahli, persaingannya sudah sangat ketat.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Imajinasi terkait biaya hidup<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah Jogja tidak semahal Jakarta? Ya bisa jadi, tapi syarat dan ketentuan berlaku. Kos dan kontrakan di sini, khususnya di lokasi produktif (sekitar kampus ternama), banyak yang sudah melebihi Rp1 juta per bulan. Ini saya belum ngomongin <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jateng\/jogja\/d-6660134\/sultan-bilang-warganya-tak-kuat-beli-rumah-di-jogja-berapa-sih-harganya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">harga tanah yang kian tak tergapai<\/a>, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah menemani istri tinggal di Surabaya selama 4 tahun. Selama itu pula, saya membandingkan biaya hidup dan pendapatan di Jogja dan Surabaya. Dari soal gaji, Jogja pasti kalah. Masalahnya, harga makanan di 2 kota ini sama. Lewat perbandingan sederhana ini saja kita bisa menyimpulkan bahwa biaya hidup murah di Jogja hanya imajinasi belaka.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Infrastruktur Jogja yang jauh dari kata matang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trans Jogja adalah tema yang mudah memancing perdebatan. Ada yang merasa transum ini nggak berguna karena berbagai alasan. Ada pula yang mengapresiasinya asal ada perbaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri mengamini yang kedua. Trans Jogja butuh banyak perbaikan. Untuk itu, saya menyebutnya \u201cbelum matang\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, transportasi di kota-kota besar lainnya masih jauh lebih mending. Ah, kalau soal ini, jangan kita membandingkannya dengan Jakarta. Kita sejajarkan saja dengan Surabaya, misalnya. Macetnya sudah hampir sama, tetapi kendaraan umum yang layak jadwal dan ketepatan waktu kalah jauh.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Lingkungan di Jogja yang terlalu santai<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski saya tidak setuju dengan konsep \u201cslow living\u201d, tetapi ritme kehidupan di Jogja memang cenderung lambat. Di sini memang lebih santai ketimbang kota-kota besar lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini menguntungkan untuk mereka yang bekerja tanpa target dan tuntutan. Namun, bagi yang terbiasa bekerja dengan ritme cepat, pasti kesulitan beradaptasi di sini. Oleh sebab itu, tidak heran jika banyak yang mencari tantangan baru setelah minimal 1 tahun bekerja di Jogja.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Kesulitan punya rumah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dan teman saya memisahkan biaya punya rumah dengan biaya hidup sehari-hari. Bagi millennial dan Gen Z, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/minomartani-sleman-tempat-tinggal-yang-penuh-privilese\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">punya rumah<\/a> itu bermakna harapan dan cita-cita. Namun, harga tanah di Jogja sudah mulai tidak masuk akal. Harga-harga di sini sudah tidak tergapai oleh orang lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, jika ingin menetap dalam waktu lama di Jogja, kamu harus punya hunian. Okelah kalau tidak bisa membeli rumah, minimal mengontrak. Sayangnya, di lokasi-lokasi strategis, harga kontrakan sudah tembus Rp25 juta per bulan. Kalau mau murah, hukumnya ya sama, yaitu pindah ke pinggiran.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah Jogja adanya. Kota ini memang punya daya tarik yang kuat. Namun, di balik daya tarik itu, ada tuntutan bagi siapa saja untuk bekerja lebih keras. Semuanya hanya demi mencapai standar hidup yang layak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ringroad-selatan-jogja-siang-penuh-sesak-malam-jadi-medan-perang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ringroad Selatan Jogja: Siang Hari Penuh Sesak, Malam Hari Menjadi Medan Perang<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i> ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah membaca artikel ini, kamu akan paham tidak semua orang itu bisa tinggal Jogja dalam waktu lama. Kota ini keras dan penuh kejutan. <\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":294828,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[26035,21900,26034,21738,115,6094],"class_list":["post-294827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-biaya-hidup-di-jogja","tag-gaji-jogja","tag-harga-kos-jogja","tag-harga-tanah-di-jogja","tag-jogja","tag-umr-jogja"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/294827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=294827"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/294827\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/294828"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=294827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=294827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=294827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}