{"id":294193,"date":"2024-09-01T13:52:31","date_gmt":"2024-09-01T06:52:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=294193"},"modified":"2024-09-01T13:52:31","modified_gmt":"2024-09-01T06:52:31","slug":"narasi-tak-lengkap-reaktivasi-rel-kereta-api-purwokerto-wonosobo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/narasi-tak-lengkap-reaktivasi-rel-kereta-api-purwokerto-wonosobo\/","title":{"rendered":"Narasi Tak Lengkap Reaktivasi Rel Kereta Api Purwokerto-Wonosobo Bikin Masyarakat Geger dan Berharap yang Tidak-tidak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan publik di Wonosobo diramaikan dengan narasi aktivasi kembali rel kereta api yang menghubungkan wilayah Purwokerto dengan Wonosobo. Praktis, aktivasi rel kereta api ini membuat banyak orang merasa senang. Bayangkan saja sudah sejak lama kota ini bisa terisolir dari rel kereta api, kini harapan itu hadir kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, terdapat kesalahan narasi yang fatal. Sehingga, banyak publik di Wonosobo dan yang akan dilalui oleh rel kereta api terlarut dalam euforia sesaat tanpa tahu duduk perkara yang sebenarnya dari pembangunan dan aktivasi rel kereta api Purwokerto-Wonosobo.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bukan kereta api penumpang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kereta yang akan melalui wilayah Purwokerto menuju Wonosobo adalah kereta barang yang nantinya membawa barang dari atau menuju Wonosobo. Bukan kereta penumpang seperti halnya kereta dari Yogyakarta menuju Solo. Publik tidak tahu mengenai hal ini, karena kurangnya informasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Narasi di media lokal hanya menyebutkan bahwa aktivasi rel kereta api di wilayah Purwokerto menuju Wonosobo akan dilakukan dalam waktu dekat. Padahal pada kenyataannya kereta yang dimaksud adalah kereta barang, atas usul dari perkebunan teh di Wonosobo. Inilah yang membuat banyak orang Wonosobo gagal paham dengan maksud dari aktivasi kereta tersebut. Oleh karena kurangnya narasi media menyebabkan orang Wonosobo mengira itu adalah kereta penumpang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah memang mencatat bahwa rel kereta api Purwokerto-Wonosobo pernah mencapai kejayaan di masa lalu karena banyak barang berupa bahan pertanian dan perkebunan yang dikirim menggunakan jasa transportasi kereta api. Tetapi tidak pernah mengangkut manusia selayaknya jalur-jalur kereta lain di Jawa.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kereta api demi pariwisata<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak muncul narasi bahwa akan dilakukan reaktivasi jalur kereta api Purwokerto-Wonosobo, banyak orang berharap bahwa pariwisata Wonosobo akan meningkat dengan datangnya ribuan orang menggunakan kereta ala orang-orang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Jakarta dengan berdesakan di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Stasiun_Manggarai\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stasiun Manggarai<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan hebatnya lagi kabar menyebutkan bahwa rel kereta api akan menunjang pariwisata Dieng. Sebab, (bakal) ada sistem layanan transportasi umum modern menuju Dieng. Ide yang disiapkan oleh narasi publik berkembang semakin liar karena media lokal gagal menjelaskan maksud dari reaktivasi jalur kereta api Purwokerto-Wonosobo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seharusnya, publik harus berupaya memperbaiki layanan transportasi dalam kabupaten Wonosobo dibandingkan menunggu rencana yang belum jelas datangnya kapan. Kalau hanya menunggu reaktivasi kereta barang saja, sudah jelas publik tidak seperti bayangan indah sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ancaman ekonomi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga narasi bahwa dengan adanya rel kereta api Purwokerto-Wonosobo maka akan membuat paket barang yang dikirimkan melalui transportasi kereta api, membuat biaya ongkos kirim menjadi lebih murah. Tergantung bagaimana perusahaan jasa pengiriman barang merespons hal tersebut, ini bisa benar, bisa salah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat ancaman nyata dari proses semakin murahnya produk dari luar daerah menuju Wonosobo. Pasar-pasar tradisional yang hanya mengandalkan pengiriman konvensional melalui jalan raya yang akan paling mengalami dampak paling banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja, sebagai pembeli daripada harus datang ke pasar tradisional pasti akan lebih memilih barang dengan harga yang lebih murah. Jika anggapan bahwa dengan kereta api membuat barang menjadi lebih murah, justru itulah yang akan membuat pedagang harus bersaing dengan pasar online. Lebih buruk lagi Wonosobo hanya akan jadi konsumen yang konsumtif daripada produsen barang yang produktif.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesalahan narasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Narasi yang dibuat secara tidak utuh menyebabkan publik di Wonosobo tidak mendapatkan informasi yang tepat. Padahal, seharusnya media tidak kemudian memiliki agenda tersendiri sementara menyembunyikan fakta yang sesungguhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan fatal yang menyebabkan narasi liar berkembang juga menyebabkan banyak asumsi bermunculan. Padahal ketika fakta-fakta disampaikan dengan cara yang baik dan utuh maka publik akan secara cerdas menanggapi dengan lebih baik dan bijaksana.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Yoga Aditya L<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tak-ada-yang-lebih-tabah-dari-para-pejuang-krl\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tak Ada yang Lebih Tabah dari para Pejuang KRL<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Reaktivasi kereta api Purwokerto-Wonosobo menimbulkan kegegeran karena informasi yang ada tidak lengka<\/p>\n","protected":false},"author":2611,"featured_media":294254,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[1154,25975,8526,8615],"class_list":["post-294193","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-kereta-api","tag-kereta-api-purwokerto-wonosobo","tag-purwokerto","tag-wonosobo"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/294193","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2611"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=294193"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/294193\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/294254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=294193"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=294193"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=294193"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}