{"id":294761,"date":"2024-09-05T15:40:09","date_gmt":"2024-09-05T08:40:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=294761"},"modified":"2024-09-05T15:40:09","modified_gmt":"2024-09-05T08:40:09","slug":"6-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat-membeli-mobil-bekas-bagi-orang-awam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat-membeli-mobil-bekas-bagi-orang-awam\/","title":{"rendered":"6 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Mobil Bekas bagi Orang Awam, Pokoknya Teliti!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang kaya, membeli mobil impian bukan perkara yang sulit. Namun, bagi orang dengan kondisi keuangan pas-pasan, membeli mobil adalah perkara rumit. Mau beli mobil baru uangnya kurang, membeli mobil bekas takut mendapatkan unit mobil yang jelek atau rusak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah akan semakin rumit lagi bagi orang yang kantongnya pas-pasan dan baru pertama kali membeli mobil bekas karena risiko ditipu penjual mobil nakal semakin tinggi. Tapi tenang, segala persoalan ada solusinya. Bagi kamu yang baru pertama kali akan membeli mobil bekas, ada tips atau rules dasar yang perlu diperhatikan, sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h2><b>Hindari membeli merek Eropa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memilih mobil memang soal selera, tapi kalau budget kamu terbatas dan kamu baru pertama kali memiliki mobil, hindarilah membeli mobil dari pabrikan Eropa. Ada dua alasan yang membuat mobil Eropa kurang pas untuk pemula. Pertama, mobil pabrikan Eropa dengan umumnya punya harga yang lebih mahal dari pabrikan Jepang, China, ataupun Korea Selatan padahal spesifikasi atau fitur yang diberikan selevel atau tidak jauh berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, mobil Eropa biasanya memiliki teknologi permesinan yang lebih canggih dan lebih ribet dari mobil pabrikan Jepang. Sebagai contoh, nyaris semua bengkel tidak resmi bisa service mobil Ertiga, Avanza, atau Brio andai mesinnya bermasalah. Akan tetapi, tidak semua bengkel bisa check apalagi service mobil Peugeot, BMW, VW, atau pabrikan Eropa lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pembeli mobil pemula dan awam, membeli mobil pabrikan Jepang adalah pilihan yang paling aman. Sebab, harganya relatif terjangkau, maintenance mudah, dan sparepart berlimpah. Pemilik mobil bekas newbie sebaiknya tidak bergaya dulu, yang penting aman dululah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu awam dengan mobil, tapi nekat membeli mobil bekas Ford misalnya, kalau ada kerusakan dikit saja pasti nangis karena dealer resminya sudah tidak ada. Kalaupun ada bengkel yang bisa service, membeli sparepartnya pasti mahal karena harus impor.<\/span><\/p>\n<h2><b>Periksa mesin dan komponen utama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Exterior mobil cukup mudah dilihat cacatnya secara kasat mata. Kita bisa menyentuh atau sedikit diketok pakai tangan akan langsung ketahuan andai ada yang lecet, penyok atau tambalannya tak sempurna. Namun, untuk bagian interior dan komponen utama mesin, perlu sedikit pengetahuan untuk memastikan semuanya baik-baik saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa dealer mobil bekas yang menjual unit mobil bekas terendam banjir atau <a href=\"https:\/\/otomotif.kompas.com\/read\/2022\/09\/22\/113100715\/cek-daftar-harga-mobil-double-cabin-bekas?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bekas operasional pertambangan<\/a>. Untuk memastikannya cek bagian bawah mobil atau kolongnya, banyak berkarat atau tidak. Kalau perlu dan ini sangat penting, cobalah kendarai mobil yang akan kamu beli tersebut. Rasakan tarikan gasnya dan suara mesinnya. Kalau ada yang bermasalah pasti ada bunyi-bunyian yang tidak wajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun mobil tidak bisa bicara, tapi suara mesin dan asap pembakarannya bisa menjelaskan penyakit yang dideritanya. Jadi, sangat penting banget melakukan test drive sebelum memutuskan memboyong mobil bekas tersebut ke rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat test drive tersebut pastikan kamu memeriksa dan mencoba menyalakan semuanya. Misalnya lampunya terang atau tidak, AC-nya dingin atau tidak, LCD atau audionya berfungsi dengan baik atau tidak, bahkan kondisi bannya. Ingat, satu ban mobil tidak cukup dibeli dengan uang Rp500 ribu. Apalagi ban mobil tidak bisa diganti satu doang, minimal harus sepasang supaya keseimbangannya bagus.<\/span><\/p>\n<h2><b>Periksa buku service dan kelengkapan dokumen<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu sangat awam dengan mobil, tenang. Tetap ada solusi agar kamu tidak salah memilih unit mobil yaitu dengan cara melihat buku servisnya. Jika buku servisnya penuh (rajin service tepat waktu), insyaallah mobil bekas yang akan kamu beli dirawat dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa juga untuk memeriksa dokumen kelengkapan. Penting bagi kamu untuk tahu mobil tersebut bisa dipindah kepemilikan atas nama kamu sendiri dan bukan mobil hasil curian. Penting juta untuk bertanya soal asuransi. Asuransi bisa menjadi point plus apalagi kalau asuransinya all risk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">STNK juga harus diteliti. Jangan sampai pajaknya sudah mati, karena pajak mobil tidak semurah Honda Beat, Rek.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harga kelewat murah, perlu waspada<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum membeli mobil bekas, kamu wajib menyesuaikan budget dengan merek mobil yang mau dibeli. Sebaiknya kamu melakukan survei harga mobil incaran kamu di pasaran. Jangan membeli mobil yang kelewat murah karena biasanya mobil seperti itu justru bermasalah. Entah dari segi dokumennya atau barangnya rusak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya nih, harga Pajero bekas tahun 2017 di pasaran adalah Rp350 juta. Tapi ada dealer menjualnya Rp300 juta, kamu harus curiga. Jangan-jangan yang dijual Pajero bekas operasional tambang di Kalimantan, tapi pihak dealer tak menceritakannya. Kamu harus banyak bertanya dan teliti. Prinsipnya, orang membeli mobil bekas memang tidak boleh terburu-buru karena harus teliti.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lebih murah beli mobil bekas pada individu ketimbang dealer<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, harga mobil bekas lebih murah jika penjualannya adalah pemilik langsung mobil tersebut, bukan membeli di dealer. Selain harganya lebih murah, mobil yang dipakai harian lebih terawat, sehingga low maintenance.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, sekaligus paling penting menurut saya. Jika kamu benar-benar pemula dalam permobilan duniawi, saran saya belilah mobil bekas yang banyak dibeli orang. Misalnya Avanza, Brio, ataupun Karimun. Sebab, mobil sejuta umat relatif mudah dirawat dan harga jualnya masih cukup stabil. Kalau kamu bosan, jual kembali mobilnya masih gampang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kamu pemula, idealnya jangan membeli mobil bekas yang usianya di atas 15 tahun. Semakin tua usia mobil, semakin butuh uang lebih untuk perawatan. Apalagi kamu newbie, belum tahu cara mensiasati membeli onderdilnya. Mending membeli mobil yang umurnya masih muda meski sedikit lebih mahal.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ikut komunitas pencinta mobil bekas di Facebook<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun Facebook terkesan jadul, tapi banyak grup bermanfaat di Facebook. Salah satunya grup pencinta otomotif atau review mobil. Di grup tersebut ada pemilik mobil dari berbagai merek, mereka biasanya saling curhat dan menceritakan penyakit yang sering diderita mobilnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan ikut komunitas pecinta mobil bekas, setidaknya kamu tahu kelebihan dan kekurangan setiap mobil. Sehingga bisa memilih jenis mobil yang paling pas dengan selera dan budget kamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa tips yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil. Selamat hunting mobil bekas, Gaes!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Tiara Uci<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabupaten-blora-bukan-sebatas-horor-hutan-jati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Blora Bukan Sebatas Horor Hutan Jati, Ini 3 Sisi Positif Blora, Kabupaten Indah yang Pesonanya Begitu Indah<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kudu ati-ati!<\/p>\n","protected":false},"author":1542,"featured_media":240730,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[460,5955,19755,7572],"class_list":["post-294761","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-facebook","tag-mobil-bekas","tag-mobil-eropa","tag-spare-part"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/294761","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1542"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=294761"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/294761\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/240730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=294761"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=294761"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=294761"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}