{"id":293491,"date":"2024-08-25T15:50:46","date_gmt":"2024-08-25T08:50:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=293491"},"modified":"2024-08-25T15:50:47","modified_gmt":"2024-08-25T08:50:47","slug":"sisi-gelap-kerja-freelance-dari-situs-penyedia-pekerjaan-lepas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-kerja-freelance-dari-situs-penyedia-pekerjaan-lepas\/","title":{"rendered":"5 Sisi Gelap Kerja Freelance dari Situs Penyedia Pekerjaan Lepas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada kemampuan yang sia-sia. Skill yang kita punya bisa membawakan penghasilan dua kali lipat lebih besar. Selain memanfaatkan skill yang kita miliki untuk mendapatkan gaji bulanan dari perusahaan, skill tersebut juga bisa kita tawarkan kepada orang-orang di luar sana yang membutuhkan bantuan. Caranya dengan kerja freelance atau kerja lepas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak tawaran pekerjaan dari situs-situs penyedia jasa. Sebut saja <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/connects-di-upwork-bayar-padahal-belum-tentu-dapat-proyek-freelancer-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Upwork<\/a>, Udemy, Fiverr, hingga Sribulancer. Awalnya kebanyakan orang memanfaatkannya sebagai pekerjaan sampingan. Artinya, mereka masih memiliki pekerjaan formal di kantor, sekaligus mengisi waktu luang dengan melakukan pekerjaan sampingan dari situs-situs tadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, sekarang ini banyak orang mengandalkan pekerjaan freelancer sebagai sumber pendapatan utama. Mereka nggak tercatat sebagai karyawan suatu perusahaan secara resmi. Alasannya sih bermacam-macam, seperti membangun portofolio dan skill hingga percaya bahwa penghasilan menjadi seorang freelancer lebih menggiurkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang nggak bisa kita sangkal bahwa berkarier sebagai freelancer menawarkan berbagai fleksibilitas. Di sisi lain, pendapatannya juga nggak main-main. Apalagi kalau kliennya nggak kaleng-kaleng.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, di balik kerja freelance yang digadang-gadang menguntungkan itu, tersimpan banyak sisi gelap yang mesti dihadapi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Pekerjaan yang nggak stabil<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Okelah, banyak yang bilang bahwa menjadi freelancer itu menguntungkan. Bisa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wfh-itu-menyenangkan-tapi-tidak-untuk-warga-kabupaten\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WFH<\/a> kapan saja, terbebas dari politik kantor, hidup lebih balance, dan terhindar dari kemacetan yang selalu dihadapi karyawan kantoran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, tahukah kamu bahwa pekerja yang paling rentan dan terancam ya freelancer. Freelancer nggak memiliki jaminan sosial, rawan kehilangan pekerjaan, dan nggak punya akses ke perlindungan hak-hak pekerja. Intinya mereka bekerja dalam kondisi nggak stabil. Ini karena freelancer adalah pekerja prekariat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat freelancer adalah pekerja prekariat, mereka pasti harus menghadapi kondisi-kondisi yang juga termasuk sisi gelap lainnya seperti berikut ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Bukan cuma banting tulang, freelancer siap banting harga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Freelancer kadang disebut sebagai \u201ckelompok pekerja nggak menentu\u201d, asal usul julukan itu salah satunya karena mereka belum tentu mendapatkan tugas untuk dikerjakan di hari itu. Terutama bagi freelancer yang baru bergabung di situs penyedia jasa. Untuk bisa mendapatkan tugas atau request dari klien, sering banget para freelancer pemula ini banting harga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka mau nggak mau harus menurunkan tarif jasa sampai serendah-rendahnya. Kalau bisa sih lebih rendah dibandingkan user lain yang satu niche dengan mereka. Siapapun pembeli pasti akan mencari jasa dengan harga termurah, kan? Maka dari itu, alasan banting harga ini semata agar mereka segera dapat klien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klien yang memakai jasa mereka nantinya akan memberikan rating dan review yang (kalau bagus) akan mendatangkan klien baru. Sementara itu, user yang belum punya rating dan review kebanyakan nggak akan dipromosikan oleh situsnya. Jasa dan akun mereka nggak akan muncul di hasil pencarian teratas.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Lebih palugada dibandingkan budak korporat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak cuma siap banting harga, freelancer pun banyak yang rela menjadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tradisi-palugada-di-industri-kreatif-perlu-atau-malah-bikin-sengsara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">palugada<\/a>. Apa yang klien mau, mereka siap ngasih. Bahkan, klien nggak minta pun mereka tetap menyediakan jasa tambahan secara cuma-cuma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, jasa utamanya adalah content writing. Sebagai bagian dari promosi, dia menambahkan jasa editing, meta description, SEO, sampai desain foto sampulnya. Padahal, jasa-jasa tambahan tersebut bisa menjadi jasa tersendiri dan dibayar lebih tinggi. Alasannya apa lagi kalau bukan agar klien puas serta ngasih rating dan review bagus.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Kalender freelancer isinya tanggal hitam semua<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Freelancer memang bisa WFH dan WFA, tapi itu bukan berarti kehidupan seorang freelancer otomatis work life balance. Di beberapa <a href=\"https:\/\/glints.com\/id\/lowongan\/website-pekerjaan-freelance\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">situs penyedia kerja freelance<\/a>, pekerja lepas dituntut untuk selalu aktif atau minimal online. Dalam hitungan hari atau bahkan jam mereka nggak online, klien potensial akan melayang dan mereka nggak akan dipromosikan oleh situsnya. Keharusan untuk selalu aktif dan online membuat waktu untuk menikmati hidup semakin terbatas. Kerjanya bisa sih sambil liburan. Tapi, porsinya banyak kerja atau liburannya, tuh?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi, pekerja lepas kerap dibebani dengan deadline yang nggak ngotak dari kliennya. Namun, mereka terpaksa harus tetap mengerjakan meskipun deadline mepet. Sebab, klien adalah dewa. Bintang dari klien yang berbicara. Rating dan review jelek berpengaruh banget ke akun si freelancer.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Freelancer bisa langsung kaya? Bohong!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waspadalah kepada freelancer yang bilang bahwa dia bisa beli rumah, mobil, dan perhiasan dari hasil freelance doang. Dia menceritakan yang manis-manisnya saja. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab pada kenyataannya, kerja freelance berarti siap dengan naik turunnya pendapatan. Fluktuasi ini disebabkan karena nggak ada tugas dari klien, nilai dolar turun, hingga kebijakan baru situs penyedia jasa. Selain itu, sering banget freelancer harus menghadapi yang namanya bayaran nyangkut dan kena potongan komisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap pekerjaan memang ada plus minusnya. Cari duit pun butuh kerja keras dan usaha ekstra. Memilih berkarier sebagai freelancer mungkin banyak cuannya, tapi harus juga siap dengan semua sisi gelapnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Noor Annisa Falachul Firdausi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0 <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ide-usaha-saar-pensiun-agar-tetap-aktif-dan-cuan\/\"><b>5 Ide Usaha ketika Pensiun Agar Tetap Aktif dan Nggak Cerita Soal Kejayaan Masa Muda Melulu<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerja freelance nggak melulu indah, ada juga sisi gelapnya. Beberapa di antaranya, pekerjaan tidak stabil, siap banting harga dan palugada. <\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":293495,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[7393,4978,24052,25890,6053,25891],"class_list":["post-293491","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-freelance","tag-freelancer","tag-pekerja-lepas","tag-wfa","tag-wfh","tag-wfo"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/293491","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=293491"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/293491\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/293495"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=293491"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=293491"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=293491"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}