{"id":294757,"date":"2024-09-05T15:52:28","date_gmt":"2024-09-05T08:52:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=294757"},"modified":"2024-09-05T15:52:28","modified_gmt":"2024-09-05T08:52:28","slug":"yamaha-fino-motor-badak-untuk-kalian-yang-buta-otomotif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yamaha-fino-motor-badak-untuk-kalian-yang-buta-otomotif\/","title":{"rendered":"Yamaha Fino &#8220;Motor Badak\u201d, Cocok untuk Kalian yang Buta Otomotif"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yamaha Fino yang saya kendarai saat ini sudah menemani hari-hari selama 2 tahun terakhir. Selama ini saya nyaman-nyaman saya berkendara dengan Yamaha Fino seri sporty ini. Selain nyaman, mengendarai Yamaha Fino membuat saya ingat kembali masa-masa kuliah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak punya alasan khusus ketika membeli motor ini pada 2 tahun yang lalu. Saya membelinya hanya karena selama kuliah saya juga mengendarai Yamaha Fino. Dan, saat itu saya tidak punya banyak keluhan. Bahkan setelah beberapa kali insiden, Yamaha Fino yang saya miliki tetap bakoh dan bisa mengaspal di jalanan dengan lancar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cocok untuk mereka yang buta otomotif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesan positif lain terhadap kendaraan ini, Yamaha Fino benar-benar \u201cmotor badak\u201d. Kalau bukan \u201cmotor badak\u201d mana mungkin bertahan dengan pemilik seperti saya yang \u201cugal-ugalan\u201d. Saya memang tidak ugal-ugalan di jalan raya, tapi saya cukup ngawur soal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/rame\/gimana\/cara-merawat-motor-yang-benar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">merawat kendaraan<\/a>. Benar-benar ngawur hingga tidak patut dicontoh oleh siapa saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai gambaran, dahulu saya ini buta otomotif dan tidak peka. Saya hampir tidak pernah membawa motor saya ke bengkel untuk perawatan rutin. Selalu saja salah satu anggota keluarga yang melakukannya. Itu pun biasa mereka lakukan setelah meminjam motor saya dan merasakan ketidaknyamanan ketika dikendarai. Dengan kata lain, motor saya jarang melakukan perawatan rutin. Jangan dicontoh ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tambahan lain, berkali-kali motor saya mengalami kecelakaan kecil. Misal, motor terjatuh karena proses standar tidak sempurna, selebor tersundul kendaraan lain,\u00a0 spion lepas, dan hal-hal remeh temeh lain. Mengingat kembali bagaimana saya memperlakukan kendaraan di masa kuliah, benar-benar ugal-ugalan. Saya jadi merasa bersalah terhadap Yamaha Fino semasa kuliah, sekaligus salut kendaraan itu bisa bertahan hingga saya lulus.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bertahun-tahun setelahnya saya masih memilih Yamaha Fino<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perpisahan saya terhadap kendaraan Yamaha Fino semasa kuliah terjadi beberapa bulan setelah lulus. Pada saat itu saya merantau ke ibu kota dan meninggalkan kendaraan di rumah. Waktu berselang, motor kesayangan itu akhirnya dijual dan digantikan oleh kendaraan lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah ada kesempatan dan rezeki membeli kendaraan baru, entah kenapa pengalaman-pengalaman bersama Yamaha Fino selama kuliah terlintas begitu saja. Pilihan saya akhirnya jatuh pada Yamaha Fino 125 varian Sporty.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dua tahun berjalan, kendaraan ini masih saja &#8220;motor badak\u201d seperti yang saya kenal bertahun-tahun lalu. Bedanya, sekarang saya sudah tobat dan memperlakukan kendaraan dengan lebih waras.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Body yang gemuk dan berat merepotkan saat parkir<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di mata saya yang buta otomotif, tidak banyak perbedaan antara Yamaha Fino yang saya kendarai ketika kuliah dengan yang saat ini menemani. Bahkan, salah satu hal yang bikin saya kesal dari Fino masih juga dipertahankan, yakni body yang gemuk dan motor berat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Body Yamaha Fino yang gemuk membuatnya dapat dengan mudah dibedakan dari motor-motor matic yang lain. Apalagi motor matic bergaya retro bergaya klasik seperti Honda Scoopy, Yamaha Fazzio, <a href=\"https:\/\/www.astra-honda.com\/product\/genio\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Honda Genio<\/a>. Dilihat dari belakang, tempat duduk bagi pembonceng Yamaha Fino tampak lebih lebar daripada motor matic bergaya klasik lain.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya body yang lebar di sisi belakang ini menguntungkan pembonceng. Mereka bisa duduk dengan sangat nyaman. Namun, body semacam ini sungguh merepotkan ketika parkir, apalagi kalau tempatnya sempit. Sayangnya, lokasi-lokasi yang sering saya kunjungi kebanyakan nggak punya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/geliatwarga\/mencari-tempat-parkir-di-jogja-yang-tarifnya-rp1-000\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tempat parkir<\/a> leluasa. Persoalan parkir jadi lebih ribet mengingat kendaraan ini cukup berat untuk digeser-geser. Setidaknya berat bagi saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari kekurangan-kekurangan itu, saya tetap cinta Yamaha Fino baik dahulu ketika kuliah maupun sekarang. Pengalaman ini sekaligus menyadarkan saya, betapa pentingnya merawat konsumen yang loyal itu. Walau sudah terpisah selama bertahun-tahun, kalau punya pengalaman baik terhadap suatu produk, konsumen tetap akan kembali. Dan, sayalah konsumen loyal itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Kenia Intan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-motor-ojek-online-paling-nggak-nyaman-bagi-penumpang\/\"><b>4 Motor Ojek Online Paling Nggak Nyaman, Bikin Resah Penumpang<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yamaha Fino kendaraan yang perawatannya nggak rewel dan bakoh. &#8220;Motor Badak&#8221; ini cocok untuk pengendara yang buta otomotif.<\/p>\n","protected":false},"author":2401,"featured_media":294762,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[26030,333,9137,7778,13988],"class_list":["post-294757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-fino","tag-motor","tag-motor-bebek","tag-yamaha","tag-yamaha-fino"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/294757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2401"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=294757"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/294757\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/294762"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=294757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=294757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=294757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}