{"id":294317,"date":"2024-09-02T11:51:51","date_gmt":"2024-09-02T04:51:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=294317"},"modified":"2024-09-02T11:51:51","modified_gmt":"2024-09-02T04:51:51","slug":"3-daerah-di-kota-depok-yang-sebaiknya-jangan-ditinggali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-daerah-di-kota-depok-yang-sebaiknya-jangan-ditinggali\/","title":{"rendered":"3 Daerah di Kota Depok yang Sebaiknya Jangan Ditinggali, Semuanya Macet Tanpa Obat!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Depok sendiri masih banyak menyimpan potensi \u201cunggulan\u201d untuk para pekerja yang bekerja di Jakarta. Hal itu dikarenakan masih banyak ditemukan hunian-hunian baru di wilayah Depok. Kalau para pekerja mau beli rumah di Jakarta, tentu sudah tidak memungkinkan. Harganya sudah sangat tinggi, seperti omongan para politisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, Kota Depok bisa menjadi solusi bagi kalian yang berencana memiliki hunian baru dan \u201cmasih\u201d ramah di kantong. Hunian kelas subsidi banyak, nonsubsidi juga ada. Tinggal pilih saja sesuai selera. Selera kantong kalian, ya, bukan selera ego kalian yang nggak ada kenyangnya itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain banyaknya hunian baru di daerah Depok, alasan Depok bisa jadi pilihan untuk jadi daerah tempat tinggal yakni karena jarak antara Depok dan Jakarta yang sangat dekat. Tapi, masalah isi kantong dan jarak tidak cukup untuk jadi pertimbangan menentukan pilihan untuk tinggal di Depok. Banyak hal yang harus kalian pikirkan ulang. Seperti faktor keamanan, suasana lingkungan dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, selama saya tinggal di Depok, ada beberapa daerah yang terekam di ingatan saya yang sebaiknya jangan masuk daftar incaran jika kalian ingin tinggal di Depok. Kecuali kalian ingin berlatih sabar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sawangan, kecamatan di Kota Depok yang sudah nggak asyik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sawangan, buat saya adalah kecamatan yang nyaman. Bisa dibilang Sawangan menempati posisi kedua setelah Cinere untuk perihal kenyamanan tempat tinggal. Tapi itu dulu. Sekarang, kondisi Sawangan sudah nggak asyik. Sawangan punya sisi gelap yang sekarang mulai terkuak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, di daerah Sawangan, masih banyak dijumpai hunian yang ramah di kantong. Tapi, faktor lingkungannya sudah nggak ramah. Di Sawangan, akhir-akhir ini banyak aksi kriminalitas, tawuran antar pelajar dan lainnya. Tulisan khususnya sudah saya bahas di Terminal Mojok beberapa waktu lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tingkat kriminalitas yang meninggi, tingkat kemacetan jalan di Sawangan juga nggak kalah horor. Di sepanjang Jalan Raya Muchtar saja, kalian bisa menemui setidaknya 5 titik kemacetan. Misalnya di pertigaan Parung Bingung, Simpang Tugu Batu\/Tugu Sawangan, pertigaan dekat RSUD Kota Depok dan lainnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Citayam, kecamatan yang agak laen<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian masih ingat \u201cCitayam Fashion Week\u201d? Itu loh, anak-anak muda Citayam yang berlenggak-lenggok bak model di sekitar Stasiun Dukuh Atas Jakarta. Mereka berjalan menyebrangi jalan dengan gaya yang \u201cnyeleneh\u201d. Nah, keadaan yang \u201cnyeleneh\u201d itu juga nggak bisa lepas dari daerah Citayam itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain masalah kemacetan yang sudah barang tentu terjadi, karakter pengguna jalan di Citayam juga agaknya bikin geram. Banyak pemotor di daerah Citayam, terkhusus anak muda, yang ugal-ugalannya agak laen. Lebih bikin mual sih. Gimana nggak bikin mual, Citayam Depok itu sudah sangat padat penduduk, kondisi jalan yang sempit, pemotor ugal-ugalan dengan ciri khas knalpot brong-nya. \u201cCitayam Pride\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk transportasi umumnya, daerah Citayam memang dilewati lintasan kereta api. Di sana ada Stasiun Citayam. Jika kalian bekerja di Jakarta dan sekitarnya, sebenarnya kalian bisa naik KRL. Tapi, ya kalian harus rela berdesakan dengan anak kereta yang lain. Tinggal pilih saja, mau desak-desakan di KRL atau mau emosian di jalanan Citayam.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bojongsari, kecamatan yang mulai berbenah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Bojongsari,_Depok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecamatan Bojongsari<\/a> memang mulai berbenah. Sudah banyak jalan yang halus di sekitaran Bojongsari. Selain itu, fasilitas kesehatan di wilayah tersebut juga sudah mulai bagus. Seperti adanya rumah sakit dan beberapa klinik pratama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hunian baru di wilayah Bojongsari juga masih banyak ditemui. Namun, karena termasuk dalam wilayah yang strategis, harga hunian di Bojongsari sudah mulai menyiksa kantong. Harganya makin melangit. Selain harga hunian baru yang melangit, fasilitas transportasi umum di sana pun belum tersentuh tangan Pemkot Depok. Jadi, kalian harus tetap menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilitas. Dan kabar buruknya, kemacetan di jalanan Bojongsari sudah level parah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daerah dengan harga hunian elite, tapi infrastruktur sulit. Konsepnya tuh gimana coba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir semua daerah yang saya sebutkan di atas jarang disentuh tangan Pemkot Depok. Maklum, beberapa wilayah di Depok sisi barat memang jauh dari pandangan mata mereka. Alhasil, selalu saja ada keruwetan-keruwetan yang timbul, masalah lama yang nggak terselesaikan, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk kalian yang ingin tinggal di Depok, bisa saja memilih daerah yang saya bilang tadi untuk dijadikan daerah incaran. Namun, kalian harus ekstra sabar. Kecuali kalau niat kalian tinggal di sana untuk berlatih sabar, itu sangat dianjurkan. Sabar ya dek ya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Jarot Sabarudin<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/depok-jawa-barat-lebih-terkenal-karena-hal-hal-ajaibnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Depok Jawa Barat Lebih Terkenal daripada Daerah Bernama Depok Lain karena Hal-Hal Ajaibnya<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a> ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk kalian yang ingin tinggal di Kota Depok, sebaiknya jangan memilih daerah yang saya bilang tadi untuk dijadikan daerah incaran.<\/p>\n","protected":false},"author":2650,"featured_media":292129,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[25978,16209,11860,24858],"class_list":["post-294317","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bojongsari","tag-citayam","tag-kota-depok","tag-sawangan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/294317","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2650"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=294317"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/294317\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/292129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=294317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=294317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=294317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}