{"id":293982,"date":"2024-08-29T16:35:13","date_gmt":"2024-08-29T09:35:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=293982"},"modified":"2024-08-29T16:36:10","modified_gmt":"2024-08-29T09:36:10","slug":"panti-rapih-mahal-tapi-lebih-disukai-ketimbang-sardjito","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panti-rapih-mahal-tapi-lebih-disukai-ketimbang-sardjito\/","title":{"rendered":"Rumah Sakit Panti Rapih Memang Lebih Mahal, tapi Dibandingkan Sardjito, Pelayanannya Lebih Maksimal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seharusnya sudah sejak dulu pemerintah Jogja merumuskan dan melaksanakan program medical tourism. Wisata yang sedang naik daun di negara-negara lain ini sebetulnya bisa diaplikasikan di Jogja. Ada banyak rumah sakit yang menjadi rujukan masyarakat dari berbagai daerah untuk berobat. Dua di antaranya adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito dan Rumah Sakit Panti Rapih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keduanya secara kebetulan berlokasi di dekat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-aturan-tidak-tertulis-di-ugm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Gadjah Mada<\/a>. Jarak antara Sardjito dan Panti Rapih juga tidak jauh. Meskipun berdekatan, kedua rumah sakit ini belakangan bertolak belakang. Sardjito dan Panti Rapih kerap dibandingkan dari berbagai sisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir-akhir ini tren di masyarakat menunjukkan kalau mereka lebih memilih berobat ke Panti Rapih meskipun secara biaya jauh lebih mahal dibandingkan Sardjito. Selain itu, layanan di Panti Rapih sebenarnya nggak selengkap Sardjito. Pasien Panti Rapih bisa saja dirujuk ke Sardjito kalau layanannya nggak tersedia. Tapi kenapa masih banyak orang yang memilih Panti Rapih? Ternyata seperti ini alasannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 IGD dan poliklinik Panti Rapih lebih sepi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berstatus sebagai rumah sakit rujukan dari rumah sakit tipe C dan D dari seluruh DIY dan Jawa Tengah bagian selatan membuat Sardjito overload. Mulai dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perawat-igd-profesi-yang-butuh-kesabaran-dan-kekuatan-super\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Instalasi Gawat Darurat<\/a> sampai poliklinik, bahkan antrean di apotek pun sangat ramai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ramainya Sardjito ini membuat beberapa pasien yang pernah membagikan ceritanya kepada saya sampai nggak mendapatkan reminder untuk kontrol dari dokter yang menanganinya. Tapi memang faktanya, beban pasien bagi dokter di Sardjito jauh lebih besar dibandingkan Panti Rapih karena ada kesenjangan antara jumlah ketersediaan dokter dengan pasien yang berobat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang yang ingin lebih diperhatikan oleh dokternya umumnya akan menghindari Sardjito dan memilih Panti Rapih yang relatif lebih sepi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Ditangani oleh dokter, bukan koas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain karena alasan overload, orang-orang lebih memilih pergi berobat ke Panti Rapih karena takut mereka akan jadi objek belajar para <a href=\"https:\/\/sardjito.co.id\/jadwal-dokter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dokter koas<\/a>. Sardjito yang kebetulan berada di seberang Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat UGM sekaligus bertitel rumah sakit pendidikan memang menjadi tempat praktik dokter koas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sebagian pasien yang nggak mau dijadikan &#8220;bahan percobaan&#8221; oleh dokter koas. Alasannya bermacam-macam, seperti takut sakitnya makin parah karena salah penanganan hingga sudah nggak kuat menahan sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu jarang banget ada dokter koas yang sedang belajar di Panti Rapih. Pasien ditangani oleh dokter, bukan koas. Katanya sih pasien di sana selalu diurus langsung oleh dokter yang cekatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Peluang nyasar lebih kecil dibandingkan Sardjto<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan ini memang agak konyol, tapi benar-benar terjadi. Sardjito memang nggak cocok dan sulit dihafalkan oleh orang dengan kemampuan spasial yang kurang. Sudah beberapa orang yang saya kenal mengaku nyasar di Sardjito. Tapi mereka ini nggak pernah sekali saja kesasar di Panti Rapih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyasar juga bisa menjadi alasan yang masuk akal untuk menghindari Sardjito. Bukan hanya karena takut tiba-tiba tersesat di ruang jenazah, tetapi kesasar pasti juga bikin panik ketika dalam keadaan darurat atau terburu-buru.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Suhu ruangan terasa lebih lebih sejuk<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan konyol tapi nyata yang kedua: Sardjito lebih panas. Letak Sardjito dan Panti Rapih ini sebenarnya sama-sama di daerah yang padat penduduk dan minim pepohonan. Tapi ajaibnya Panti Rapih jauh lebih dingin dan sejuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya Panti Rapih lebih sejuk karena nggak se-overload Sardjito. Jumlah pasien Sardjito yang lebih banyak membuat suasana lebih gerah dan sumpek. Selain itu, Panti Rapih juga menghidupkan AC yang bikin nyaman pasien dan pengunjung.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Rumah sakit swasta berbasis keagamaan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah dengar bahwa rumah sakit swasta dari yayasan Katolik atau Protestan memiliki pelayanan yang lebih maksimal. Ini karena umat Katolik dan Kristen diajarkan bahwa melayani sesama manusia sama dengan melayani Tuhan. Ajaran ini membuat mereka bekerja nggak setengah-setengah. Dan Panti Rapih adalah contoh rumah sakit swasta berbasis keagamaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu Sardjito merupakan rumah sakit pemerintah, lebih tepatnya RSUP yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri. Ketika ada gejolak di dalam pemerintahan atau negara, performa pelayanan di Sardjito mungkin juga akan kena pengaruh. Dugaan lain adalah dokter dan tenaga kesehatan di Sardjito terdiri dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pns-pekerjaan-yang-nggak-cocok-untuk-semua-orang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pegawai Negeri Sipil<\/a> (PNS) dan tenaga kontrak yang kita semua tahu bagaimana kesejahteraannya di negara ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini orang-orang akan lebih memilih bayar mahal untuk berobat ke Panti Rapih dibandingkan ke Sardjito. Asal aman dan nyaman, mereka siap keluar dana lebih banyak. Kebetulan juga Panti Rapih masuk ke peringkat kesembilan rumah sakit terbaik di Indonesia menurut GNFI.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-rekomendasi-lagu-lagu-underrated-oasis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Kode Darurat yang Perlu Diketahui kalau Sedang di Rumah Sakit<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a> ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah membaca artikel ini kamu bakal tahu alasan pasien lebih suka Panti Rapih yang lebih mahal itu ketimbang rumah sakit Sardjito.<\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":293983,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13641],"tags":[25938,25939,10521,10529,195],"class_list":["post-293982","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-panti-rapih","tag-rumah-sakit-panti-rapih","tag-rumah-sakit-sardjito","tag-sardjito","tag-ugm"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/293982","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=293982"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/293982\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/293983"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=293982"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=293982"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=293982"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}