{"id":294147,"date":"2024-08-31T14:10:33","date_gmt":"2024-08-31T07:10:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=294147"},"modified":"2024-08-31T14:10:33","modified_gmt":"2024-08-31T07:10:33","slug":"ada-apa-dengan-rokok-surya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ada-apa-dengan-rokok-surya\/","title":{"rendered":"Ada Apa dengan Surya: Harga Elite, Rasa kok Jadi Sulit Dinikmati"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepopuleran rokok Surya di seluruh Indonesia tidak diragukan lagi. Cita rasa yang sangat khas, manis dan gurih membuatnya diterima oleh semua kalangan penikmat rokok. Mulai dari bos, karyawan dan kuli tidak ada yang tidak suka dengan rokok Surya. Bahkan, Surya juga terkenal dengan sebutan rokok kuli. Hal ini karena para kuli bangunan biasanya menikmati jam istirahatnya dengan kopi, gorengan dan tentunya rokok Surya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun apakah hari ini Surya masih pantas disebut sebagai rokok kuli? Saya rasa tidak. Dengan harga mencapai 26-28 ribu (isi 12) di warung eceran, membuatnya tidak pantas lagi disebut rokok kuli. Itu masuknya sudah rokok kelas elite. Sudah sekitar satu tahun saya tidak lagi membeli rokok Surya karena harganya yang terus naik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari lalu teman saya menawari rokok Surya 12 filter pada saat tahlilan. \u201cNih rokok\u201d, ucap teman sembari meletakkan satu bungkus rokok Surya di atas paha saya. Pas banget saya juga penasaran dengan rasanya karena sudah lama nggak pernah ngerokok Surya. Setelah menawari rokok, teman saya melanjutkan dengan berkata, \u201csekarang Surya sudah nggak kayak dulu\u201d. Dengan penasaran, saya bertanya, \u201cnggak kayak dulu gimana maksudnya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cRasanya semakin hambar\u201d, katanya. Lalu dia menatap langit, diam. Pandangannya kosong. Ah, saya tahu pandangan ini tentang apa.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Manisnya hilang<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena penasaran, saya mulai mengambil satu batang Surya 12 yang ditawarkan teman saya tadi. Karena kebiasaan, saya mencium dulu batang rokok tersebut sebelum memulai membakarnya. Aroma khas Surya yang manis begitu terasa. Bahkan jika sambil merem sekalipun dan tidak diberitahu mereknya apa, pasti saya bisa jawab bahwa itu adalah rokok Surya. Saya mulai membakar dan menghisapnya sekaligus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asap mulai mengepul dari mulut dan ujung batang rokok. Saya belum merasakan rasa Surya pada isapan pertama tersebut. Mungkin karena berbarengan dengan pembakaran dari korek api jadinya rasa khas Surya kurang terasa. Setelah menyeruput kopi, saya mencoba isapan kedua. Begitu asap telah sampai di mulut, saya diamkan sebentar sampai akhirnya saya teruskan sampai paru-paru, lalu saya keluarkan lewat hidung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya rasakan dan renungkan, tidak berlebihan kata teman saya tadi yang bilang hambar. Ternyata benar, rasanya memang hambar tidak seperti Surya yang dulu. Kalau masalah aroma tetap sama. Aroma rokoknya maupun aroma asapnya saya akui masih terjaga. Namun masalah rasa, ada penurunan. Rasa manis yang menjadi rasa khas dari Surya tidak saya temukan lagi. Kalau orang Jawa bilangnya <a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/life\/education\/mutia-zahra-4\/sebutan-cita-rasa-dalam-bahasa-jawa-c1c2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u201csepo\u201d<\/a> alias hambar pol. Rasa manis hanya dapat ditemukan pada kertas di filter rokok.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Belum ada yang seperti Surya<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu saya tanya ke teman saya kenapa kok masih beli rokok ini kalau rasanya hambar? Teman saya bilang kalau dia belum menemukan rokok lain yang memiliki rasa seperti Surya 12. Teman saya juga bilang kalau rasa dari rokok Surya itu untung-untungan. Ada warung yang menjual rokok Surya dengan rasa yang manis, ada juga warung yang jual rokok Surya dengan rasa yang hambar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain untung-untungan karena warung, menurut teman saya rasa rokok Surya juga tergantung sama warna bungkusnya. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, Surya 12 filter ini memiliki 2 kemasan dengan warna berbeda. Ada yang memakai bungkus warna merah maroon, ada juga bungkus warna merah menyala. Menurut \u201cpenelitian\u201d teman saya, rasa Surya dengan bungkus warna merah maroon lebih enak daripada Surya dengan bungkus warna merah menyala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, warung-warung di Jawa Timur sangat langka yang menjual Surya 12 dengan bungkus warna merah maroon. Saya harap permasalahan ini segera diatasi oleh pihak Gudang Garam untuk tetap menjaga kualitas produknya dan menjaga harganya dari kenaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surya yang sekarang, tak seperti surya yang saya kenal. Kenikmatannya berkurang, dan ini jujur bikin saya sedih. Ah, hidup ini memang penuh kekecewaan. Hal-hal yang bikin bahagia pun beralih jadi pemberi rasa kecewa.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Nurhadi Mubarok<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rokok-gudang-garam-surya-ketengan-rokok-ketengan-terlaris-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rokok Gudang Garam Surya Ketengan, Rokok Ketengan Paling Laris di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a> ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rokok Surya yang sekarang, tak seperti surya yang saya kenal. Kenikmatannya berkurang, dan ini jujur bikin saya sedih.<\/p>\n","protected":false},"author":808,"featured_media":292667,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[14280],"tags":[25963,8570,13832,18334],"class_list":["post-294147","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sebat","tag-cita-rasa","tag-gudang-garam","tag-gudang-garam-surya","tag-rokok-surya"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/294147","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/808"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=294147"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/294147\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/292667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=294147"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=294147"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=294147"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}