{"id":293930,"date":"2024-08-29T11:23:54","date_gmt":"2024-08-29T04:23:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=293930"},"modified":"2024-08-29T11:25:13","modified_gmt":"2024-08-29T04:25:13","slug":"mulyono-adalah-tikus-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mulyono-adalah-tikus-tanah\/","title":{"rendered":"Dari Gila, Tikus Tanah, Hingga Memperkusut, Inilah Arti Nama Mulyono"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pepatah \u201cKarena nila setitik, rusak susu sebelanga\u201d memang benar adanya. Hanya karena satu kesalahan, satu perbuatan buruk, bisa merusak banyak hal. Hanya karena satu orang zalim yang pernah punya nama Mulyono, rusak semua citra orang-orang yang masih punya nama serupa. Iya, Mulyono, nama yang dalam sepekan terakhir kencang sekali terdengar, menggema, dan diikuti semua bentuk hinaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu saya sebutkan siapa. kita semua sudah paham. Karena keculasan dan kezalimannya dalam menjadi pemimpin, nama Mulyono mau tak mau terseret ke dalam kubangan lumpur. Jelek, bau, dan menjijikkan. Padahal, hanya satu orang yang seperti itu, tapi imbasnya ke semua orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama Mulyono sebenarnya punya arti yang bagus. Dalam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-bicara-bahasa-jawa-banyumasan-biar-cepat-akrab-dengan-warga-lokal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bahasa Jawa<\/a>, arti nama Mulyono ini adalah \u201cmulia\u201d atau \u201ckemuliaan\u201d (berasal dari kata mulyo). Nama yang sebenarnya bagus, nama yang sebenarnya punya arti luhur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika nama adalah doa, boleh jadi Mulyono satu itu adalah kasus doa yang tidak terkabul atau Tuhan tidak sudi untuk mengabulkan doa itu. Tak heran jika akhirnya orang satu itu berganti nama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan karena ulahnya, rasanya arti nama Mulyono tidak sebatas mulia saja. Pasti ada makna lain. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada orang-orang bernama Mulyono lainnya (kecuali yang satu itu), saya akan coba membahas arti nama dari cara dan sudut pandang yang lain.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gila, bodoh, dan konyol<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, kita akan coba lewat cara permainan kata atau anagram. Saya coba masukkan nama Mulyono ke anagram generator. Lalu muncul banyak hasil, yang salah satunya adalah kata \u201cloon\u201d atau \u201cloony\u201d. Kalau kita cek di kamus <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/singkatan-bahasa-inggris-gaul-yang-sering-dipakai-di-medsos\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bahasa Inggris<\/a>, yang keluar adalah \u201cgila, konyol, tidak waras, atau sangat tidak masuk akan bodohnya.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dari pemaknaan itu, sepertinya \u201cloon\u201d atau \u201cloony\u201d cocok sekali disematkan ke sosok yang satu itu. Lihat saja kelakuan Mulyono yang satu itu setidaknya dalam 5 tahun terakhir. Bikin aturan semaunya sendiri, bahkan menganggap kita-kita ini bodoh dan nggak tahu apa-apa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mulyono bisa bermakna tikus tanah\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama Mulyono, secara bebas, juga bisa berarti tikus tanah. Ini dilihat dari segi fonetis, diambil dari bunyi nama tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita potong nama Mulyono menjadi Mul. Bunyi [Mul] bisa diartikan dalam Bahasa Inggris sebagai Mole atau tikus tanah, seekor hewan yang bentuknya aneh dan menjijikkan, hewan yang juga banyak dibenci. Hewan yang bangsanya punya citra buruk di masyarakat, apalagi jika bicara soal perpolitikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, tikus tanah ini tinggalnya di dalam tanah, bisa mentoleransi kadar oksigen yang rendah. Hal ini membuat tikus tanah atau mole ini bisa hidup tenang di bawah tanah, atau mungkin di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/flyover-ciroyom-bandung-paling-bermasalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gorong-gorong<\/a>. Mole ini makannya cacing. Termasuk cacing-cacing yang mengganggu tanah atau teritorinya, ya pasti dimakan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sukanya memperkusut situasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih dari penafsiran bebas, nama Mulyono juga bisa diartikan sebagai memperkusut. Kalau kita ambil tiga huruf depan, lalu ditambah satu lagi huruf L, maka akan jadi [Mull]. Dalam Bahasa Inggris, mull ini artinya memperkusut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, kata yang berarti memperkusut itu ada banyak. Ada dishevel, tangle, disorder, dan salah satunya adalah mull. Mull sebenarnya juga bisa berarti banyak seperti memikirkan, atau mempertimbankan. Tapi kita ambil yang memperkusut saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, melihat kelakuan orang yang satu itu, rasanya \u201cmemperkusut\u201d adalah kata yang pas. Lihat saja kelakuannya, makin hari bukannya memperbaiki situasi dan suasana negeri, eh semakin memperkusut suasana, memperkusut demokrasi dan keadilan di negara ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Pulanglah (muliho) Mulyono<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika makna mulia dalam nama Mulyono diambil dari kata \u201cmulyo\u201d di Bahasa Jawa, maka saya ingin mengartikannya dengan cara lain. Juga masih dari Bahasa Jawa, kata \u201cmulyo\u201d yang berarti mulia dalam ini ingin saya ganti dengan \u201cmuliho\u201d, yang artinya pulanglah. Mulyono sebaiknya pulang saja, muliho!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa saya pilih \u201cmuliho\u201d atau pulanglah, karena sebaiknya orang yang satu itu pulang saja, terserah ke mana. Tidak usah cawe-cawe lagi, apalagi sampai membuat skenario agar anak dan keturunannya bisa berkuasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi sekarang itu sudah tidak relevan lagi dengan orang yang satu itu. Kepercayaan terhadap Mulyono itu sudah luntur. Semua laku dan bicara yang satu itu sudah tidak ada magis dan marwahnya lagi. Mending pulang saja, daripada makin malu dan makin ditelanjangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa arti nama Mulyono, mulai dari gila, bodoh, <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2023\/03\/16\/213000165\/bahaya-tikus-dan-cara-mengusir-hama-ini-dari-rumah?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tikus tanah<\/a>, hingga pulang saja. Tentu saja semua ini saya artikan secara bebas dan liar, terserah apa yang ada di dalam kepala saya. Dan, semoga orang-orang lain yang punya nama tersebut tidak ada yang sakit hati. Toh kita semua tahu siapa yang dimaksud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Iqbal AR<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/nama-mulyono-terlalu-baik-buat-jokowi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jokowi Nggak Pantas Dipanggil Mulyono karena Terlalu Baik dan Sopan, Ada Panggilan yang Lebih Cocok tapi Bukan Firaun<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>cara ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama Mulyono, secara bebas, juga bisa berarti tikus tanah. Ini dilihat dari segi fonetis, diambil dari bunyi nama tersebut.\u00a0Dasar tikus!<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":293936,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[25924,25925,25873,25926],"class_list":["post-293930","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-arti-kata-mulyono","tag-makna-mulyono","tag-mulyono","tag-tikus-tanah"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/293930","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=293930"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/293930\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/293936"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=293930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=293930"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=293930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}