{"id":2932,"date":"2019-06-04T06:00:44","date_gmt":"2019-06-03T23:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=2932"},"modified":"2022-01-17T15:18:49","modified_gmt":"2022-01-17T08:18:49","slug":"belanja-lebaran-bareng-om-baudrillard","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/belanja-lebaran-bareng-om-baudrillard\/","title":{"rendered":"Belanja Lebaran Bareng Om Baudrillard"},"content":{"rendered":"<p>Saat saya menulis ini masih tersisa lima jam sebelum buka puasa. Pukul satu siang, terik matahari menembus ke dalam rumah lewat ventilasi. Saya yang selonjoran di ruang tengah, dengan mata menatap iklan-iklan di televisi, dilanda halusinasi. Hawa panas membuat saya membayangkan jus jeruk iklan nutrisari tumpah dari layar. Menyegarkan.<\/p>\n<p><em>Moshi moshi moshi, moshi moshi moshi!<\/em> Nada dering telepon pintar saya berbunyi nyaring. Tertulis di layar\u2014\u2018Om Baudrillard\u2019.<\/p>\n<p>\u201cHalo, Om!\u201d<\/p>\n<p>\u201cPelanggan yang terhormat, tekan satu untuk menanggung biaya telepon ini,\u201d jawab <em>customer service<\/em> di ujung sana.<\/p>\n<p>Kumatikan panggilan itu sambil memaki, \u201cDasar filsuf <em>misqueen<\/em>! Bisanya cuma <em>missedcall<\/em>\u201d. Tetapi, rasa hormat pada paman filsuf yang satu ini, membuat saya memutuskan menelepon beliau.<\/p>\n<p><em>Karena ku seloow,, sangat selow.\u2014<\/em>Anjir, NSPnya kece, <em>uwuwuwu~<\/em>\u00a0Om Baudrillard diam-diam seorang Vilanisti.<\/p>\n<p>\u201cHello.\u201d<\/p>\n<p>\u201cHalo, Om! Ada apa nih? Siang siang udah <em>missedcall <\/em>aja\u201d.<\/p>\n<p>\u201cKe mal yuk, Ham.\u201d<\/p>\n<p>\u201cNgapain di sana?\u201d<\/p>\n<p>\u201cJalan-jalan aja. Lama nggak ke mal. Lagian kamu kan mau lebaran, Om temenin belanja deh.\u201d<\/p>\n<p>\u201cWah, saya mau-mau aja, tapi sekalian ngasih THR ya\u201d.<\/p>\n<p>\u201cPemuda kayu mati (baca: pengangguran). Minta THR mulu\u201d.<\/p>\n<p>\u201cDemi <em>Outfit of The Lebaran<\/em> (OOTL), Om. Gengsilah pakai baju lama.\u201d<\/p>\n<p>\u201cJancuk. OOTL OOTL gigimu!\u201d.<\/p>\n<p>\u201cFilsuf gak boleh misuh. Ini bulan Ramadan\u201d.<\/p>\n<p>\u201cSaya kafir, <em>njing<\/em>\u201d.<\/p>\n<p>\u201cOh lupa. Hihihi. Saya siap-siap dulu ya, Om\u201d.<\/p>\n<p>\u201cOke, setengah jam lagi kita ketemu di sana\u201d.<\/p>\n<p>\u201c<em>Ahsiyappp~<\/em>\u201d<\/p>\n<p>Kami bertemu tiga puluh menit lewat lewat tiga puluh menit di parkiran sebuah mal besar di Makassar. Setahu saya, sejak kedatangan dari Prancis, baru kali ini Om Baudrillard menginjakkan kaki di mal Endonesah. Di Prancis pun, masuk mal baginya adalah kemustahilan. Kebiasaan baca buku di rumah, lebih banyak menghabiskan waktu luangnya.<\/p>\n<p>\u201cKarya-karya intelektual, tak akan pernah lahir dari mal,\u201d ucapnya lirih.<\/p>\n<p>Segera saya mengajaknya masuk. Daripada beliau semakin bertele-tele mengkhotbahkan perkara kapitalisme, lebih baik membuatnya merasakan langsung. Biar makin greget mencibir kapitalisma\u2014atau siapa tahu, beliau malah diam diam menikmati. <em>hahaha<\/em><\/p>\n<p>Pintu masuk mal sesak bukan main. Maklum, ini menjelang lebaran, orang-orang masih pada nyari diskonan buat <em>outfit<\/em> yang serba baru di hari yang fitri. Kami berjalan pelan, menembus keramaian. Sesekali harus baku senggol\u2014semoga gak kena bacok. <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jean_Baudrillard\">Om Baudrrilard<\/a> menikmati senggolan ibu-ibu muda. \u201cDasar lelaki tua mesum,\u201d gumamku. \u201cDoyan mahmud juga dia.\u201d<\/p>\n<p>Semakin ke dalam, ruangan semakin luas. Sesak tak lagi seperti di pintu masuk. Saya mengajak Om Baudrillard ke lantai dua\u2014di mana terdapat toko kaos bermerek. Sebelum sampai ke eskalator, Om Baudrillard tiba-tiba nyeletuk.<\/p>\n<p>\u201cLihat sepatu orang itu. Nilai guna gak penting lagi, Ham. Sepatu orang itu masih bagus, malah keliatan baru lagi\u201d.<\/p>\n<p>Tangannya menunjuk ke orang berambut necis yang sedang membolak balik sepatu di outlet Sport Station.<\/p>\n<p>\u201cEmang napa, Om? Sepatu yang dia pengen beli itu merek <em>Naiki<\/em>\u2014merek terkenal dari Mamarika sana. Om tahu kan, seberapa gengsinya kami anak muda yang pake sepatu merek itu. Bakal tampil kece dan trendi. Apalagi pas hari lebaran. <em>Uwuwuwu banget tuh, <\/em>Om,\u201d bantahku.<\/p>\n<p>\u201cKebutuhan bukan lagi prioritas. Masyarakat konsumsi lebih bersandar pada kehormatan, prestise, status dan identitas,\u201dkhotbahnya.<\/p>\n<p>\u201cOm menyebutnya nilai tanda dan nilai simbol kan?\u201d<\/p>\n<p>\u201cLah, kamu sendiri dan mereka malah menikmatinya.\u201d<\/p>\n<p>\u201c<em>Bangke<\/em>.\u201d<\/p>\n<p>\u201cWoy, ingat puasa.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKafir kok sok ngedakwahin.\u201d<\/p>\n<p>\u201c<em>Ampyunnnn<\/em>~\u201d<\/p>\n<p>Mata Om Braudrillard ke mana-mana, memperhatikan kesibukan orang-orang yang sedang belanja. Di lantai dua, beliau tiba-tiba berhenti di depan pakaian muslim muslimah yang mewah dan bermerek\u2014halal pula.<\/p>\n<p>\u201cIni dia nih, kapitalisme yang memanfaatkan ajaran agama.\u201d<\/p>\n<p>\u201cJangan suuzon dulu, Om. Berprasangka buruk gak baik. Bisa-bisa dicap penista agama loh. Mau karya Om dibakar massa? Mau buku-bukunya dibredel akhi-akhi?\u201d<\/p>\n<p>\u201cNggak peduli. Persetan dengan semua itu! Kamu sadar nggak, Ham? Embel-embel halal yang pernah diributin bakul hijab di negara ini atau perkara pakaian yang sesuai syariat dan sunah Nabi? Semua itu jualan aja. Demi dicap sebagai muslim soleh atau muslimah solehah.\u201d<\/p>\n<p>\u201cYa, itu kan tergantung niat Om\u201d.<\/p>\n<p>\u201c<em>Songkolo\u2019<\/em>. Kesalehan seseorang tidak bisa dinilai dari pakaian yang dikenakan. Outfit Islami, belum tentu berkelakuan baik. Istilah <em>syar\u2019i<\/em> sekarang malah hanya sebagai simbol, Ham.\u201d<\/p>\n<p>\u201cApakah itu yang disebut <em>simulacra<\/em> dalam beragama om?<\/p>\n<p>\u201cSemua yang nyata kini menjadi simulasi,\u201d ungkapnya santai.<\/p>\n<p>Kami berjalan-jalan di mal\u2014sambil diskusi segala hal. Om Baudrillard menepati janjinya dengan membelikan saya dua pasang kaos Planet Surf. Lebaran nanti bakal saya pamerkan ke teman-teman yang masih pakai kaos seratus ribu dapat tiga.<\/p>\n<p>Pertemuan kami diakhiri dengan berbuka puasa di KFC. Beliau sebenarnya alergi makan <a href=\"https:\/\/tirto.id\/tidying-up-with-marie-kondo-kapitalis-jepang-perampok-duit-pemalas-de6S\">di tempat kapitalisme mengakar.<\/a> Tapi saya dengan sedikit memelas, pria asal Prancis ini mau mengalah. Saya memesan <em>moccha float<\/em> dan <em>burger<\/em>, sementara beliau minum air putih dan segepok kentang goreng.<\/p>\n<p>Kami berfoto bersama, menjadikan logo KFC sebagai latar. Sedikit senyum tersungging dari bibir Om Baudrillard. Barangkali ia sudah merasa lebih keren\u2014bisa makan di KFC\u2014dibanding <a href=\"https:\/\/mojok.co\/msd\/esai\/karl-marx-pun-mengamini-fatwa-haram-bpjs\/\">filsuf idolanya Karl Marx<\/a>. Katanya, ia berencana memamerkan foto itu di <em>instastory<\/em>-nya, dengan <em>caption<\/em>, \u201cIni hanya simulasi.\u201d<\/p>\n<p><em>disclaimer: tulisan ini berbentuk fiksi dengan latar belakang saat bulan Ramadan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Om Baudrillard menepati janjinya dengan membelikan saya dua pasang kaos Planet Surf. Lebaran nanti bakal saya pamerkan ke teman-teman.<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":3008,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13080],"tags":[787,786,785,401,342],"class_list":["post-2932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-personality","tag-baudrillard","tag-gengsi","tag-kapitalisme","tag-kritik-sosial","tag-lebaran"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2932"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2932\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}